Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 66: KEPUTUSAN GAEL - ATURAN KERAJAAN


__ADS_3

"Sayang, apa yang kamu pikirkan? Kenapa aku merasa, ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku."


Pertanyaan itu menjadi rasa penasaran, tapi Delisa memilih untuk diam saat ini. Ada yang tidak bisa dijelaskan, "Terkadang, diam lebih baik. Gael, aku ingin melakukan ritual. Apakah ada tempat yang aman? Kamu, pasti paham maksudku."


Gael menganggukkan kepala paham, lalu sesaat berpikir memilih tempat yang tepat dan tidak satu makhluk pun akan mengganggu kekasihnya nanti. Proses ritual yang memang akan menjadi pelepasan energi, membuatnya harus benar-benar membuat keputusan yang tepat. Setelah berpikir, ada satu tempat yang dikhususkan, tapi untuk kesana harus seizin Romo.


Sementara, saat ini bisa dipastikan Romo nya sudah mendengar kedatangannya bersama Delisa. Memang belum didatangi, tapi bukan berarti akan dibiarkan. Selain memerlukan izin dari Romo, masih bisa meminta izin dari pangeran pertama. Kakaknya sendiri, benar-benar pilihan sulit. Namun, jika sang kekasih ingin melakukan ritual. Sudah pasti ada hal penting dan tidak bisa diganggu gugat.


Tanpa sadar, Gael justru melamun memikirkan segala kemungkinan dan membuat Delisa termenung. Apakah mungkin, di dunia gaib tidak memiliki tempat yang aman? Bisa saja seperti itu, tapi bagaimana caranya memulai ritual, sedangkan alam gaib berbeda dengan alam manusia. Meski jiwa sering melakukan perjalanan gaib. Tetap saja, ini pertama kalinya melakukan perjalanan secara real pijakan kaki di tanah alam lain dengan kesadaran penuh.


"Sayang, apa ritual ini bisa menunggu sampai bulan purnama ketiga berakhir?" tanya Gael memastikan sesuatu, sebelum mengatakan keputusannya.


Delisa meraih tangan kekasihnya, lalu menatap manik mata Gael penuh arti, "Ritual ini harus selesai sebelum bulan purnama ketiga. Aku percaya kamu, dan ku harap, kamu juga percaya padaku. Jika kerjasama kita berhasil, maka semua akan baik-baik saja. Pengorbanan mungkin harus dilakukan, dan apapun yang terjadi nanti. Kita sudah berusaha yang terbaik."

__ADS_1


"Aku akan selalu mempercayaimu, Sayang. Tunggulah di kamar, aku akan kembali setelah mempersiapkan segala kebutuhan untuk ritual mu," ujar Gael, lalu menghilang menjadi sekelebat bayangan hitam.


Kepergian Gael, membuat senyuman di wajah Delisa menghilang. Wanita bercadar itu, bisa merasakan kekuatan yang dahsyat tengah mengawasi setiap pergerakannya. Namun, itu tak membuat dirinya gentar. Justru, hal itu menjadi bukti. Jika keberadaan seorang manusia di alam gaib, bisa menggoyahkan keyakinan para makhluk astral.


Tak ingin terlalu tegang, Delisa mulai bernyanyi mengikuti suara hati. Irama itu terdengar menyusup ke penjuru lorong istana. Sayup-sayup, membuat para makhluk terbuai seperti nyanyian nina bobo. Lagu yang menjadi syair mantra sihir untuk mengelabui para dedemit. Dari semua makhluk, hanya akan ada beberapa yang tidak terpengaruh. Mereka yang memiliki kekuatan tiga tingkat dari makhluk gaib rendahan.


Gael yang baru saja muncul di sebuah goa pemandian tak mengetahui perbuatan kekasih manusianya. Pangeran itu, mulai menyiapkan segala jenis bahan ritual untuk Delisa. Tempat yang dipilih sangat strategis, tapi juga berbahaya. Di atas gua adalah tempat, dimana pernikahan akan berlangsung. Sementara dibawahnya menjadi tempat rahasia yang hanya ia dan pangeran pertama tahu.


Meninggalkan kesibukan Gael, di aula istana. Romo tengah menerima persembahan dari calon menantu kedua. Yah, Arum harus memberikan beberapa jenis sesajen sebelum dinobatkan sebagai calon istri pangeran kedua. Di saat bersamaan, cahaya putih berselimut hitam turun dari atap langit. Dimana cahaya itu berubah menjadi Pangeran pertama yang memeluk seorang gadis dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Lucifer, kamu sudah kembali, Nak. Apa yang membuatmu kembali?" tanya Romo mengabaikan Arum, dimana kunti itu harus sabar menikmati beratnya memegang tampah sajen bunga setaman.


Lucifer menggendong Bella, agar memudahkan pergerakannya. Langkah kaki berjalan menghampiri Romo dan juga Arum. Tatapan mata tajam dengan bibir terkunci rapat. Aura kematian mulai menguar menyebar menyelimuti ruangan aula. Disaat jarak semakin dekat, satu kedipan mata menerbangkan seluruh sesajen persembahan yang dibawa si kunti merah. Sontak saja, bunga setaman berhamburan terbang, lalu berjatuhan ke lantai.

__ADS_1


"KAU!" seru Arum murka, tapi langsung terdiam seketika karena ulah Lucifer yang mengambil alih kendali kekuatannya.


Romo menatap putranya dengan tatapan tajam. Akan tetapi, pangeran tidak merasa takut sedikitpun. Justru memberikan senyuman liciknya, membalas tatapan sang ayah jauh lebih tajam dan menyeramkan, bahkan manik mata berubah menjadi merah darah, "Pernikahan Gael dan Arum tidak bisa dilangsungkan. Peraturan kerajaan menjelaskan, selama pangeran pertama manis hidup dan belum menikah di alamnya. Maka, pangeran lain dilarang melangsungkan pernikahan."


"Persembahan mu tidak akan diterima oleh keluarga kerajaan. Malam ini, akan menjadi malam pernikahan pangeran pertama dan istri manusianya. Jadi, silahkan tinggalkan istanaku!"


...----------------...


*Reader's yang baik, othoor harusnya double up, iya kan 😌 tapi belum sanggup. Untuk sementara waktu lagi fokus ke Karya Istri Siri Tuan Bryant buat crazy up, jadi mohon maklum, ya. Kalau ada yg bisa bantu nulis, yo tak Terima. sayangnya gak ada 😁


Pokoknya happy Reading reader's, see you next chapter 🥰*


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2