Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 24: GELAGAT BELLA - PERASAAN DIANA


__ADS_3

Bagaimana caraku meminta izin pada suamiku? Setelah apa yang terjadi tadi pagi. Apalagi yang akan terjadi esok? Ya Allah, apakah kehidupanku selamanya menjadi lingkaran hitam? Kupasrahkan hidup dan matiku pada-Mu. Aku ikhlas menjalani kehidupan ku, semoga ini menjadi jalan terbaik.~batin Bella membuat kesadarannya melanglang buana meninggalkan kegiatan belajar yang tengah berlangsung.


Dosen yang memperhatikan Bella tidak fokus dengan apa yang ia ajarkan. Kemudian menghampiri remaja itu, dan mengetuk meja. "Ara! Apa kamu bosan dengan pelajaran saya?"


"Maaf, Pak." Jawab Bella menundukkan kepala.


Pak Dosen menghela nafas. "Jangan diulangin lagi, ayo lanjutkan pelajaran!"


Kegiatan belajar mengajar berlangsung selama satu jam penuh hingga bunyi bell tanda istirahat berbunyi, membuat dosen di depan kelas menyudahi pelajarannya.


"Anak-anak, Bapak ingatkan soal camping yang diadakan pihak kampus. Berhubung kalian semua mahasiswa baru, maka camping diwajibkan sebagai ukhuwah para junior dan seniornya. Kalian paham?" Jelas Pak dosen seraya memeluk beberapa buku tebal.


"Paham, Pak." Jawab serempak mahasiswa.


"Bella, yuk daftar!" Ajak Diana tak sabaran menarik tangan kanan temannya itu.


"Apa harus ikut? Aku ragu mau....,"


Diana membungkam bibir temannya dengan gelengan kepala. "No complain. Pokoknya harus ikut!"


Diana mendekati telinga Bella, lalu berbisik. "Acara camping nanti denger-denger ada tamu special. Aku lupa siapa namanya, tapi tertulis di pengumuman. Apa kamu inget cowok tampan yang menjadi....,"


Ntah apa yang Diana katakan. Kini pikirannya sungguh tidak bisa diajak kompromi karena ia sadar apapun yang terjadi dalam hidupnya harus atas izin sang suami. Jika camping diwajibkan. Haruskah tetap ikut, atau lebih baik mencari alasan agar bisa menolak mengikuti camping. Kenapa sekarang jadi serba salah. Tidak bisakah kuliah tanpa harus melakukan kegiatan lain yang membutuhkan perjuangan baru?


Diana mengayunkan tangan kanannya di depan wajah Bella yang melamun. "ARABELLA!"


"Hmm. Diana, bisa bantu aku?" tanya Bella dengan tatapan mata ragu, membuat temannya menatap dirinya intens. "Coba tanyakan pada dosen. Huft, sudahlah tidak jadi."


"Kamu ini kenapa? Malah buat aku penasaran aja. Jangan bilang kamu beneran gak mau ikut camping, iya 'kan?" Diana mencoba mengorek informasi dengan Spekulasi nya yang benar, tapi Bella memilih diam seraya membereskan semua bukunya ke dalam tas.


"Aku izin pulang awal, assalamu'alaikum." Ucap Bella tak ingin lebih jauh lagi menimbulkan kecurigaan.


Langkah Bella yang tiba-tiba meninggalkan kelas, membuat Diana melongo. "Sebenarnya ada apa dengan gadis satu itu? Sejak awal sangat tertutup. Bahkan diajak berteman pun susah, tapi aura nya itu selalu something buatku. Etdah, aku harus konsultasi dengan kakakku."


Diana meraih ponselnya yang tersimpan di saku kemejanya. Sebuah nomor di dial. "Assalamu'alaikum, KaCan ku. Bisa ketemuan sepulang kuliah gak?"

__ADS_1


Jawaban dari seberang mengakhiri panggilan singkat gadis itu, rasa penasaran yang ia rasakan semakin membesar setelah sekilas melihat kabut hitam yang menyelimuti tubuh Bella. Waktu berlalu begitu cepat tanpa disadari. Jam pelajaran telah usai setelah belajar begitu keras selama empat jam dengan mata pelajaran berbeda-beda.


