Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 21: APA MAU BELLA? - KEJUJURAN


__ADS_3

"Iya, Bu. Bella jatuh cinta pada Lucifer. Mungkin, ibu tidak akan percaya atau menganggap ini hanya sebagai alibi." Bella kembali meraih kedua tangan ibunya. "Bella benar-benar mencintainya. Biarkan aku memberikan kesempatan untuk menjalankan rumah tangga. Meskipun kami beda dunia."


Ibu Sulastri memejamkan mata menata hatinya yang tak lagi berbentuk. Pikiran tak bisa diajak bekerja sama. Benarkah putrinya mencintai makhluk gaib? Secepat ini? Logika menolak, tetapi keseriusan Bella benar-benar tidak bisa diragukan. Ia hafal bagaimana perangai sang putri.


"Ibu akan bertanya sekali." Ibu Sulastri membuka mata, lalu meraih kedua tangan putrinya. "Katakan sekali lagi. Apa mau Bella?"


Senyuman manis dengan mata tenang menghanyutkan terpancar memberikan kepastian. "Bella ingin menjalani pernikahan bersama Lucifer karena aku mencintai suamiku."


Hembusan angin menyusup di antara ketegangan ibu dan anak. Tiba-tiba bayangan gelap menunjukkan wujud aslinya. Tatapan mata pasrah Ibu Sulastri bersamaan melepaskan kedua tangan putrinya, membuat Bella tanpa ragu berjalan menghampiri pasangan hidupnya.

__ADS_1


Pria tampan dengan penampilan tak ubahnya manusia itu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut sang istri. Untuk pertama kalinya Bella secara sukarela memeluknya tanpa rasa takut ataupun dalam perasaan tertekan. Pelukan sepasang suami istri terlihat begitu damai tanpa ada celah keretakan.


"Apa kamu sungguh ingin bersamaku?" bisik Lucifer, membuat Bella semakin memeluk erat suaminya.


"Tidak! Aku hanya ingin keluarga ku selamat dan menepati janji yang sudah kubuat." Bella sangat tenang dan lirih menjawab Lucifer.


Sesuatu terasa mengalir. Hangat dan kental dari lubang hidungnya. Sekali lagi ia mimisan karena kejujuran yang tak bisa dipungkiri. Lucifer tersenyum seraya menyalurkan energinya agar Bella tidak kehilangan kesadaran setelah memberikan hal yang penting untuk kelangsungan masa depan mereka berdua. Sementara Ibu Sulastri hanya bisa melihat tanpa mendengar apa yang pasutri itu bicarakan.


Ucapan Abil benar-benar menjadi serpihan harapan yang tersisa dalam hidupnya. Sesaat dunia terasa hancur tanpa ada cahaya yang menerangi. Rasa putus asa mulai menggerogoti dirinya hingga suara lembut sang putra menyadarkan. Hidup keluarga mereka baru saja dimulai. Apapun yang sudah terjadi tidak bisa diubah, tetapi hari esok siapa yang tahu?

__ADS_1


"Nak, kita ke kamar." ajak Ibu Sulastri menggandeng putranya berjalan meninggalkan ruang tamu dan melewati pasutri yang masih saja berpelukan.


Kepergian ibu dan adiknya, membuat Bella melepaskan pelukan. Tubuhnya terasa sangat lemas. Ntah apa yang terjadi? Setiap kali berkata jujur dan darah keluar dari hidung. Maka efek samping kehilangan kekuatan raga selalu kurasakan. Lucifer tidak membiarkan istrinya terjatuh. Satu kedipan mata memindahkan mereka kembali ke dalam kamar.


"Tidurlah!" Lucifer merebahkan tubuh Bella ke atas ranjang dengan perlahan. "Kejujuranmu patut mendapatkan hadiah. Katakan apa yang bisa aku berikan untukmu?"


Bella menatap mata Lucifer. Mata yang hitam, "Bagiku keselamatan keluarga adalah yang utama. Tidak bisakah lepaskan ibu dan adikku? Biarkan mereka meninggalkan rumah ini, dan aku tidak akan meminta apapun lagi darimu."


Lucifer membalas tatapan mata istrinya. Kali ini ia tidak menggunakan kekuatan apapun. Pandangan mata yang terpatri menyatakan persetujuan tanpa perlawanan. Sementara Bella yang ditatap begitu intens tiba-tiba saja merasa gugup. Ingin menghindari, tetapi bergerak saja ada rasa takut.

__ADS_1


"Lakukan keinginanmu! Aku tidak akan mencegah, tapi PASTIKAN IBUMU TIDAK BERBUAT HAL YANG MELANGGAR JANJI PERNIKAHAN!"


__ADS_2