
Bella yang sepenuhnya terpengaruh oleh aura negatif. Akhirnya menjadi pembangkit makhluk serakah yang memulai semua perjanjian. Makhluk itu memiliki kekuatan yang begitu besar, meskipun pada kenyataannya hanyalah seonggok daging tak bernama.
"Hahahaha, urip eneh awakku."
(Hahahaha, hidup kembali diriku.)
Seorang pria dengan tubuh kurus kering tanpa sehelai benang pun kembali hidup. Kehidupan kedua dengan ritual dari cucu buyutnya sendiri. Di saat bersamaan. Tubuh Bella limbung hingga jatuh ke lantai terkulai lemah. Energi gadis itu terkuras habis.
Semua lilin padam, membuat ruangan itu gelap gulita, hingga yang tersisa hanyalah suara langkah kaki berjalan menjauh dengan tawa yang masih saja terus bergema. Sosok masa lalu yang merangkak masuk ke dalam lubang pembakaran. Sosok itu berusaha untuk meninggalkan tempatnya bangkit.
Begitu banyak sarang laba-laba, tetapi itu bukan suatu halangan. Hewan kecil yang sibuk merajut jaring, justru menjadi makanan yang lezat. Dimana sosok itu menghisap energi para hewan yang dilewatinya, sedangkan di atas sana. Lucifer baru saja menemukan keberadaan Ibu Sulastri.
__ADS_1
Dimana makhluk yang menempati tubuh Ibu Sulastri terduduk di lantai dengan tangan belepotan darah. Mulutnya penuh dengan daging segar yang terkoyak. Jika manusia yang melihat semua itu. Sudah pasti menyebutnya sebagai kanibal.
"Rupanya, budakku sibuk menyantap makanan. Apa kau bosan hidup, HAH!" Seru Lucifer seketika membuat Ibu Sulastri melemparkan daging ayam yang hanya tersisa seperempat bagian.
"Ampun, Tuan. Hamba ....,"
Lucifer menjentikkan jari dengan pikirannya mengendalikan tubuh si makhluk yang kini terombang-ambing di udara. Tatapan matanya begitu tajam, "Cari istriku dan bawa dia ke hadapanku. Sekarang!"
Kepergian makhluk itu, meninggalkan sisa daging yang tergeletak di depan Lucifer. Daging yang berubah menjadi hitam, dan juga dirubungi begitu banyak belatung putih yang besar. Inilah yang akan terjadi. Ketika sebuah makanan telah menjadi sisa dari makhluk tak kasat mata.
Ada yang lain, ketika makanan sudah dicicipi oleh bangsanya. Maka, makanan itu akan basi. Jadi, meskipun dipanasi. Tetap tidak akan berubah rasa. Yah, kurang lebih seperti itu. Meninggalkan tentang makanan sisa. Diana yang berada di kamar terus saja melantunkan doa untuk keselematan dirinya dan seluruh orang yang dia cintai.
__ADS_1
Gadis itu harus rela terus menekuk kedua kakinya dan selalu memeluk Abil yang masih tak sadarkan diri. Bolehkah bersyukur? Setidaknya dengan situasi itu. Dia bisa beristirahat sejenak.
Namun, ketenangan di dalam rumah itu hanya berlangsung teramat singkat, hingga suara erangan dengan tawa mulai terdengar dari balik dinding yang selama ini nampak tidak ada ruangan lain. Siapa sangka, dari salah satu kamar. Ada ruangan rahasia yang tertutup dinding baru.
Erangan yang terdengar seperti suara gesekan besi bersatu dengan derit palu dipukuli, membuat Abil tersentak kaget. Tiba-tiba saja, anak itu menangis. Suara tangisannya mengubah ketenangan Diana menjadi rasa khawatir dan panik. Tak ingin semakin mengundang mereka yang tak kasat mata terbangun.
Diana berusaha memberikan usapan punggung yang lembut selayaknya seorang ibu. Gadis itu memberikan bisikan-bisikan lantunan ayat suci Al-Quran. Hanya itu yang terlintas dan tersisa. Tidak ada lagi solusi yang lain. Dia tahu, cepat atau lambat. Para makhluk akan mengetahui keberadaan mereka berdua.
Suara tangisan berangsur-angsur menghilang, tetapi kedatangan Lucifer yang secara tiba-tiba, membuat gadis itu menghentikan lantunan ayat suci Al-Quran seraya membungkam Abil. "Sttt, tenanglah. Kita harus tetap hidup."
Lucifer mencoba menajamkan pendengaran nya. Namun, apapun yang dia dengar beberapa detik lalu. Tiba-tiba sudah menghilang tanpa jejak. Pangeran iblis mencoba menggunakan kekuatannya untuk menemukan aura yang menarik perhatiannya. Akan tetapi, pelindung yang diberikan Azam jauh lebih kuat.
__ADS_1
"Wagyo Supardi bangkit kembali? Pria serakah dengan ambisi berdarah. Aku harus segera mengurungnya, lagi."