
Tangannya semakin mendekati bola matanya, di saat bersamaan. Abil tak sanggup lagi menahan gejolak di dalam perutnya. Keringat dingin membasahi punggung anak itu. Baru saja bibirnya akan bergumam, Diana langsung membungkamnya kembali.
"Akhirnya ketemu bola mataku."
Ibu Sulastri membenamkan matanya agar kembali bisa dipakai untuk melihat. Wanita itu seperti zombi di permainan game zone yang banyak dimainkan anak-anak muda. Menyeramkan, tetapi ketika semakin dipandang. Justru menjijikkan.
Abil saja sampai tak sadarkan diri karena tak sanggup lagi menahan rasa takutnya yang begitu over. Sementara Diana terus melantunkan dzikir agar hati dan pikirannya bisa tenang, dan mencoba untuk melupakan semua yang dialami selama beberapa hari.
Langkah Ibu Sulastri meninggalkan kamar tirai hitam. Ntah apa yang akan dilakukan wanita itu, tapi sudah jelas sebagai manusia biasa. Dia tak mungkin melawan makhluk jadi-jadian. Ketegangan yang dirasakan Diana berakhir dengan kepergian Ibu Sulastri, sedangkan di alam lain.
Sang kakak harus menjadi tawanan makhluk tangan panjang. Makhluk yang melakukan perlawanan di dalam kamar bawah. Semua itu karena Azam telah mengambil inti jiwa Bella dan sebagai gantinya justru Ela yang ditangkap.
Awalnya, KaCan hanya dipermainkan oleh ilusi. Meski akhirnya menjadi terperangkap hingga jatuh ke kamar, di mana makhluk tangan panjang menjadi penguasanya. Wanita bercadar itu, masih menempati rumah yang sama, tetapi berbeda dimensi dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Kembali ke alam gaib. Dimana Romo dan Simbah menghampiri kamar Lucifer. Keduanya berniat untuk memenjarakan pangeran iblis agar tidak kembali ke dunia manusia, sedangkan waktu yang tersisa semakin menipis. Kini hanya menghitung jam untuk mencapai puncak purnama ketiga.
Di saat waktu berakhir. Permata merah delima akan meninggalkan wadah sementaranya dan kembali ke tubuh asli. Yaitu Lucifer sang Pangeran Iblis. Jika itu terjadi, seluruh alam gaib akan menjadi kekuasaannya. Meski untuk itu, ada fase kehilangan kekuatan secara permanen lima menit sebelum permata kembali masuk ke dalam raganya.
Romo sendiri dengan jelas mengatakan semua yang bisa menjadi bantuan untuk menyelesaikan situasi di dua alam. Sebenarnya, bisa saja dia membiarkan semua itu terjadi. Namun, ada yang tersimpan di dalam lubuk hatinya, dan Simbah pun tidak boleh sampai tahu. Apa niat seorang mantan raja Iblis.
Ketika keduanya sampai di depan pintu kamar Lucifer. Pintu itu sudah terbuka lebar, bahkan pemilik kamar sudah menunggu dengan berdiri sejajar lurusan pintu kamarnya. Senyuman tipis dengan kabut hitam yang menyelimuti tubuh, membuat Romo waspada.
Tiba-tiba tatapan ayah dan anak saling menajam dengan kepalan tangan. Ntah kenapa, Simbah hanya merasakan firasat yang buruk dan kekuatan dari kedua belah pihak bisa saja menghancurkan kamar itu, dan jika itu terjadi. Bukan tidak mungkin. Bella akan datang karena tertarik pada energi yang besar.
"Nak, tenanglah! Apa kamu melupakan ibumu? Kemarilah." Ucap Simbah menurunkan nada bicaranya, ini bukan tipu muslihat karena rasa untuk putranya masih tetap ada di dalam lubuk hatinya. "Sekali saja, ayo kita duduk bersama membicarakan masa lalu. Bagaimana?"
Bujukan yang Simbah lakukan, tak seirama dengan tatapan tajam Romo yang semakin mengundang amarah Lucifer. Memang kedua pria itu hanya diam, tetapi keduanya bertarung energi. Lihatlah kabut hitam yang semakin memenuhi kamar. Kabut yang berbentuk tangan panjang saling melesatkan pukulan.
