Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 17: KUMOHON!


__ADS_3

"Dee, bisa jelasin ke kakak?" pinta Bella dengan sisa keberaniannya.


"Semua pelamar sebelum hari ini, bukan Ka Bella yang menolak. Tetapi suami kakak." Jawab Abil.


Kebenaran yang Abil katakan, membuat Ibu Sulastri dan Bella saling pandang. Pikiran kedua wanita itu sama, meskipun memiliki arah tujuan yang berbeda. Sang ibu menyadari semua tindakannya diawasi pangeran iblis, sedangkan sang putri masih berpikir untuk menyelamatkan keluarga. Maka ia harus menerima semua yang sudah terjadi.


Abil terdiam ketika tubuhnya mulai merasakan panas dingin. Perasaannya bercampur aduk seperti bubur sayur yang di blender. Hembusan angin membawa aura dingin tiba-tiba saja membanting pintu.


Braaak!


"Ibuu...," Abil berteriak terkejut dengan tubuh sedikit terguncang, membuat Ibu Sulastri langsung menghampiri putranya.


Sementara Bella mulai merasakan kehadiran suami gaibnya. Bulu kuduknya meremang berdiri dengan hisapan aroma melati pekat. Ntah apa yang akan terjadi. Namun, aura kematian beraroma anyir darah bercampur melati sangat mengusiknya.


Ku mohon jangan lukai keluarga ku.~batin Bella.

__ADS_1


Mereka harus ingat perjanjian pernikahan!~ Jawab Lucifer memasuki kepala sang istri.


Bella hanya bisa memejamkan mata ketika hembusan angin semakin tak tentu arah tujuannya. Jemarinya menghitung setiap kali ada suara benda jatuh, atau pecah. Suara dentingan dari berbagai arah sangat mengganggu, tapi ia hanya bisa membiarkan amarah suami gaibnya terlampiaskan dengan merusak semua barang. Hingga suara jeritan Abil terdengar menyayat hati.


"Lepaskan adikku!" Seru Bella ketika matanya terbuka dan melihat tubuh adiknya sudah di bawah kekuasaan Lucifer. "Ku mohon jangan sakiti adikku, hiks....,"


Anehnya hanya Bella seorang yang bisa bersuara. Gadis itu hanya fokus menatap suami gaibnya dengan langkah kaki perlahan menghampiri sang pangeran iblis. Hembusan angin semakin kuat, membuat rambut panjang hitam Bella melayang tak menentu arah.


"Lepaskan adik ku! Kumohon," Bella menangkupkan kedua tangannya, tetapi Lucifer tidak bergeming.


Raga Abil masih ia cengkram dengan satu tangan kanannya. Kabut hitam kemerahan perlahan menyebar, meninggalkan jejak ke seluruh rumah. Hingga Bella memberanikan diri menelusup masuk ke dalam raga pangeran iblis. Sebuah pelukan yang ia berikan, lalu mengangkat kedua tangannya memberikan usapan lembut di punggung sang suami.


Bisikan demi bisikan Bella, membuat amarah suami gaibnya mereda. Abil dilepaskan. Melihat itu Ibu Sulastri yang kehilangan suara bergegas mengamankan sang putra untuk menjauh dari pangeran iblis. Meskipun ada rasa khawatir untuk putrinya. Tetap saja keadaan putranya yang lebih harus diperhatikan.


Maafkan ibu, Ndu. Seharusnya ibu ingat siapa pangeran iblis. Sekarang ibu akan lebih berhati-hati.~batin ibu Sulastri sambil berlalu meninggalkan ruang tamu dengan menggendong tubuh Abil yang tak sadarkan diri.

__ADS_1


Sementara Bella masih berusaha memberikan pelukan yang erat agar menenangkan suami gaibnya. Meskipun tubuhnya terasa terbakar, tetap saja ia tidak peduli. Bisikan agar Lucifer melepaskan amarah, masih trus diucapkan. Hingga perlahan kepalanya terasa berat dengan penglihatan mulai buram. Usapan di punggung pun kian melemah.


Wajah pucat dengan tubuh yang dingin menghilangkan sisa kesadarannya. Tanpa ada lagi kekuatan tubuh gadis itu ambruk, tetapi langsung ditangkap Lucifer sebelum terjatuh ke lantai. Tatapan mata pangeran iblis meredup. Amarah yang ada di dalam dirinya lenyap begitu saja.


"Maaf, aku tidak bermaksud melukaimu." gumam Lucifer mengusap wajah dingin dan pucat sang istri.


Tanpa harus berjalan. Lucifer menjentikkan jari, membuat keduanya berpindah tempat. Kini ia dan sang istri sudah berada di dalam kamar yang selama dua bulan terakhir menjadi kamar kedua baginya. Perlahan ia baringkan tubuh Bella, lalu menyelimuti tubuh dingin gadis itu dengan selimut tebal. Bahkan tanpa sungkan, pria itu duduk seraya menggenggam tangan untuk menyalurkan energi lain agar menghangatkan tubuh yang kian memucat.


"Kenapa kamu melakukan semua ini? Sebesar itukah perasaanmu untuk ibu dan adikmu?"


...----------------...


Allah SWT dalam menciptakan makhluk, ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Di antara makhluk yang tampak ialah manusia, sedangkan makhluk yang tidak tampak ialah jin. Al-Qur‟an sendiri memberi perhatian yang besar terhadap jin dan manusia, terbukti banyak ayat yang menyebut kedua kata tersebut dan menjelaskan haliyah kedua makhluk tersebut.


Selain itu, kedua kata tersebut dijadikan salah satu nama surat dalam al-Qur‟an. Lebih-lebih jin sebagai makhluk gaib yang setiap orang bertakwa wajib mempercayainya. Dan sebagai manusia yang baik, tentu harus mengetahui tentang manusia itu sendiri, baik tentang kedudukannya, tugasnya, dan lain sebagainya. Di antara kedua kata yang disebutkan di atas, menariknya terkadang al-Qur‟an menyebutkan kedua kata tersebut secara beriringan dalam satu ayat.

__ADS_1


Hal ini merupakan pemahaman fundamental tentang jin dan manusia, baik pengertian jin dan manusia, asal-usul jin dan manusia, tugas dan kedudukan jin dan manusia, serta sifat dan kebiasaan jin dan manusia.


...----------------...


__ADS_2