Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 53: PENJELASAN GAEL


__ADS_3

Jawaban wanita itu, membuat Lucifer mengedipkan mata. Tubuh Delisa jatuh terjerembab ke lantai. Tatapan mata yang semakin tajam sang pangeran iblis, tapi tidak ada niat jahat dari Lucifer, "Keputusanmu diterima. Aku akan kembali pada waktunya nanti. Silahkan, lakukan apapun yang kamu bisa untuk menyelamatkan keluarga itu. Waktumu hanya satu minggu dari sekarang. Selamat menikmati sisa akhir waktumu, Delisa Anastasya."


á´˜angeran iblis melesat kembali menjadi bayangan berkabut putih. setelah kepergian Lucifer. Delisa perlahan bangun dari tempatnya terjatuh. Wanita itu berusaha untuk bangkit menahan seluruh rasa sakit yang kini tengah dirasakan. Namun, seluruh tubuh terasa remuk redam dan tak mampu untuk bangkit. Keadaannya terlalu lemah untuk dipaksakan berdiri. Disisa kesadaran yang ia miliki, Delisa hanya mengingat sesuatu yang bisa memberikan kekuatan dan menghadirkan senyuman.


Sayang, aku merindukanmu. Datanglah padaku, meski hanya sekali untuk yang terakhir. Aku siap, mendengarkan semua penjelasanmu, tapi tolong jangan diam melihat semua ini. Aku tahu, kamu bisa mendengarku. Meskipun kamu tak ada disisiku, Gael.~batin Delisa seraya menikmati pandangan mata yang semakin buram.


Suara batin Delisa seperti sebuah surat ajaib yang terbang dan menghilang begitu saja. Suara lemah dengan alunan nada resah gelisah, terdengar menggema di telinga Sang Kekasih. Di mana, seorang pria yang memejamkan mata langsung bangun dari tidurnya. Tanpa menunggu waktu, pria itu menghilang dan muncul kembali di dalam rumah Delisa.


Tatapan matanya terkejut, ketika melihat kondisi sang kekasih yang sudah terkapar di bawah lantai, "Delisa!"

__ADS_1


Seruan Gael tidak didengar oleh sang kekasih. Wanita itu, sudah tak sadarkan diri dengan beberapa luka di tubuhnya. Pria itu menghampiri Delisa, lalu merengkuh tubuh kekasihnya ke dalam pelukan seraya menepuk pipi sang kekasih agar kembali sadar.


"Sayangku, apa yang terjadi padamu? Aura ini ini milik kakak. Mungkinkah, kakak datang kemari dan melukai Delisa, tapi kenapa? Apa mungkin karena menyangkut masalah wanita paruh baya itu," Pria itu benar-benar bingung dengan apa yang terjadi pada Delisa, tapi satu hal yang pasti. Kakaknya ada di balik semua peristiwa ini dan ia akan meminta pertanggung jawaban nanti.


Gael langsung merawat Delisa dengan memberikan energinya. Pria itu menyalurkan kekuatannya agar mengurangi rasa sakit yang diderita sang kekasih. Perlahan secara pasti, kelopak mata sang kekasih terbuka dan senyuman manis masih saja menghiasi bibir wanita itu, "Sayang, apa yang kamu rasakan? Dimana yang sakit?"


Delisa mengangkat tangannya yang lemah. Sentuhan lembut di pipinya, membuat Gael bernafas lega dan juga membalas senyuman sang kekasih, "Aku akan membawamu ke kota. Jangan khawatir, aku janji akan menjagamu."


"Delisa, Aku akan menjelaskan semuanya, tapi sekarang kesehatanmu lebih utama. Luka fisikmu tidak seberapa...,"

__ADS_1


"Aku baik, jangan khawatir, Sayang. Luka dalam ini, masih belum seberapa. Kapan, kamu akan mengatakan, jika Pangeran Iblis adalah kakakmu?" tanya Delisa menatap Gael tanpa berkedip, membuat pangeran kedua memejamkan matanya sejenak.


"Seharusnya, Aku jujur sejak awal, tapi hubungan kita tidak memiliki jalan untuk mencapai Pangeran Pertama. Dulu saat pertama kita mengenal, kamu hanya seorang gadis remaja dengan kebiasaan bernyanyi di bukit belakang. Sejak saat itu, aku selalu ingin mendengar suaramu."


"Aku tidak tahu, jika kamu cucu dari nenek Widuri. Wanita yang memiliki ikatan dengan Pangeran Pertama. Seiring waktu, kita saling mengenal dan tahu benar perbedaan alam yang ada diantara kita. Delisa, aku tidak bermaksud berbohong denganmu. Hanya saja, aku sudah lama meninggalkan istana dan aku kembali beberapa waktu yang lalu. Semua itu karena Romo memanggil ku untuk kembali."


Gael menjeda penjelasan yang tengah ia usahakan untuk dibuka secara perlahan, membuat Delisa diam menyimak tanpa menyela. Wanita itu membiarkan rasa sakit di dalam tubuhnya semakin menyiksa nya, tapi tak berniat untuk menghentikan kejujuran sang kekasih. Kebenaran yang terkubur begitu dalam, perlahan mulai terungkap.


Penjelasan Gael masih berlanjut, sedangkan di dunia alam gaib. Sebuah pertemuan rahasia tengah berlangsung. Tatapan mata tajam, licik dan ambisius jelas terpancar dari para makhluk gaib yang ada di tempat tersembunyi itu, hingga sekelebat bayangan merah datang menghampiri. Kemudian duduk disisa kursi yang tersedia.

__ADS_1


"Jadi, apa keputusan kalian?"


__ADS_2