Jerat Karma Suami Goib Ku

Jerat Karma Suami Goib Ku
Bab 20: PERMINTAAN BELLA - PENOLAKAN IBU SULASTRI


__ADS_3

Langkah yang terburu-buru, membuat gadis itu mengikis jarak lebih cepat. Hingga begitu tangannya membuka pintu. Terlihat ibunya berdiri dengan tangan terangkat menunjuk seseorang. Semakin berjalan mendekati, kini terlihat jelas tanpa halangan.


"Ibu?!" panggil Bella.


Suara lembut putrinya seketika meredam semua emosi di dalam hatinya, tapi tidak dengan Ibu Puput. Dimana tetangga terglamor nya itu justru bertepuk tangan seperti anak kecil mendapatkan mainan.


"Neng, keluar juga." Ibu Puput tersenyum sinis. "Gimana kabarnya, Neng Bella?"


"Alhamdulillah, baik. Ibu, kenapa teriak? Gak enak loh di denger tetangga yang lain." Ucap Bella menggandeng tangan kiri Ibu Sulastri.


"Ndu, kamu masuk aja!" titah Ibu Sulastri.


"Kita masuk bareng! Bella gak mau ibu teriak-teriak, inget kesehatan ibu." jawab Bella.


"Neng, gimana rasanya nolak lamaran? Apa jangan-jangan....,"


"....,"


"Ibu Puput, silahkan pulang ke rumah! Apapun yang saya dan keluarga lakukan, itu bukan urusan ibu. Satu lagi, jangan ikut campur urusan keluarga saya!" Bella membungkam Ibu Puput, kemudian membawa ibunya pergi meninggalkan halaman untuk kembali masuk ke dalam rumah mereka.

__ADS_1


Sindiran pedas yang masih keduanya dengar. Tak lagi dipedulikan. Hingga pintu terbuka lalu ditutup dengan nafas panjang menetralkan emosi mereka. Bella masih menuntut sang Ibu agar mau duduk bersamanya di ruang tamu.


"Ibu, maafkan Bella." ucap Bella menundukkan wajahnya.


Ibu Sulastri mengesampingkan rasa sesak yang saat ini menguras emosinya. Kemudian mengusap kepala putrinya dengan lembut. "Ibu tahu, kamu tidak berniat melakukan semua ini, Ndu."


"Sekarang, jangan pikirkan hal yang membuat kita sedih. Bukankah kita masih sehat, dan hidup bersama? Alhamdulillah." Jelas Ibu Sulastri, membuat Bella mendongak menatap sendu sang ibu.


Keduanya saling memandang menyalurkan rasa yang tak bisa diungkapkan. Pemikiran dan isi hati yang hanya menjadi keheningan. Hingga satu jawaban menghampiri gadis itu, membuatnya merengkuh tangan sang ibu. Lalu memberikan kecupan sayang.


"Ada apa, Ndu? Apa yang mengganggumu?" tanya Ibu Sulastri paham benar dengan sikap putrinya.


"Ndu? Kamu sadar 'kan dengan permintaanmu ini?" tanya Ibu Sulastri memastikan pendengarannya baik.


Bella menganggukkan kepala. "Bella serius. Kumohon hentikan....,"


Tangan yang digenggam Bella langsung ditarik, lalu memalingkan wajahnya. "TIDAK! Ibu akan selalu berusaha melepaskan putri semata wayang ku dari pernikahan beda dunia."


Suara yang lemah, tegas, tetapi menyayat hati, membuat Bella memberikan kesempatan agar ibunya meluapkan semua isi hatinya. Terkadang cukup mendengarkan tanpa harus menyela. Itulah yang bisa dilakukan disaat keadaan terlalu rumit untuk dijelaskan.

__ADS_1


"Hidup ibu sudah dipenuhi dengan hal-hal tidak normal sejak kecil. Ibu masih bisa menjalani kehidupan hingga memiliki kalian. Setiap waktu seperti penjara tanpa jeruji besi. Sesak tanpa bisa melakukan sesuatu sesuka hati." Ibu Sulastri memegang kedua bahu putrinya. "Ndu, ibu tidak akan biarkan hidupmu sama seperti hidupku."


Bella terdiam merenung dan mencerna semua tanpa terburu-buru. Sesaat memikirkan perasaan, harapan dan tujuan ibunya. Tidak ada yang salah, tapi lintasan ingatan akan penyiksaan jiwa sang ibu saat ia melanggar peraturan rumah kembali hadir. Suara jeritan dengan aliran darah yang tak bisa dibayangkan. Seketika menghilangkan semua pemikiran untuk mendukung keputusan ibunya.


Tidak! Harapan masa depanku, tidak lebih penting dari nyawa keluarga ku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada ibu dan adikku. ~batin Bella tanpa sadar menggelengkan kepalanya, membuat Ibu Sulastri tertegun.


"Ndu! Kamu kenapa?" tanya Ibu Sulastri menggoyangkan bahu Bella.


Goyangan itu menyentak kesadarannya. "Bella baik, Bu."


"....,"


"Bella mohon, hentikan mencari jodoh untuk ku." pinta Bella sekali lagi.


"Apa alasan Ibu kurang untuk Bella? Ibu hanya....,"


"AKU MENCINTAI SUAMIKU!"


Pernyataan Bella langsung menjadi tamparan keras untuk Ibu Sulastri. Ia tidak menyangka putrinya akan jatuh cinta dengan makhluk gaib. Bagaimana itu mungkin? Apa semua itu benar? Bagaimana jika hanya untuk menyelamatkan keluarga?

__ADS_1


"Iya, Bu. Bella jatuh cinta pada Lucifer. Mungkin, ibu tidak akan percaya atau menganggap ini hanya sebagai alibi." Bella kembali meraih kedua tangan ibunya. "Bella benar-benar mencintainya. Biarkan aku memberikan kesempatan untuk menjalankan rumah tangga. Meskipun kami beda dunia."


__ADS_2