Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 81: SUARA SI PRIA PENUNTUN


__ADS_3

Simbah melihat kantong abu suci yang tersisa setengah, dan jika mengandalkan abu suci. Sudah pasti akan berdampak tidak bisa menyelesaikan misi kali ini, ''Apa keputusanmu? Hancur karena kaummu atau bekerja sama denganku. Yah, aku tahu, kamu masih bisa membaca isi pikiranku."


Tidak ada waktu lagi untuk berpikir, Lucifer memilih bergabung dengan Simbah. Dimana keduanya bersatu dengan saling membantu. Simbah merapalkan mantra, sedangkan Lucifer memberikan perisai untuk kedua nya. Tentu saja, di satu sisi Pangeran iblis harus menahan tekanan dari dua arah. Meski begitu, sebagai makhluk yang memiliki kekuatan. Pria itu mengerahkan seluruh energi, hingga membuat para makhluk terpental menjauh.


Di saat waktu semakin menipis. Simbah memberikan saran untuk meninggalkan tempat itu, bukan lagi jentikan tangan atau kedipan mata. Lucifer hanya bisa mengandalkan kabut bayangan hitam. Sekali sambar, Pangeran Iblis membawa wanita paruh baya itu terbang meninggalkan kumpulan para makhluk menuju istana.


Di alam gaib bukan berpacu pada kesibukan, tapi hanya berpacu pada waktu. Seperti langit dengan semburat merah yang perlahan berganti menjadi langit dua warna. Bersamaan burung-burung yang terbang ke lain arah. Perjuangan Simbah baru dimulai. Dimana wanita paruh baya itu akan bertatap muka dengan sosok yang selama ini menjadi tameng utama alam gaib.


Sementara di dunia manusia. Ibu Sulastri dan KaCan berhasil kembali ke dunia manusia, tapi kedua wanita itu justru berada di sebuah tempat yang asing. Dimana di sekeliling mereka hanya ada pepohonan. Namun, suara lantunan Al-Quran begitu merdu menggema menyebar ke alam semesta. Rasanya begitu damai dan menenangkan hati.


"Nak, kenapa kita disini dan suara itu .... "

__ADS_1


KaCan paham maksud dari Ibu Sulastri. Suara merdu itu yang membawa mereka kembali ke dunia manusia. Siapapun pemilik suara itu. Maka bisa menolong mereka untuk menyelamatkan keluarga yang masih tertinggal di alam gaib, "Mari, Bu. Kita cari dan temui pemilik suara itu. Jika dia bisa menjadi sang penunjuk jalan. Dia juga bisa masuk ke dalam alam gaib."


"Ayo, Ibu juga ingin Bella kembali." Sambung Ibu Sulastri, membuat keduanya berjalan berdampingan mengikuti arah suara yang terdengar cukup begitu dekat.


Langkah demi langkah semakin mendekati suara merdu yang tak hentinya melantunkan ayat suci Al-Quran. Sungguh, alam pun ikut merasakan kedamaian dengan hembusan angin yang begitu segar, tetapi juga harum. Seakan wewangian bunga menyebar memberikan kenikmatan dunia.


Setelah berjalan selama lima menit, akhirnya kedua wanita itu melihat seorang pria yang duduk bersila di atas sebuah batu besar dengan posisi membelakangi. Pakaiannya begitu putih dengan ujung koko yang berkibar tertiup angin. Kopiah putih yang menutupi kepala semakin menambah siluet seorang pria beriman.


Wanita paruh baya itu merasakan sakit di ulu hatinya. Semakin mendekati tempat pria penuntun jalan. Justru kakinya semakin terasa berat. KaCan yang berjalan seperti terbius lantunan Al-Quran. Justru tidak sadar, ketika Ibu Sulastri berhenti di tempat. Disaat jarak ke batu menyisakan sepuluh langkah. Tiba-tiba saja, suara lantunan bercampur dengan jeritan rasa sakit.


Ela berbalik, seketika tatapan matanya terperangah. Apa yang ada di depannya sungguh tidak bisa dipercaya, tapi semua itu terjadi. Kesadaran yang tersisa hanya bisa untuk melantunkan ayat kursi dari dalam hati, hingga suara auman kembali terdengar.

__ADS_1


"Mundurlah! Dia adalah budak iblis. Raga itu hanya alat, tapi jiwa nya bukan manusia lagi."


Pernyataan dari pria sang penuntun jalan mengejutkan. Bagaimana mungkin? Ibu Sulastri adalah manusia, kenapa tiba-tiba saja ….


"Ggggrrhhhh .... "


"Arrrrggggghhhhh .... "


"Mundur! Dia bukan tandingan mu."


Ela tersentak, ketika seseorang menarik lengannya seraya mendorong ke belakang. Kini pria yang melantunkan ayat suci Al-Quran meninggalkan tempat ketenangan. Pria itu bersiaga dengan jemari yang masih memutar tasbih di tangan kanannya. Sementara Ibu Sulastri ....

__ADS_1


__ADS_2