Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 93: Terhempas dengan seonggok daging


__ADS_3

Pertarungan tak terelakkan, hingga satu ledakan besar menghempaskan keduanya. Ledakan itu berasal dari benturan kekuatan batu permata merah delima yang terus saja mendapatkan perlawanan dari jiwa Bella. Tidak seorangpun tahu, jika di sekitar mereka ada manusia lain. Manusia yang membawa setengah jiwa si gadis.


Daya tarik diantara jiwa yang seharusnya menjadi satu, membuat Bella terhempas kembali kedunia manusia. Gadis itu terhisap lubang hitam yang muncul dalam hitungan detik, lalu menghilang begitu saja, sedangkan Romo dan Simbah terpisah terhempas ke berbeda arah.


Namun, tidak dengan Azam. Dimana pria itu harus mencari kesana kemari si raga pemilik inti jiwa yang dia bawa. Sayangnya, orang yang dicari telah kembali ke dunia manusia. Meski, gadis itu terbuang ke tempat yang paling menyeramkan dari alam gaib.


Gludaak!


Suara benturan keras jatuh dari atap sebuah kamar. Gelap dengan aroma busuk. Ntah dimana dirinya berada, satu yang pasti tempat itu dipenuhi dengan aroma tak sedap. Meski begitu, ada aura negatif yang begitu kuat. Seakan ruangan itu tercipta untuk menjadi pusat pengumpulan energi buruk.


Bella mencoba meraba lantai seraya menahan rasa sakit akibat terbentur lantai yang keras. "Apa ini? Kenapa bentuknya panjang dan keras. Apa mungkin kayu atau gagang sapu?" Tanpa berpikir jauh, sesuatu yang dia dapatkan diangkatnya, lalu dicium. "Huueek. Busuk sekali, kenapa seperti bangkai."


Ntahlah. Apapun itu, langsung dilemparkan menjauh hingga terdengar suara benturan. Mungkin saja benda busuk tadi mengenai dinding. Bisa jadi, tiba-tiba saja suara lain terdengar menyahut. Suara yang mengeram seperti hewan buas.


"Siapa disana?" tanya Bella lirih.


"Gggrrrrhhhh....,"

__ADS_1


Suara yang semakin menyeramkan, membuat bulu kuduk berdiri. Bella seakan lupa. Jika dia masih memiliki batu permata merah delima di dalam tubuhnya. Gadis itu kembali menjadi manusia, tanpa bisa merasakan kekuatan yang dia miliki. Inilah perbedaan diantara kedua alam.


Jika seorang manusia tanpa memiliki ilmu dan secara tak sadar memiliki pelindung. Maka, seperti orang awam yang tidak tahu, jika di dalam raganya memiliki kekuatan yang besar. Seperti itulah posisi Bella saat ini. Sementara di alam gaib. Batu permata bisa menguasai tubuh yang mereka tempati.


Begitu juga dengan Bella. Dimana gadis itu melupakan semua perbuatannya selama di alam gaib. Bukan hanya itu saja, dia juga bingung karena berpikir terakhir kali yang diingatnya saat berpamitan pada sang ibu. Semua itu menjadi masalah baru karena saat ini. Dia berada di tempat yang tidak pernah terbayangkan. Tiba-tiba saja, sebuah lilin menyala.


Bella semakin was-was, berkat cahaya itu. Tatapan matanya melihat sesuatu yang sangat menjijikkan. Dimana di depan sana, tumpukan tulang berlumuran darah dengan sisa daging mulai membusuk. Pantas saja aroma yang menusuk hidung tak berhenti mengaduk isi perutnya.


Rasanya sangat eneg, bahkan kunang-kunang mulai berdatangan menari memutar dikepalanya. Ingin rasanya terpejam dan melupakan semua yang dia lihat, tetapi suara erangan kembali menyadarkannya. Dari lubang yang cukup untuk bersembunyi seorang anak kecil di depan sana, keluar asap hitam dengan erangan yang semakin keras.


"Siapa itu?" tanya Bella sekali lagi menahan gemetar tubuhnya.


Wuushh!


Craauush!


Braak!

__ADS_1


Bella terkejut karena suara yang bermunculan dari berbagai arah. Ntah siapa yang mencoba menakuti nya. Beberapa detik hanya terdengar suara saling bersahut-sahutan tanpa penampakan yang berarti, membuat gadis itu perlahan beranjak dari tempatnya terduduk.


Setiap gerakan yang dilakukan Bella, ternyata memicu semua lilin di dalam ruangan itu menyala. Gadis itu, tidak tahu. Jika dialah yang memulai penyalaan obor kehidupan yang selama ini padam. Siapa sangka, tempat yang menjadi pijakan kakinya adalah sebuah tempat ritual suci yang menjadi pusat segala ritual para leluhurnya.


Wuush!


Buaaam!


"Semua lilin menyala, tapi siapa yang menyalakannya? Lalu, kenapa tempat ini dipenuhi dengan bangkai dan bagaimana bisa menjadi satu dalam ruangan sesempit ini. Apakah lubang itu menjadi jalan keluar?"


Rasa penasaran dan pertanyaannya, mendapatkan jawaban. Dimana suara tawa menggelegar memekakkan telinga, membuat kedua tangannya langsung menutup telinga yang berdengung. Tawa itu memantul seakan begitu banyak orang di dalam ruangan itu. Bella memejamkan mata, tetapi bisikan-bisikan dengan rapalan mantra terus saja menelusup masuk mencoba mempengaruhinya.


Pelan, tapi pasti. Rapalan mantra kebangkitan jiwa mulai terdengar seirama, bahkan gadis itu secara sadar ikut merapalkan mantra, membuat seonggok daging yang menghitam menggelembung seperti mendidih. Cahaya lilin bergoyang mengikuti alunan rapalan yang terkadang keras, terkadang lirih. Semakin lama, seonggok daging mulai berubah menjadi bentuk tubuh seseorang.


Bella yang sepenuhnya terpengaruh oleh aura negatif. Akhirnya menjadi pembangkit makhluk serakah yang memulai semua perjanjian. Makhluk itu memiliki kekuatan yang begitu besar, meskipun pada kenyataannya hanyalah seonggok daging tak bernama.


"Hahahaha, urip eneh awakku."

__ADS_1


(Hahahaha, hidup kembali diriku.)


__ADS_2