__ADS_1
"Nak!" panggil Simbah sekali lagi, membuat Lucifer memejamkan matanya.
Suara itu tak asing. Suara yang selalu memberikan nasehat di setiap waktu. Pada masa itu, disaat dia masih menjadi manusia. Ingatan akan kehidupan yang lalu seakan mencoba menerobos pertahanan seorang pangeran iblis.
"Aku bukan anakmu. Berhenti memanggilku, Nak. Aku adalah pangeran iblis." Lucifer membantah pernyataan Simbah, meski dia sadar. Jika wanita paruh baya itu, memang tidak salah memanggilnya sebagai anak. "Jika kamu, memang menganggap diriku anak. Jauhi Romo."
Permintaan sederhana yang memberikan klue baru pada Simbah. Dimana Lucifer berusaha menjelaskan situasi yang ada dengan satu peringatan, tetapi tatapan Romo semakin tajam.
"Jangan percaya pada pangeran iblis. Bagaimanapun, dia tetap sudah terpengaruh batu permata merah delima. Semua yang dikatakannya adalah dusta." Romo mencegah Lucifer untuk memberikan peringatan pada Simbah.
Sepertinya, Romo lupa. Jika dia, juga seorang iblis, bukan manusia. Lalu, bagaimana bisa seorang iblis berteriak iblis? Bukankah itu seperti, ketika seseorang melemparkan bola kasti ke dinding. Maka secara otomatis akan memantul kembali. Seperti acungan jari telunjuk yang pasti lebih banyak jari yang menunjuk ke arah diri sendiri.
Tindakan Romo terlalu terburu-buru, membuat Simbah menatap mata Lucifer. Netra yang sama dengan sorot mata pemberani. Jelas itu mata milik putranya. Seakan mengenang masa lalu. Keduanya memberikan isyarat mata yang tidak bisa dipahami oleh sang mantan raja iblis, hingga tiba-tiba Simbah melemparkan abu suci ke arah Lucifer.
Abu itu menjadi percikan api, jelas nampak lengan Lucifer ikut terbakar karena menghalangi abu suci untuk mengenai wajahnya yang tampan, hingga kabut hitam berubah menjadi kemerahan diiringi suara teriakan yang menjerit kesakitan.
Wuusshhh!
Lucifer menghilang bersama suara erangan kesakitan. Semua itu terjadi dalam hitungan detik. Romo yang kurang waspada langsung mencengkram leher Simbah, membuat wanita paruh baya itu tersenyum puas. Tatapan tajam sang mantan raja iblis. Tidak sedikitpun menggetarkan jiwa Simbah.
Wanita paruh baya itu, akhirnya mendapatkan jawaban. Siapa yang memiliki jiwa iblis sejati. "Iblis tetaplah iblis. Sebanyak apapun tipu muslihat. Manusia tahu, jiwa pendosa akan selalu berbuat kepalsuan. Aku tidak tahu, Lucifer itu putra ku atau tidak. Aku hanya percaya, dia lebih baik darimu."
"Enyah KAU manusia rendahan." geram Romo semakin mencengkram leher Simbah.
Namun, disisa kesadaran wanita paruh baya itu. Tiba-tiba saja ada bayangan yang melesat cepat, dan membawa Simbah pergi dengan melompati jendela kamar Lucifer. Sontak saja, sang mantan raja iblis berusaha mengejar dengan ikut melesat menjadi bayangan.
.
__ADS_1
.
.
...🔥💕💕💕🔥🔥💕💕🔥🔥💕💕💕🔥...
.
.
.
*Aku bingung sendiri mau up double atau gak. 🌚
Jadi, bagaimana, ya 😌🍃
Apakah cerita ini cukup menarik untuk para pembaca?
Apakah cukup menegangkan?
Apa yang harus Aku perbaiki?
Jangan lupa kritik, dan saran kalian, Ya.
Semangat juga harus disebarkan.
🌚*
__ADS_1