Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 32: RUMAH ALLAH


__ADS_3

"Astagfirullah, Ya Allah maafkan hamba yang melakukan zina mata." gumamnya memutuskan tatapannya, lalu bergegas meninggalkan tempat duduknya keluar dari bus.


Tak ingin semakin menambah dosa. Ia melangkah meninggalkan kerumunan mahasiswa. Sebuah mushola yang terlihat kubahnya menjadi angin segar baginya. Rasa syukur ia panjatkan dari dalam hati. Namun, sebelum melakukan apa yang menjadi tujuan. Lebih baik berbicara sebentar dengan salah satu dosen pria yang berdiri di dekat bus rombongan kedua.


"Assalamu'alaikum, Pak Ahmad." sapa pria itu dengan sopan.


Pak Ahmad tersenyum lebar, "Wa'alaikumsalam, Mas Azam. Baru sampai ya? Bagaimana perjalanannya?"


"Alhamdulillah, semua berjalan aman dalam lindungan Allah SWT. Saya ingin menunaikan kewajiban terlebih dahulu. Jika rombongan ingin melanjutkan perjalanan. Silahkan saja, nanti saja menyusul." Jelas Azam.


"MasyaAllah, Mas Azam ini bukan hanya muda, tapi juga patut menjadi suri tauladan generasi bangsa. Monggo, nanti tak sampaikan pihak panitianya." Ucap Pak Ahmad kagum.


Azam mengangguk pelan, "Terima kasih, Pak Ahmad. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Balas Pak Ahmad.


Azam meninggalkan pak Ahmad, dan menyusuri jalan setapak yang memang terarah ke mushola. Setapak dengan lebar satu meter itu terlihat masih baru. Mungkin saja baru di renovasi. Sepanjang jalan, deretan pinus dengan ukuran yang masih kecil berjejer rapi seperti pagar alam. Diiringi senandung sholawat nabi yang terdengar merdu meskipun suaranya sangat pelan.


Sholawat Jibril


Sholallahu 'Ala Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Sholallahu 'Ala Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

__ADS_1


Sholallahu 'Ala Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa SallamS holallahu 'Ala Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam


Asyroqol Badru 'Alaina Fakhtafat Minhul Budur Mitsla Husnikma Roaina Qhottuya Wajhas Shururi


Anta syamsun anta badrun Anta nurun fauqonuri


Anta syamsun anta badrun


Anta nurun fauqonuriAnta iksiru waghoriAnta misbahushshururi


Sholallahu 'Ala Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Sholallahu 'Ala Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam


Sholawat yang menambah suasana asri dengan terpaan angin yang menenangkan. Sholawat yang menjadi pengiring langkah menuju rumah Allah. Langkah kakinya terhenti, tapi tidak gerakan bibir yang masih setia bersenandung sholawat nabi. Azam hanya berhenti sesaat ketika mengucapkan salam dengan langkah pertama kaki kanan menapaki lantai mushola.


Tempat wudhu yang terlihat cukup panjang dengan kran air berjejer, tetapi terlihat genangan air tidak mau berkurang sedikitpun.


"Astagfirullah, sepertinya ini mampet." Azam melihat jam di pergelangan tangannya, "Waktu sholat masih cukup lama. Aku perbaiki saja.'


Tanpa peduli dengan keruhnya air yang mampet. Azam melepaskan kemejanya, jam tangan, lalu menggulung celana panjangnya. Setelah meletakkan di atas tembok sepertiga yang menjadi pagar mushola. Barulah pria itu masuk ke tempat wudhu. Tangan kekar dengan bulu-bulu tipis tak jijik masuk ke dalam kubangan air.


"Bismillaahirrohmaanirrohiim." Ucap Azam memulai pekerjaannya.

__ADS_1


Perlahan air mulai menyusut setelah saluran yang tersumbat dibersihkan. Beruntung di tempat wudhu ada sabun cair untuk mencuci tangan. Azam yang baru selesai melakukan pekerjaan, melanjutkan niatnya kembali. Berwudhu, dan keluar mengambil pakaian yang ia lepaskan.


"Alhamdulillah, tidak lagi menyumbat." ucap Azam memastikan air mengalir dengan baik, sebelum akhirnya berjalan memasuki tempat untuk melaksanakan ibadah.


Mushola di tempat wisata alam. Seperti biasa tidak banyak orang yang akan bertamu ke rumah Allah di jam segini. Hanya beberapa orang yang mengingat di tengah kesibukan dunia yang fana.


Azam memilih duduk di pojokan setelah mengambil satu Al-Quran. Waktu dhuha sudah terlewat karena ia memilih membenarkan saluran air di tempat wudhu. Jadi sebagai gantinya, membaca Al-Quran untuk memohon perlindungan Allah dari segala marabahaya. Sekali lagi suara merdu terdengar menggema di dalam mushola. Kali ini suaranya lebih terdengar jelas dan tidak ada penghalang.


Surat Al-Ma’idah Ayat 48


وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ


Arab-Latin: Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan 'alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi' ahwā`ahum 'ammā jā`aka minal-ḥaqq, likullin ja'alnā mingkum syir'ataw wa min-hājā, walau syā`allāhu laja'alakum ummataw wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji'ukum jamī'an fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn



Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,



Lantunan Al-Quran yang merdu dan khusyuk, sedangkan di tempat rombongan camping mahasiswa berkumpul. Tiba-tiba saja beberapa mahasiswa terkapar, tidak ada sebab. Namun, perubahan terjadi begitu cepat. Ada yang menangis meraung-raung. Ada yang berteriak menggunakan bahasa daerah. Ada yang langsung menyerang kawan dan dosen. Ada juga yang diam di tempat dengan mata melotot.

__ADS_1


"Nyingkir seko kene! Hihihihi....,"


(Menjauhlah dari sini! Hihihihi....,)


__ADS_2