Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 69: NYAI SEKAR ABANG


__ADS_3

"Apa ada pilihan lain? Aku disini hanyalah menjadi boneka. Sebagai seorang putri demi menyelamatkan keluarganya dan sebagai seorang istri demi sang suami."


Pernyataan Bella membuat Lucifer tersenyum tipis. Pangeran iblis tahu, jika istrinya memang gadis yang baik. Akan tetapi ia tidak bisa menjadi seorang suami yang berjiwa malaikat. Tanggung jawabnya masih dalam genggaman dan tidak mungkin melepaskan begitu saja. Terlebih lagi kini juga menyangkut kedua alam


Lucifer mengulurkan tangan kanan, lalu disambut Bella tanpa penolakan. Kemudian Pangeran itu membawa sang istri menghilang dari dalam kamar untuk menemui seseorang yang memang harus mereka temui. Hanya dengan satu kedipan mata. Kedua insan itu telah berdiri di atas sebuah batu besar. Suara gemericik air terdengar cukup jelas diiringi dengan suara seruling bambu yang merdu.


Bella yang masih dalam keadaan emosi seketika terdiam membisu. Tiba-tiba hatinya merasa semakin lebih tenang dan baik. Alunan irama seruling itu sangat menyentuh hati dan seperti menghipnotis dirinya agar tetap menjaga keseimbangan emosi. Sementara Lucifer menjentikkan jari, membuat aliran air sungai di depannya terbelah menjadi tiga cabang anak sungai.


"Itu menakjubkan. Dunia nyata tidak bisa melakukan seperti yang kamu lakukan. Bagaimana cara melakukan itu?" tanya Bella spontan, sikap tenang gadis itu adalah hasil dari pengaruh alam.

__ADS_1


Lucifer tidak memberikan penjelasan apapun, tapi pangeran itu justru menunjuk ke arah sebuah batu yang bersinar kemerahan, "Apa yang kamu lihat dari batu di pojok itu?"


Pertanyaan sang suami, membuat Bella mengikuti arah yang di maksud. Batu seukuran galon dengan sinar kemerahan yang cukup kontrak dikelilingi air sungai yang jernih, "Tidak ada apapun selain batu itu. Apa aku harus melihat sesuatu?"


"Kamu akan melihat, tapi pejamkan matamu dulu!" titah Lucifer yang mengangkat tangan satunya dan menutup kedua mata Bella, "Dia adalah penghuni sungai keramat di alam gaib. Semua makhluk memanggilnya dengan sebutan Nyai Sekar Abang. Tugasnya menjadi seorang putri penari dan perias pengantin. Jadi, kamu akan dibawa bersama Nyai Sekar untuk dipersiapkan terlebih dahulu."


Nyai Sekar Abang adalah seorang putri dengan pakaian ala keraton yang duduk bersila di atas batu sinar kemerahan. Putri itu memiliki mahkota kecil berwarna putih keemasan. Terlihat cantik menawan Meski tengah memejamkan mata dengan tangkupan kedua tangan di depan dada.


Pangeran iblis menghilang begitu saja dan meninggalkan Bella sendirian. Dimana hati gadis itu kembali merasakan kecemasan. Namun, suara seruling kembali terdengar. Seakan semua sudah direncanakan. Waktu menjadi milik sang penghipnotis. Sementara Delisa harus menikmati rasa sakit akibat perlawanan yang coba dia lakukan. Wanita itu berusaha mencari tahu jalur pintas ke dunia manusia. Namun, berakibat fatal.

__ADS_1


Tiba-tiba saja darah keluar dari mulutnya, dan semua sesajen hancur berantakan. Di saat berusaha bangkit. Justru para makhluk mulai mengepung gua itu. Satu hal yang menjadi penghalang yaitu abu suci. Jadi selama lingkaran itu masih utuh. Maka, posisi Delisa tetap aman di tempatnya berdiri. Wanita itu melepaskan cadar, lalu mengusap darah yang keluar.


"Aku tidak bisa kemana-mana. Para makhluk sudah mengepung dan siap menghancurkan ku. Jadi, mau, tidak mau. Aku harus stay disini. Ntah kemana Gael. Panggilan ku tidak sampai pada pangeran kedua. Apa mungkin karena saat ini di dunia gaib? Tidak. Pasti karena disini terlalu banyak makhluk dengan energi negatif."


Delisa mencoba tetap tenang, hingga tiba-tiba saja ada bisikan yang berusaha memberikan jalan keluar. Suara tegas dengan lantunan doa. Suara itu terdengar sangat familiar. Hanya saja, seperti sinyal putus nyambung. Apa yang dikatakan terdengar setengah-setengah. Sama sekali tidak jelas dan hanya tiga kata yang terdengar gamblang.


"Api, suci, bakar. Siapapun kamu, bisa ulangi lagi tidak? Aku tidak bisa mendengar dengan jelas."


...----------------...

__ADS_1


Sore reader's, maaf ya, othoor kemarin gak up. InsyaAllah setelah sebelah done crazy up. Besok up lebih banyak lagi, so. See you next chapter guy's 🥰


...----------------...


__ADS_2