Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 67: MENUJU FASE PURNAMA KETIGA


__ADS_3

"Persembahan mu tidak akan diterima oleh keluarga kerajaan. Malam ini, akan menjadi malam pernikahan pangeran pertama dan istri manusianya. Jadi, silahkan tinggalkan istanaku!"


Keputusan yang diberikan Pangeran Pertama langsung disambut serangan Arum dengan melepaskan mantra pengikat. Namun, dengan sekali kedipan mata. Serangan itu berbalik mengenai dirinya sendiri. Sontak saja tubuh manusia berubah kembali ke wujud asli menjadi kunti merah. Romo yang melihat itu, berniat ingin mengembalikan wujud dari calon menantu. Akan tetapi, tatapan tajam sang putra seperti kilatan pedang.


"Jangan ada yang berani melepaskan mantra itu! Romo, tahta kerajaan sudah sah menjadi milikku. Saat ini yang bisa memberikan perintah hanya aku," Lucifer berusaha mengingatkan agar sang ayah tidak melakukan tindakan nekat, apalagi mantra kunti merah cukup kuat untuk bisa mengendalikan makhluk lain, "Selama mantra itu masih mengikat nya, maka Arum akan mengikuti perintahku."


"Nak, ini salah. Kamu pasti tahu, jika saat ini Arum sudah menjadi ratu kunti merah dan memiliki wilayah kekuasaannya sendiri. Bagaimana jika rakyat kunti marah dan berakhir dengan peperangan antar makhluk...," jelas Romo, tapi terhenti karena tindakan sang putra. Dimana Lucifer menyingkirkan sosok kunti merah yang mengganggu pandangannya.


Kini hanya ada tiga orang. Setelah mengusir Arum dengan cara pengendalian jiwa. Lucifer mengusap wajah Bella, membuat gadis itu perlahan membuka kelopak mata. Tentu saja, setelah kesadaran dikembalikan. Romo tidak bisa berdebat lagi. Terlebih istri manusia sang pangeran pertama sudah bisa mendengar dan juga melihat.

__ADS_1


"Sayang, selamat datang di istana kita. Ayo berikan salam untuk Romo," tukas Lucifer membimbing istrinya untuk memulai hubungan baru dengan ayahnya.


Bella mengangguk, lalu mengulurkan tangan, "Assalamu'alaikum, Romo."


Suara laungan salam nan lembut yang keluar dari mulut Bella. Justru disambut suara petir menggelegar. Alam melakukan penolakan. Namun, gadis itu tidak menyadari kesalahannya. Meski begitu, Lucifer tidak melarang ataupun menegur. Semua dibiarkan seperti air mengalir. Keseimbangan dua dunia akan berguncang.


Sementara disisi lain, Gael masih berpikir. Jika dia yang akan menjadi calon pengantin pria dan harus merelakan cintanya demi masa depan kerajaan. Namun, di dunia manusia Azam masih menempuh perjalanan menuju sebuah tempat demi menunaikan kewajibannya. Di sisi lain ada keluarga simbah yang baru saja berhasil mendapatkan pita merah tapak tilas perjanjian keluarga Sulastri.


Siapapun yang memberi persembahan, atau menjadi persembahan. Tidak satupun akan luput dari guncangan alam. Baik sang penolong atau yang ditolong. Waktu seperti jeratan kuat yang membelenggu, satu keputusan dengan tindakan salah bisa merubah jalan takdir yang sudah digariskan. Persiapan dari semua sisi mulai dilakukan.

__ADS_1


Namun, dari semua itu. Lantunan doa seorang ibu tidak berhenti menggerakkan bibir pucat nya. Hanya doa yang bisa dia lakukan. Suara lirih yang membelah keheningan terdengar begitu menyayat hati. Linangan air mata yang jatuh dalam tangkupan tangan menjelaskan ketidakberdayaan dari wanita itu. Sayup-sayup, suaranya semakin mengeras hingga keluar dari dalam kamar.


Meski begitu, tidak akan ada seorang warga pun yang bisa mendengarkan. Rumah yang ia tempati sudah dibentengi oleh menantu iblisnya. Apapun yang terjadi di rumah berlantai dua itu, tidak akan ada yang tahu. Kecuali mereka yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melihat sihir para makhluk gaib. Waktu semakin menipis, membuat hati dilema.


"Tunjukkan wujud aslimu!"


...----------------...


Huft, maaf ya, telat banget. Beneran rl super sibuk, moga bisa banyak esok. Dah ya, mau istirahat dulu. Sangat lelah hari ini. 🤧😭

__ADS_1


__ADS_2