Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 30: PENGUSIRAN BELLA


__ADS_3

Lepaskan mereka! Aku mengikuti semua syaratmu, berikan mereka ampunan. Biarlah aku sendiri yang menanggung kehidupan ku. Ku mohon, SUAMIKU.~batin Bella.


Permohonan sang istri meluluhkan hatinya. Lelehan darah yang mengalir dari hidung adalah bukti kejujuran Bella.


Usir mereka dari rumah ku! ~titah Lucifer menjawab permintaan Bella.


Hawa panas dengan dingin seketika menghilang, membuat tubuh Bella luruh ke lantai. Sisa kesadarannya semakin menipis. Tetapi permintaan sang suami tidak boleh diabaikan. Sementara tubuh Ela terasa remuk. Namun, wanita bercadar itu masih bisa bangun dan berlari menghampiri teman Diana yang kini terlihat seperti mayat hidup.


"Bella, kamu....,"


Bella mencengkram tangan Ela, "Pulanglah! Jangan tanya kenapa, Ka. Ku mohon pergi dari rumahku! Jika KaCan masih ingin, kita semua hidup. Pergilah!"


"Tidak, Aku tidak mungkin meninggalkan kamu dalam kondisi separah ini. Ayo, kita ke pak ustadz...,"


"KaCan hanya memikirkan kondisiku. Cobalah pahami dari posisiku. Aku memikirkan keselamatan keluarga ku, dan kalian. Cepat, PERGILAH!" Bella mendorong tubuh Ela sekuat tenaga, membuat wanita bercadar itu terkesiap. "Ka, AKU AKAN SANGAT BERHUTANG BUDI. JIKA KAKAK MAU MENINGGALKAN RUMAHKU SEKARANG."


Ela menghirup oksigen di sekelilingnya. Gemuruh hatinya di iringi rasa tak tega melihat keadaan Bella. Namun, disisi lain. Ia tahu situasi tidak memungkinkan untuk menolong teman Diana.


"Aku akan pergi. Jangan lupa sholat, dan baca AL-QURAN! Semoga Allah melindungi kita semua. Assalamu'alaikum." pamit Ela.


Wanita itu berjalan meninggalkan kamar dengan berat hati. Berulang kali ia menoleh ke belakang dimana Bella memberikan tatapan lega. Ingin berlari menolong, tapi tatapan mata yang masih menunggu kepergian dirinya. Seakan mengatakan *Terima kasih atas kepergianmu*.


"De, Ayo pulang!" ajak Ela, membuat Diana tersedak minuman.


Diana menatap kakaknya, lalu celingak celinguk mencari batang hidung Bella.


"De! Ayo pulang." Ucap Ela langsung menggandeng tangan adiknya tanpa permisi.

__ADS_1


"KaCan, kok buru-buru? Gak enak loh, kan belum pamitan....,"


Ela tak mau berhenti berjalan menuju pintu utama rumah, membuat Diana memberontak. Tetapi kali ini cengkeraman tangan sang kakak begitu kuat.


"KaCan!" panggil Diana.


Ela menulikan telinganya, meskipun ia sebenarnya tak tega dengan aksi yang dirinya lakukan. Hingga memaksa sang adik mengikuti kemauan tanpa ingin mendengarkan penolakan. Pintu mobil ditutup, lalu di kunci otomatis. Tak ingin mendapatkan begitu banyak pertanyaan yang pasti seperti berondong jagung dari Diana.


"Kakak minta kamu diam. Biarkan aku konsentrasi menyetir." Ela menginjak pedal gas.


"KaCan ini kenapa? Aku seperti pelaku kejahatan yang harus ditarik paksa seperti barusan. Sepanjang umurku, baru kali ini....,"


Ela melirik Diana dengan tatapan serius. Sontak keluhan adiknya terhenti berganti lipatan tangan di dada, dan wajah berpaling melihat jalanan.


Maafkan, kakak. Tidak seharusnya bersikap semena-mena padamu, De. Kakak juga tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ya Allah, bantu hamba menemukan solusinya.~batin Ela menghela nafas panjang.


Suasana kampus masih sama dengan lalu lalang para mahasiswa. Ada yang belajar, ada yang hanya menikmati canda tawa bersama teman. Acara camping yang tinggal sehari menjadi trending topic terhangat di antara kegiatan belajar. Termasuk seorang wanita tomboy yang baru saja mendapatkan name tag. Tentu saja setelah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam kegiatan tahunan kampusnya.


"Udah jam segini, tapi Bella belum dateng. Apa dia ngambek ya? Haduh, kalau beneran ngambek. Nanti aku gimana, donk? Gak ada temen pas camping." Diana meracau tanpa sadar orang yang dibicarakan sudah berdiri di belakangnya.


