Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 52: KEBENARAN DARI LUCIFER-KEPUTUSAN DELISA


__ADS_3

Ajakan Lucifer dengan senyuman manis membuat Abil ikut tersenyum. Keduanya saling memandang tanpa berkedip. Senyuman yang semakin merekah hingga tiba-tiba saja tubuh anak kecil itu perlahan limbung dan jatuh tak sadarkan diri.


"Kamu harus istirahat, Adikku tersayang karena saat ini, hanya kamu yang bisa membuat ibumu mengikuti semua perintahku," Lucifer menghilang dan tidak lupa membawa abil untuk dibawa ke kamar anak itu.


Tidak akan ada yang menyangka. Jika anak itu terlelap karena pengaruh kekuatannya termasuk Ibu Sulastri. Lucifer sengaja, membuat Abil tak sadarkan diri. Saat ini tugasnya akan berlanjut. Dimana ia harus membawa Bella untuk pergi ke alam gaib. Waktu bulan purnama, tinggal beberapa hari lagi. Maka ia harus mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk membuat Ibu Sulastri diam tak berkutik.


"Sebelum aku melakukan tugas selanjutnya. Aku harus bertemu dengan wanita itu. Tidak akan kubiarkan dia ikut campur dalam urusanku. Aku tidak peduli, meskipun aku tahu. Dia adalah kekasih adikku sendiri," ujar Lucifer, lalu menghilang dari rumah ibu Sulastri.


Pangeran iblis memilih untuk mendatangi Delisa Anastasya, yang kini bersiap untuk pergi ke luar kota. Rimbunnya pepohonan dengan suara gagak bersahut-sahutan, membuat Delisa Anastasya merasakan kecemasan yang luar biasa. Tiba-tiba saja, tubuh bergetar hebat dengan keringat membanjiri dahi.


Siapa yang datang mengunjungiku? Kenapa semua burung berteriak memekakkan telinga. Sungguh ini sangat sakit.~ batin Delisa sembari mengangkat kedua tangannya untuk menutupi telinga.


Pintu merah yang terbuka dengan suara benturan begitu kencang. Seperti hembusan angin badai yang menerjang bersama siluet kabut putih. Bayangan hitam melesat masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba saja seluruh bulu kuduk berdiri. Wanita itu, bahkan masih belum sempat mengenakan cadarnya


Bayangan hitam perlahan menunjukkan wujud aslinya. Seorang pria tampan dengan garis wajah yang tegas. Tatapan mata tajam tapi kuku-kukunya sangat panjang dan juga tajam kehitaman. Sosok makhluk gaib dengan rupa manusia. Delisa menatap mata pria yang kini ada di depannya. Wanita itu sadar, jika pria itu adalah makhluk gaib.


"Siapa kamu? Aku tidak punya urusan denganmu dan kenapa kamu merusak pintu rumahku?" Delisa bertanya dan menahan rasa sakit yang kini menyesakkan dada.


Lucifer tersenyum tipis, lalu menunjuk wajah Delisa dengan tatapan mata tajam, "Kamu, berani sekali bermain-main denganku."

__ADS_1


Delisa tak paham. Kenapa makhluk gaib di depannya, menuduh dia melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan. Lagi pula, siapa makhluk gaib itu. Beberapa hari ini, ia bahkan tak membantu orang. Tentu saja, setelah pertemuan dengan ibu Sulastri. Dihari itu adalah hari terakhir membantu seorang client.


Apa yang ada di pikiran Delisa, terbaca oleh Lucifer. Sontak saja, pangeran iblis menghilangkan senyuman tipisnya. Kemudian mengibaskan tangannya, membuat tubuh Delisa terhempas ke belakang membentur dinding rumah. Suara tubuh terbentur tembok, terdengar cukup keras. Wanita itu terbatuk-batuk seraya menahan rasa sakit yang menderanya.


Ingatan wanita itu sangat buruk sebagai seorang manusia. Selama beberapa hari saja. Sudah melupakan telah menolong siapa dan mengganggu siapa. Lucifer menjentikkan jari, membuat tubuh Delisa melayang terbang ke atas. Kini, tubuh wanita itu ada di bawah kendali sang pangeran iblis.


Uhuk!


Uhuk!


Delisa semakin terbatuk. Dia tak bisa menahan rasa sakit yang sudah ditahan, "Lepaskan aku. Apa salahku? Apa maumu?"


Jujur saja, dia masih bingung apa salahnya terhadap makhluk gaib itu. Bukan datang dengan permisi, tapi justru datang dengan cara merusak pintu. Ingin mengeluh ataupun melaporkan, tetap saja percuma. Kini yang dihadapi bukan sesama manusia.


Delisa merenung, mencoba mengingat. Siapa yang ia bantu dan benar saja memang yang dimaksud makhluk gaib itu adalah tentang ibu Sulastri. Jika benar, maka yang ada di depannya adalah Pangeran iblis. Itu berarti, selama beberapa hari ini, rasa sakit yang ia derita memang hanya sebuah peringatan dari sang pangeran. Ternyata benar ucapan sang kekasih, bahwa Pangeran iblis bukanlah makhluk gaib tandingannya.


Dia masih tak mampu untuk mengatasi kekuatan yang benar-benar luar biasa. Satu hempasan saja bisa meremukkan tubuh. Satu jentikan jari bisa mengambil alih kendali semuanya. Sementara dirinya masih belajar kitab dari sang nenek. Perbandingan yang tidak bisa dibandingkan. Kini ia sadar, harus berhadapan dengan siapa.


