Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 68: ABU SUCI - LUCIFER DAN BELLA


__ADS_3

Meski begitu, tidak akan ada seorang warga pun yang bisa mendengarkan. Rumah yang ia tempati sudah dibentengi oleh menantu iblisnya. Apapun yang terjadi di rumah berlantai dua itu, tidak akan ada yang tahu. Kecuali mereka yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melihat sihir para makhluk gaib. Waktu semakin menipis, membuat hati dilema.


"Tunjukkan wujud aslimu!"


Delisa berusaha untuk mengeluarkan sosok yang mengganggu proses ritualnya. Akan tetapi, bukannya menunjukkan diri. Makhluk gaib itu, justru semakin membuat kehebohan dengan tiupan-tiupan hembusan dingin terus-menerus menerpa daun telinganya. Bukan hanya itu saja karena bunga yang sengaja dibentuk lingkaran untuk menutupi abu suci mulai dirusak. Meski begitu, lingkaran yang sebenarnya tidak akan bisa dihancurkan dan akan tetap aman.


Entah siapa yang mengirim makhluk itu, hanya saja bisa dipastikan ada yang tidak ingin, dia berhasil dengan ritualnya. Ucapan mantra semakin dipercepat, membuat semua makhluk yang terus-menerus mengganggu semakin merasakan tidak nyaman. Meski di alam gaib. Tetap saja, tidak akan mengubah kelemahan para makhluk astral. Abu suci juga menjadi salah satu media yang bisa meminimalisir gangguan para makhluk.


Proses ritual yang dilakukan Delisa masih terus berlanjut. Sementara di istana, Pangeran kedua tengah membaringkan tubuh dengan pikiran ke mana-mana. Satu hal yang disadari pria itu. Setelah malam purnama ketiga. Semua akan berakhir. Tidak ada lagi tempat untuk kembali ke dunia manusia. Satu pertanyaan terbesit di dalam kepala. Bagaimana caranya untuk mengatakan sebuah kebenaran pada sang kekasih. Kebenaran yang masih disimpannya.


Pikiran yang terbang melayang, membuat pria itu tak menyadari kehadiran sang kakak. Lucifer memperhatikan perangai sang adik. Terlihat jelas, bagaimana Gael begitu kecewa dan juga merasa sedih. Iya sadar perbuatannya sudah melukai kekasih dari adik tercinta. Apapun itu, semua dilakukan demi kebaikan bersama.

__ADS_1


Lucifer menjentikan jari. Seketika membuat sang adik tak sadarkan diri. Dia adalah Pangeran pertama dan memiliki kekuatan tertinggi. Maka, apapun bisa dia lakukan. Meskipun itu mengendalikan keluarganya sendiri, "Tidurlah! Waktumu untuk melakukan pengorbanan. Tidak perlu memikirkan apapun karena saat ini. Semua mulai berjalan sesuai rencana ku. Di dalam kerajaan ini, semua akan terjadi seperti apa yang aku harapkan."


"Malam bulan purnama ketiga akan menjadi fase. Dimana kedua alam menyatu tanpa memiliki sekat. Setelah itu, semua akan kembali normal. Pernikahan ini harus dilangsungkan dari dua alam yang berbeda. Jika hanya dari satu alam, kemungkinan berakhir menjadi malapetaka. Pemaksaan yang kulakukan bukan untuk kebaikan diriku sendiri, tapi demi seluruh alam. Semua sudah menyatu menjadi takdir alam."


Langkah demi langkah, mulai berjalan seperti yang Lucifer harapkan. Pangeran itu, membuat semua dalam kendali nya. Meski semua itu, memiliki batas waktu. Tetap saja, ia akan berusaha semaksimal mungkin membuat gerbang cahaya tetap ada di tempat yang sama. Satu masalah ke masalah yang lain. Perlahan mulai terselesaikan. Kemudian, ia mengingat tugas yang paling utama.


Tugas itu adalah menyiapkan istri manusianya untuk berhadapan dengan para makhluk. Tentu saja, tidak mungkin mengubah wujud seluruh rakyatnya berubah wujud sebagai manusia seperti dirinya, karena tidak semua makhluk memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah wujud mereka. Bukan hanya itu saja. Di saat malam bulan purnama ketiga, maka cahaya sinar merah akan menerangi wujud asli para makhluk. Termasuk dirinya.