Diana meninggalkan kelas dengan buru-buru. Tanpa gadis itu sadari setiap langkahnya diawasi. Aura yang diselimuti api amarah dan juga dendam. Bayangan yang ingin sekali merasuki tubuh gadis dengan aura ungu.


"Kenapa perasaan ku gak enak ya? Ini juga kenapa merinding. Tenang, Diana! Semua aman," gumamnya meneruskan perjalanan pulang menyusuri lorong kampus.


Jam sudah menunjukan waktu semua mahasiswa bubar. Harusnya setiap lorong dipenuhi mahasiswa yang hilir mudik, tapi kenapa sepi sekali? Bukankah itu aneh. Diana berhenti di pertigaan. Dimana lorong itu memiliki tiga arah yaitu perpustakaan, ruang laboratorium dan ruang kesenian.


Sejenak ekor matanya menelusuri setiap sudut, rasa tidak enak semakin terasa. Bulu kuduk nya semakin meremang. Pasti ada yang tidak beres, tanpa ingin bergerak dari posisinya saat ini. Ia mulai memejamkan mata, lalu memulai berdoa di dalam hati dan menguatkan pusat pikiran. Perlahan membuka mata batin untuk melihat siapa yang berniat tidak baik.


Sesosok makhluk dengan wujud samar mulai merasakan panas akibat dari doa yang ia panjatkan. Sosok itu menatapnya nyalang, kuku yang siap mencabik harus menahan aura yang keluar dari tubuhnya. Amarah dan dendam yang terpancar dari tatapan mata si makhluk gaib benar-benar menguras tenaga.


"Apa maumu? Kenapa mengincarku?" tanya Diana tanpa basa-basi.


...----------------...


...5 Amalan agar Tidak Disukai atau Dicintai Jin...


Agar tidak disukai atau dirasuki jin, ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan, salah satunya rutinkan amalan zikir dan selalu dekat dengan Allah Taala.


Namun demikian, yang paling penting adalah bagaimana cara menanggulangi kasus orang yang dicintai jin tersebut. Yang paling harus diwaspadai bagi orang yang mengalami kasus ini adalah jangan sampai dia kerasukan jin.


Menurut Ustaz Ammi Nur Baits,dai yang juga pengasuh di konsultasi syariah ini, jika sampai seseorang atau manusia dirasuki jin, akan sangat sulit untuk disembuhkan. Meski begitu, ada beberapa hal atau amalan yang bisa dilakukan bagi orang yang dicintai atau disukai jin , di antaranya :



Menolak dan memasang permusuhan dengan jin



Ada sebagian orang yang merasa bangga ketika dia dicintai jin. Bahkan dia anggap itu sebagai bagian dari kelebihan. Dia bangga ketika memiliki pacar dari golongan jin . Jika ini terjadi, akan susah untuk disembuhkan, sementara dia sendiri menikmatinya.



Rutinkan amalan dan zikir yang mendekatkan dirinya kepada Allah

__ADS_1



Seperti zikir pagi-petang, perlindungan yang Allah ajarkan agar dijauhkan dari gangguan makhluk yang nampak maupun yang tidak nampak.



Hindari tidur dalam kondisi tidak berbusana



Pastikan ketika tidur, aurat antara pusar sampai lutut tetap tertutup. Dan jika anda harus membuka aurat, pastikan sebelumnya membaca basmalah.


Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tabir penutup antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: bismillah. (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath – al-Mathalib al-Aliyah, al-Hafidz Ibnu Hajar).



Jangan lupa doa dan zikir sebelum tidur



Ini modal perlindungan anda sebelum tidur. Untuk mendapatkan penjagaan Allah dari setan, selama kita dalam kondisi paling lemah yaitu ketika tidur.



Berusaha menghindari maksiat



Ini termasuk bagian terpenting dalam menghindarkan diri dari gangguan jin. Karena orang yang sering lupa Allah, rajin maksiat, akan lebih mudah didekati setan. Allah Ta'ala berfirman,


وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ


"Barangsiapa yang berpaling dari peringatan ar-Rahman (Al Quran), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. az-Zukhruf: 36)


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2