Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 28: DIANA DI ANTARA KACAN DAN BELLA


__ADS_3

"Astagafirullah, rumah ini benar-benar tidak aman untuk ditempati. Ya Allah lindungi kami semua. Ameen." gumam Ela dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk menyusul adiknya.


Hembusan angin menerbangkan cadar nya. Dingin menyusup hingga ke leher. Perasaan awal yang gusar. Kini semakin besar. Untaian doa dari hati tak pernah terputus dengan tatapan menelusuri seluruh ruangan yang mampu dijangkau. Sekilas semua terlihat normal, tetapi tidak ketika mata batinnya terbuka. Rumah itu berbau engap dan aroma sesajen dupa serta bunga tercium menyengat.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Ela terbatuk, membuat Diana dan Bella mengalihkan perhatian dan berjalan cepat menghampiri wanita bercadar itu. "BERHENTI DISANA!"


"KaCan, kenapa?" tanya Diana terkejut dengan teriakan sang kakak.


"Ka, dengarkan aku. Jangan memikirkan apapun yang kakak lihat, dan jangan membatin apalagi berterus terang. Apapun yang kakak tahu. Simpan itu sendiri." Jelas Bella memberikan peringatan jelas, membuat Diana menoleh ke samping. "Ini berlaku untukmu juga, Diana."


"Kamu ini ngomongin apa? Aku saja tidak paham, dan KaCan kenapa berteriak?" Diana dibuat bingung dengan tingkah kakak dan temannya sendiri.


Tatapan mata KaCan dan Bella saling bertaut. Ada yang keduanya perbincangan dengan bahasa isyarat, tetapi apa? Situasi seperti penonton saja. Lalu, apa maksud dari peringatan temannya? Kenapa tidak boleh membatin?


Ela memejamkan mata setelah mengerti isyarat mata dari Bella. Untaian doa semakin khusyuk ia panjatkan, dan menetralkan tingkat sensitivitas mata batinnya. Hembusan nafas pelan menghilangkan ketegangan yang menyelimuti perasaan.

__ADS_1


"De, maaf. Kakak tidak bermaksud berteriak, tapi lihatlah di bawah lantai ada cicak mati." Jelas Ela mengalihkan fokus Diana.


Diana melihat kearah tangan KaCan yang menunjuk ke bawah. Benar di lantai ada seekor cicak yang sudah mati dan semut mulai menggerogoti tubuh hewan itu. Bella menghela nafas lega. Berkat cicak itu, semua menjadi kondusif kembali. Meskipun dirinya tahu, kakak temannya bisa melihat semua yang orang awam tidak bisa melihat.


"Aku akan ambil sapu. Kalian duduk saja di ruang tamu, nanti aku kembali." pamit Bella, lalu berbalik menuju dapur.


Diana melipir menghindari cicak di lantai. Ela hanya mengulurkan tangannya agar sang adik selalu ia genggam. Rumah yang menjadi pijakan tak seindah yang terlihat. Meskipun begitu, ada hal yang masih tidak bisa dipahami. Kenapa ada orang yang mau tinggal di tempat seperti ini? Padahal masih banyak bangunan lain yang layak untuk ditempati.


"KaCan, kenapa melamun?" tanya Diana seraya menggoyangkan lengan kakaknya.


"Pasti donk, KaCan. Lagian aku cuma punya teman Bella. Jadi, lebih baik ikut camping bersama-sama. Iya 'kan?" Jelas Diana memastikan.


Ela menganggukkan kepala berusaha memahami keinginan adiknya. Hingga Bella datang kembali, dan ikut duduk di depan kakak beradik.


"Silahkan diminum, tapi seadanya ya. Ibu lagi pergi sejak pagi," Bella mempersilahkan tamunya menikmati jus jeruk dan beberapa cemilan seperti kue kering.

__ADS_1


Diana mengambil gelas di depannya. Baru saja ingin menyeruput. Tangannya sudah dihentikan sang kakak, "....,"


"Baca do'a dulu, De!" Ucap Ela.


"Hehehehe, iya KaCan. Bismillahirrahmanirrahim." Ucap Bella, dan kembali melanjutkan menyeruput jus jeruknya yang segar dan melegakan tenggorokan. "Wuih seger banget, gimana bisa seseger ini? Bella, bagi tips nya donk."


"Kamu tuh ada-ada aja, kan sama aja seperti es jeruk di kantin kampus. Btw, gimana rencana camping nanti? Kamu jadi ikut?" Bella ikut menikmati segelas jus jeruk, sedangkan Ela masih bersikap tenang tanpa ingin membuat keributan.


Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam melintas terbang menuju lantai dua. Meskipun netra nya tidak langsung melihat. Tetap saja lirikan mata sudah cukup melihat sosok yang seakan sengaja menunjukkan diri. Aura pekat dengan kilau hitam kemerahan. Hawa panas dan dingin bersama hembusan angin yang seakan membentuk pusaran.


"Kalian lanjutkan diskusi, aku akan keluar sebentar melihat tanaman di depan rumah." Ucap Ela dan berdiri.


Bella ikut berdiri. "KaCan, duduk saja! Semua masih baik, tenanglah. Selama tidak ada niat mengusik. InsyaAllah tidak akan terjadi apapun."


"Semoga....,"

__ADS_1


"Kalian ini kenapa, dan bahas apa? Serius deh, aku bingung." sela Diana menatap kakaknya dan Bella secara bergantian.


__ADS_2