"Kamu sudah mengingatnya? Aku akan berikan satu kesempatan. Jangan ikut campur urusanku. Jika, kamu sayang dengan nyawamu. Maka, jangan pernah datang untuk menemui Sulastri! Apalagi, kamu mencoba membuka peti itu."

__ADS_1


Ucapan Lucifer, membuat Delisa sedikit merasa ketakutan. Akan tetapi, di dalam hati wanita itu tetap kekeh masih ingin menolong Ibu Sulastri. Niat itu tak bisa luntur, karena ia telah berjanji akan menolong keluarga Sulastri. Demi memenuhi wasiat sang nenek yang sudah meninggal.


"Pangeran, Aku tahu, apa tujuanmu menikah dengan anak ibu Sulastri. Namun, apakah ini sudah benar? Bukankah masih banyak...," Ucapan Delisa seketika terhenti karena Lucifer menjentikkan jarinya kembali. Iblis itu, tak ingin mendengar apapun pembelaan dari wanita yang kini memiliki profesi sebagai seorang paranormal.


"Kamu, manusia dan Aku, iblis. Kita berbeda, tapi dia adalah milikku. Baik kamu, baik Sulastri ataupun orang lain. Tidak ada yang bisa mengganggu urusanku. Aku tidak akan melukai manusia, yang tidak bersalah. Satu kebenaran yang harus kamu tahu. Kekasihmu adalah Pangeran kedua dan dia adalah adikku. Jadi, jangan kamu pikir, aku tidak bisa berbuat apapun," jelas Lucifer tanpa basa basi karena ia tak mau mendengarkan apapun. Selain keputusan yang ia buat harus diterima oleh semua orang.


Apa yang kudengar ini benar. Apakah benar kekasihku adalah Pangeran kedua? Jika benar itu artinya, Gael adik dari pangeran iblis. Kenapa aku tidak tahu tentang ini? Kenapa? ~batin Delisa dengan pertanyaan yang ia sendiri tak tahu, harus bertanya pada siapa.


Jika benar, Gael adalah adik Pangeran iblis. Seharusnya, dia diberitahu lebih awal, tapi kenapa tidak ada perkataan tentang itu. Sungguh ia akan kecewa berat. Ketika kenyataan itu tidak pernah diberitahukan langsung oleh sang kekasih. Apalagi saat ini, Gael tidak berkunjung. Lucifer tersenyum di dalam hati. Ia memang tak berniat untuk memberitahukan kekasih adiknya tentang kebenaran ini, tapi hanya ini satu-satunya pengalihan yang bisa dilakukan.


"Aku memiliki penawaran yang bagus untukku. Jika kamu mau berhenti melakukan niat yang ada di dalam hatimu. Aku berjanji akan membawa kekasihmu kembali. Satu kebenaran yang harus kamu tahu. Saat ini, adikku telah dijodohkan dan aku tidak setuju itu, tapi aku bisa menyetujuinya. Jika kamu berbuat ulah dan mengganggu tujuan yang sudah aku putuskan."


"Silahkan, Kamu putuskan dan ingat satu hal. Apapun yang menjadi keputusanmu nanti. Itu yang akan terjadi dan jika, kamu melanggar keputusanmu. Aku sendiri yang akan memisahkan kalian."


Lucifer menjentikkan jarinya sekali lagi. Kini ia tak mengendalikan indra sang kekasih Gael. Delisa bisa berbicara lagi. Namun, wanita itu masih terdiam tanpa kata. Wajah tegang dengan alis bertautan. Terlihat tengah berpikir keras, hingga Pangeran iblis membuyarkan fokusnya.


"Apa yang kamu putuskan?" tanya Lucifer mencoba untuk membuat negosiasi bersama Delisa.


Delisa menghela nafas, lalu memejamkan mata sesaat. Wanita itu berpikir apa yang akan ia lakukan. Setelah kebenaran terungkap tentang Gael. Kenyataan yang mungkin saja itu benar dan bisa saja itu hanyalah sebuah kebohongan. Akan tetapi, ia menyadari bahwa Pangeran iblis memiliki sebuah kebenaran yang bisa terpancar di sorot matanya. Meskipun, tatapan mata itu sangat tajam dan juga mengancam. Tetap saja ada kejujuran yang bisa ia rasakan.

__ADS_1


"Aku tetap pada keputusanku. Aku, tidak mungkin untuk mengingkari janji yang kuucapkan pada nenekku. Apapun resikonya, aku akan membantu ibu Sulastri." Ucap Delisa tanpa ragu sedikitpun. Akhirnya, Delisa mengambil keputusan. Jika dirinya, tidak akan mengakhiri apa yang sudah ia mulai.


Jawaban wanita itu, membuat Lucifer mengedipkan mata. Tubuh Delisa jatuh terjerembab ke lantai. Tatapan mata yang semakin tajam pangeran iblis, tapi tidak ada niat jahat dari Lucifer, "Keputusanmu diterima. Aku akan kembali pada waktunya nanti. Silahkan, lakukan apapun yang kamu bisa untuk menyelamatkan keluarga itu. Waktumu hanya satu minggu dari sekarang. Selamat menikmati sisa akhir waktumu, Delisa Anastasya."


__ADS_2