Aku ingin sekali lebih dekat denganmu, tapi kehidupan ku tidak normal. Aku akan berusaha menjadi temanmu. Sampai nanti, kebebasan ku tak lagi menjadi milikku.~batin Bella.


...----------------...


...๐Ÿ—PENGETAHUAN ADALAH JENDELA DUNIA๐Ÿ—...


Mengimani Dalil-Dalil Syarโ€™i Tentang Perkara Gaib

__ADS_1


Banyak kalangan menolak perkara yang gaib dengan alasan hal tersebut tidak masuk akal atau tidak tercapai indra manusia, seperti golongan muโ€™tazilah yang menolak banyak masalah akidah yang horor seperti berita alam kubur, iman kepada telaga (haudh), shirath, mizan, syafaat dan ru`yah (melihat Allah di akhirat).


Muslim sejati harus mengimani perkara atau alam gaib sebagaimana firman Allah Taโ€™ala dalam surat Al-Baqarah 1-3:


ุงู„ู… ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ู„ูŽุง ุฑูŽูŠู’ุจูŽ ูููŠู‡ู ู‡ูุฏู‹ู‰ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽูŠูู‚ููŠู…ููˆู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽู…ูู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู†ูŽ


โ€œAlif la mim. Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka.โ€


๐Ÿฆ‹Akal manusia terbatas.


Allah menciptakan manusia untuk beribadah pada-Nya, mengimani-Nya, membenarkan semua berita-Nya meski tak semua yang diperintahkan-Nya terkadang sulit dan tidak tercapai indra manusia. Di sini faktor keimanan sangat dibutuhkan agar akal manusia tunduk kepada wahyu Allah Taโ€™ala dan hadis-hadis shahih. Keimanan pada yang gaib adalah salah satu pilar iman yang harus dimiliki setiap mukmin.


Keimanan inilah yang membedakan muslim dengan kafir. Karena keimanan adalah sebuah pembenaran sejati terhadap Allah dan Rasul-Nya. Seorang mukmin akan mengimani seluruh yang dikabarkaan oleh Allah dan diberitakan oleh Rasulullah, baik ia menyaksikannya sendiri ataupun tidak. Lain halnya dengan kaum zindiq yang selalu tidak mempercayai perkara-perkara yang gaib. Karena akal mereka yang picik tidak dapat menemukan keimanan tersebut sehingga mereka tidak mempercayai segala sesuatu yang tidak tercapai oleh ilmu mereka, sehingga akal mereka pun menjadi rusak. (Tafsir As-Saโ€™di I/41, Tahqiq Muhammad Zuhri an-Najjar, Perusahaan as-Saโ€™diyah, Riyadh)


Kemampuan akal manusia terbatas, banyak hakikat kehidupan yang sulit dijelaskan dengannya, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan akidah, seperti menetapkan atau menafikan nama dan sifat-sifat Allah, hakikat ruh, jin, mukjizat, karamah, surga, neraka, malaikat, nikmat, dan siksa kubur, atau keadaan hari kiamat, dan lain sebagainya. Ini bukti akal tidak layak dijadikan sandaran untuk menetapkan kebenaran hakiki.


Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, โ€œJika dalil naqli bertentangan dengan akal, maka yang diambil adalah dalil naqli yang shahih dan akal itu dibuang dan ditaruh di bawah kaki, tempatkan di mana Allah meletakkannya dan menempatkan para pemiliknya.โ€ (Mukhtashar as-Shawaโ€™iq al-Mursalah, Muhammad al-Mushili, hlm. 82-83)


๐Ÿฆ‹ Kaum salaf dan alam gaib.


Para salafuna ash-shalih mengagungkan wahyu dan hadis-hadis Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkaitan dengan alam gaib. Hal ini harus diteladani kaum mukminin agar akidahnya selamat dari berbagai penyimpangan.


Imam Abu Jaโ€™far ath-Thahawi menegaskan: โ€œKita mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak diadzab, kita mengimani adanya pertanyan kubur oleh Munkar dan Nakir tentang Rabb, din dan Nabi-Nya sebagaimana kabar dari Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan para sahabat, semoga keridhan Allah tercurah bagi mereka.


Kita mengimani adanya hari kebangkitan dan pembalasan amal pada hari kiamat, kita mengimani al-โ€˜ardh (pemaparan seluruh perbuatan hamba), hisab (perhitungan amal), pembacaan kitab (catatan amalan), ganjaran dan siksaan serta shirath dan mizan.โ€ (Dikutip dari terjemahan kitab Aqidah ath-Thahawiyah, hlm. 38)


Semoga Allah selalu memantapkan keimanan kita untuk tunduk pada syariat-Nya tidak medustakan ajaran Rasul dengan berbagai dalih dengan logika akal, serta tidak menakwilkan perkara gaib agar selaras dengan akal manusia yang terbatas kemampuannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2