Satu kedipan mata kembali meninggalkan kamar sang adik. Pria itu menemui Bella di kamar pribadinya. Di mana sang istri masih menatap keluar jendela melihat pemandangan di luar istana. Sontak saja iya memilih memeluk Bella dari belakang, "Apa yang kamu pikirkan? Apakah ibu dan adikmu atau hal lain yang ada di dalam kepalamu ini."


Lucifer hanya menikmati pertanyaan sang istri dengan senyuman tipis. Pria itu tak mungkin menjawab. Jika saat ini, ia hanya memiliki kuasa untuk mengendalikan para makhluk gaib, tapi tidak dengan manusia. Andai saja, sang istri tahu. Kemungkinan besar, gadis itu akan merencanakan sesuatu yang bisa menggagalkan niat dari tujuan dirinya membawa seorang manusia ke alam gaib.

__ADS_1


Keheningan sang suami. Sungguh semakin menyiksa hatinya. Bagaimana tidak? Satu harapan kecil terhadap sang suami iblis. Di mana ia berharap akan bahagia. Meskipun bukan menikah dengan manusia. Sayangnya, semua itu hanya harapan palsu. Seperti cahaya lilin yang padam. Terlebih ketika ingatan dimana Abil tak sadarkan diri dan dengan ancaman nyawa sang adik dalam genggaman sang suami. Tak lupa, kondisi ibunya yang harus menahan kesedihan luar dan dalam.


"Aku tidak mengharapkan apapun darimu, tapi apakah adikku sudah kembali baik-baik saja?" tanya Bella tak ingin membuat masalah baru. Gadis itu sadar diri. Jika melakukan perdebatan atau pemberontakan. Tentu saja keluarga yang akan merasakan akibat dari perbuatannya.


"Abil sudah kembali sadar. Hanya saja, semua masih ada di tanganmu. Kesadaran anak itu hanya setengah karena jiwanya masih tertahan di sini. Jadi, jika kamu ingin adikmu kembali. Tetaplah disini sampai purnama ketika berakhir," Lucifer menjawab dengan suara tegas tanpa keraguan, membuat Bella mengangguk paham, lalu melepaskan tangan sang suami yang melingkar ke perutnya.


Kini tatapan matanya terpatri pada mata Lucifer. Dimana suaminya tersenyum tipis. Namun, ia bisa merasakan aura yang begitu kuat terselubung di dalam sorot mata pria itu, "Apakah kamu pernah jatuh cinta? Aku tidak pernah, tapi aku berharap bisa jatuh cinta dengan suamiku sendiri. Maaf, saat ini, aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku. Meski kamu bisa membaca apa yang tersimpan di dalam sudut hatiku."


"Sekali saja, pandang aku sebagai seorang istri. Apakah kamu bisa? Aku hanya ingin, bisa merasakan hubungan yang normal selayaknya manusia biasa. Namun, aku hanya selalu menjadi bahan ancaman dari duniamu. Satu kesempatan saja dan jika kamu memberikan itu. Aku ingin, kita mengulurkan tangan saling menggenggam dan memberikan dukungan. Tidak ada lagi ancaman. Tidak ada lagi paksaan. Sudahlah, itu hanya harapanku semata. Kamu, akan selalu tetap menjadi kamu. Bukan begitu Pangeran iblis."


Kejujuran sang istri, membuat Lucifer merasa tak enak hati. Namun apapun yang akan terjadi semua sudah seperti ramalan tidak mungkin untuk dirubah. Meskipun ia bisa merubahnya. Semua akan menjadi tidak baik untuk kedua alam dan semua harus menanggung akibatnya. Iya paham. Gadis itu tidak tahu tentang perjanjian yang dilakukan para leluhur. Meski begitu, hanya Bella yang bisa menyelesaikan runtutan dari perjanjian itu sendiri.

__ADS_1


"Aku sangat senang dengan kejujuranmu. Biarlah malam ini berlalu. Esok cahaya mentari pasti kembali. Ingatlah, apapun yang terjadi. Semua itu, memang sudah digariskan takdir. Aku memang bukan manusia, tapi aku hanya Pangeran iblis. Aku hanya bisa memastikan satu hal. Semua ancaman dan juga akibat dari semua ini. Pasti akan berakhir. Setelah malam ini. Jadi, apa kamu siap untuk menjadi istriku?"


"Apa ada pilihan lain? Aku disini hanyalah menjadi boneka. Sebagai seorang putri demi menyelamatkan keluarganya dan sebagai seorang istri demi sang suami."


__ADS_2