Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 58: PERJALANAN KELUARGA SIMBAH


__ADS_3

"Tenang, Ndu. Semua sudah ada yang ngatur. Setiap usaha itu, tidak pernah menghianati hasilnya. Yuk, kita lanjutkan perjalanan. Bismillahirrahmanirrahim," Sang nenek berusaha menenangkan kedua cucunya agar tidak terpengaruh oleh Aura yang memang tengah mengganggu mereka.


Bagaimana tidak, mereka merasa sangat tidak nyaman. Begitu tanah dari rumah Bella di bawah Diana. Banyak sekali sosok-sosok yang keluar bermunculan. Seolah-olah memberikan ingatan untuk tidak melanjutkan perjalanan itu, bahkan Diana yang sebenarnya tidak begitu peka terhadap makhluk gaib. Gadis itu langsung memejamkan mata ketika tiba-tiba saja ada beberapa makhluk yang datang menghampiri.


Makhluk yang mengetuk jendela. Ada juga yang tiba-tiba berteriak kencang dan ada juga yang tiba-tiba berseliweran di depan mobil. Perjalanan kali ini, akan ditemani para makhluk yang membuat mobil itu, mau tak mau harus berhati-hati. Ella benar-benar berkonsentrasi tinggi. Jangan sampai karena ia tak bisa fokus. Justru akan mengakibatkan sebuah kecelakaan. Mungkin saja, ia bisa untuk berhenti, lalu kembali pulang. Maka, bisa dipastikan, semua gangguan itu akan berakhir.


Akan tetapi, ia tak ingin adiknya merasa bersalah. Apalagi menjadi anak yang tidak memiliki toleransi seorang teman. Sebagai seorang kakak, ia akan melakukan apapun demi sang adik. Termasuk mewujudkan keinginan Diana untuk menolong temannya. Saat ini, perjuangan mereka memiliki taruhan nyawa. Terlebih setelah menjadi incaran para makhluk gaib.


"Diana, Kakak minta, kamu untuk peluk erat-erat bambu itu! Jangan sampai, bambu itu jatuh ke tangan para makhluk. Ingat, hanya itu yang akan membantu kita menunjukkan jalan di mana rahasia akan terbuka," Jelas KaCan, membuat Diana sang adik agar tetap waspada.

__ADS_1


"Apa maksud KaCan dengan rahasia. Apa ada yang tidak aku tahu?" Tanya Diana dengan sedikit membuka mata karena ia tak mau salah paham dan tidak ingin ada makhluk yang mengganggu perjalanannya semakin lebih kuat lagi.


Simbah memberikan kode jari pada Ela, agar sang cucu pertama diam. Melihat itu, KaCan tidak menjawab pertanyaan adiknya. Namun, sang nenek mengambil selembar kain merah. Kemudian melambaikan tangan ke Diana, "Kemari, Nduk. Nenek tutup matamu...,"


"Nek, kenapa mataku ditutup?" tanya Diana menyela ucapan Simbah.


"Manut, yo, Nduk."


"Nek, banyak yang menghalangi perjalanan kita. Bagaimana ini?" tanya KaCan berusaha tetap tenang dan fokus.

__ADS_1


Wanita bercadar itu, bisa merasakan begitu besar energi yang kini siap menyerang. Akan tetapi, Simbah masih tidak memiliki rasa takut dan khawatir. Jika seperti itu, pasti sang nenek telah menyiapkan diri sebaik mungkin. Perjalanan berlanjut menyusuri jalanan raya yang sepi. Selama setengah jam ditemani para makhluk dan juga kabut. Disaat pepohonan rindang mulai terlihat, barulah kecepatan laju mobil berkurang.


"Nduk, masuk ke arah kanan. Setelah melewati pohon beringin dengan cabang bengkok ke timur," kata Simbah, membuat Ela menganggukkan kepala dan mengamati setiap pohon yang ada di depan.


Pemandangan yang cukup ngeri. Ketika menatap setiap pohon dengan penghuninya. Ada yang melambaikan tangan, ada yang menatap tajam, ada yang langsung menghilang dari atas pohon, lalu tiba-tiba saja muncul di depan mobil. Semua makhluk gaib sibuk menyambut kedatangan keluarga Simbah. Namun, tidak ada satupun yang bisa masuk ke dalam mobil.


Beberapa pohon yang dilewati, masih tak ditemukan juga pohon beringin yang disebutkan oleh Simbah. Ada rasa ragu yang menyusup di hati Ela. Ntah kenapa, tapi tiba-tiba keraguan itu datang begitu saja. Ditengah rasa itu, Simbah menepuk pundaknya. Sang nenek memberikan senyuman, membuatnya wanita bercadar itu menghela nafas.


"Maaf, Nek. Aku...,"

__ADS_1


"Wes, rapopo, Nduk. Makhluk gaib iku senenge menyesatkan, iso gawe dewe kesasar. Saiki, Simbah wae sek mandu," ujar Simbah dengan tenang, lalu wanita paruh baya itu mulai memberikan arahan kemana mobil itu harus bergerak.


(Sudah, tidak apa-apa, Nak. Makhluk gaib itu sangat suka menyesatkan, bisa membuat kita tersesat. Sekarang, Nenek saja yang memandu,)


__ADS_2