Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 13: ALUNAN DZIKIR - BOLA API


__ADS_3

Seorang pria dengan pakaian super tertutup. Bahkan kepalanya saja masih dibalut peci putih, sedangkan di tangan kanan terlihat tasbih hitam terus bergerak memutar. Banyak mahasiswa yang menatap aneh kearah sang penabrak.


Siapa sih, dia? Kenapa ke kampus pake pakaian seperti ke masjid? Sekarang jadi bahan pemandangan gratis 'kan?~ batin Bella yang memilih melupakan kejadian tadi dan masuk ke kelasnya.


Sang penabrak berjalan menyusuri lorong mengabaikan tatapan para mahasiswa yang menatap dirinya aneh, dan juga risih. Suara hati yang selalu berdzikir tak sekalipun terhentikan. Terlebih setelah tak sengaja menabrak salah satu mahasiswa, aura yang sangat jahat benar-benar mengganggu hatinya. Bukan karena ia takut, tapi aura yang menyebar akan membawa dampak buruk untuk semua orang.


Astagfirullahaladzim, siapa yang mencari masalah dengan makhluk tak bertuan? Semoga jiwa dan kehidupannya di lindungi Allah SWT. Ameen. ~batin Sang Penabrak keluar dari gedung kampus.


Pria itu masih terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Disaat berjalan melewati taman yang tampak segar. Sang penabrak berjalan memasuki taman, lalu duduk di sebuah bangku. Tanpa ia sadari. Jika tempat itu baru saja Bella yang menempatinya. Suara dzikir bukan hanya di hati, kali ini suara merdu keluar dari bibirnya.


Alunan dzikir yang khusyu menyebarkan aura ketenangan serta kedamaian. Detik demi detik semakin memperbanyak untaian doa. Hingga membuat sesosok makhluk menutup telinganya karena suara pria itu menusuk, dan perlahan membakar wujudnya. Aura yang bertolak belakang. Menyadarkan sang penabrak ada yang tidak menyukai tindakannya.


Seketika Ia merasakan pemilik aura yang menyebarkan energi negatif. Tidak ada kata selain membuka mata batin, dan menerawang sekitar. Kabut dengan raga melayang, dan kemurkaan yang terlihat juga ikut membalas penerawangan yang dia lakukan. "ASTAGHFIRULLAH...,"

__ADS_1


"Eeerrrrrggggghhhhhh..... Enyah KAU!" Arum mengusir Pria yang masih saja dzikir tanpa henti.


Kenapa? Ini rumah kami! Seharusnya kamu yang pergi. Disini bukan tempat kalian! ~jawab Sang Penabrak melalui batinnya.


"Eeerrrrrggggghhhhhh.... MATI!"


Hidup dan matiku hanya milik Yang Maha Esa. InsyaAllah, semua terjadi atas kehendak-Nya.~jawab Sang penabrak tak terpengaruh dengan ancaman wanita bergaun merah yang melayang di depan sana.


Arum Sekar dialah sosok mba kunti merah. Mahkota kecil yang bertengger di atas kepalanya menandakan makhluk astral itu memiliki tahta di dunia lain. Kekuatan yang dimiliki berdasarkan jumlah persembahan. Semakin menyala terang gaun merah besar yang melambai, maka semakin besar pula kekuatannya. Sebagai seorang alim ulama, pria itu tahu seluk beluk silsilah keluarga makhluk halus.


Bola api yang membara melesat terbang siap menyerang Sang penabrak, tapi tiba-tiba pria itu berdiri. "BISMILLAH!" Satu hentakan kakinya membuat bola api lenyap begitu saja.


Para mahasiswa yang masih sempat diluar kelas hanya memperhatikan apa yang dilakukan pria itu, tentu saja juga terpesona dengan wajah tampan putih bersih, hidung mancung, bibir sexy dan alis tebal panjang bergelombang. Tak ada bedanya dengan model pakaian muslim yang biasa menjadi trending topic di majalah fashion.

__ADS_1


Sosok wanita bergaun merah yang menatap nyalang dengan asap hitam mengepul dari ujung kaki. Semakin murka dengan balasan dari sang penabrak. Kekalahan bukan hal dibenarkan. "Eeerrrrrggggghhhhhh....,"


Lemparan bola api tanpa jeda menyerang sang penabrak. Dimana pria itu masih dzikir dan berpegang teguh pada setiap doa dengan tasbih selalu bergerak. Setiap kali bola api mendekatinya, maka lenyap begitu saja.


...----------------...


Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi. Semua itu dapat berlangsung dan terwujud dengan baik, karena seorang manusia dapat mendengarkan pembicaraan saudaranya, dapat melihat sosok tubuhnya, berjabatan tangan dengannya, melihatnya gembira sehingga dapat merasakan kegembiraan nya, dan melihatnya bersedih sehingga bisa merasakan kesedihannya.


Allah swt mengetahui fitrah manusia yang cenderung dan merasa tenteram bila bergaul dengan sesama manusia, oleh karena itu, Dia tidak pernah menganjurkan manusia untuk menjalin hubungan dengan makhluk ghaib yang asing bagi manusia. Bahkan Allah swt tidak memerintahkan kita untuk berkomunikasi dengan malaikat sekalipun, padahal semua malaikat adalah makhluk Allah yang taat kepada-Nya. Para nabi dan rasul alahimussalam pun hanya berhubungan dengan malaikat karena perintah Allah swt dalam rangka menerima wahyu, dan amat berat bagi mereka jika malaikat menampakkan wujudnya yang asli di hadapan mereka. Oleh karena itu tidak jarang para malaikat menemui Rasulullah saw dalam wujud manusia sempurna agar lebih mudah bagi Rasulullah saw untuk menerima wahyu.


Tentang ketenteraman hati manusia berhubungan dengan sesama manusia Allah swt berfirman:


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum: 21).

__ADS_1


Makna “dari jenismu sendiri’ adalah dari sesama manusia, bukan jin atau malaikat, atau makhluk lain yang bukan manusia. Karena hubungan dengan makhluk lain, apalagi dalam bentuk pernikahan, tidak akan melahirkan ketenteraman, padahal ketenteraman adalah tujuan utama menjalin hubungan.


...----------------...


__ADS_2