
"Kenapa kamu melakukan semua itu? Sebesar itukah perasaanmu untuk ibu dan adikmu?" Lucifer mengusap wajah manis Bella yang masih tak sadarkan diri.
Meninggalkan dunia manusia. Di sebuah kerajaan dimensi alam lain. Para makhluk dengan berbagai wujud sibuk melakukan pekerjaan masing-masing. Sepanjang jalan batu berlumut berserakan piring sesaji dengan aroma dupa, kemenyan dan bunga. Warna hitam pekat dari piring sesaji. Bangunan rumah bambu dari sisi kanan dan kiri jalan batu berderet acak dengan bendera koyak putih kemerahan.
Aku harus segera melaporkan tindakan Pangeran. Penguasa alam gaib tidak bisa bersatu dengan manusia.~batin Arum terbang melayang menghampiri sebuah istana dengan kubah lancip di atas sana.
Para makhluk yang melihat kedatangan Arum hanya menunduk sesaat sebelum kembali melakukan apa yang mereka kerjakan. Hingga pintu gerbang hitam yang dipenuhi sarang laba-laba terbuka begitu saja menyambut kedatangan kunti merah yang dikenal sebagai calon pangeran iblis.
Aura mencekam beraroma engap dan darah menyebar, membuat sesosok bayangan mulai menampakkan wujudnya di depan pintu utama istana. "Arum? Dimana putraku?"
"Ampun, Romo. Arum gagal membawa Lucifer pulang." Mba Kunti Merah mengubah wujudnya menjadi sosok wanita cantik bergaun merah, lalu berjalan menghampiri seorang pria yang ikut mengubah wujudnya menjadi seorang pria paruh baya. "Kedatangan Arum ke istana ingin menyampaikan bahwa Pangeran melakukan pernikahan dengan seorang manusia, Romo."
Jduuaar!
Kilatan petir yang menyambar di atas istana menjadi sebuah pertanda kemarahan penguasa alam gaib. Pria paruh baya yang memakai pakaian kerajaan kuno dengan keris tapak sewu terselip di pinggang kanannya itu menatap Arum tanpa berkedip.
__ADS_1
"Romo, Arum mohon bawa pangeran kembali pulang. Bukankah para manusia hanya bisa dijadikan budak. Untuk apa pangeran menikah dengan manusia?" Arum mencoba memanasi situasi agar ayah pangeran mau berpihak padanya dan mempercepat pernikahannya bersama pangeran.
"Apa semua yang kamu katakan benar? Jika iya, Romo akan seret pangeran kembali ke istana." Tanya Ayah Lucifer memastikan.
Arum mengangguk dengan wajah memelas. Sorot mata kesedihan dengan wajah menunduk menghadirkan rasa iba di hati ayah Lucifer, tapi tiba-tiba saja hembusan angin menerbangkan semua dedaunan kering di sekitar keduanya. Bukan hanya itu, aroma melati menyebar ke seluruh alam gaib. Hingga dalam sekali kedipan mata semua makhluk berkumpul menjadi satu di halaman istana.
"Pangeran kembali!" Sorak rakyat alam gaib bersuka ria, berkat aroma melati yang menjadi identitas pangeran mereka.
Semuanya muncul di istana untuk menyambut kedatangan pangeran mereka. Setelah sekian purnama. Akhirnya cahaya dari alam gaib kembali memberikan harapan baru. Sebagai pewaris kekuatan sekaligus kekuasaan alam gaib. Lucifer Bramasta memiliki batu delima yang menjadi sumber kekuatan para makhluk gaib.
"Lucifer! Tunjukkan wujudmu!" Seru ayah Lucifer, membuat putranya mengubah wujud dan berdiri di hadapan rakyat.
"Romo, Aku telah memilih istri yang tepat." Ucap Lucifer, membuat rakyat nya saling pandang dan berpikir jika kunti merah yang berdiri di belakang sang pangeran adalah istri yang dimaksud pangeran mereka.
"Selamat, Pangeran. Selamat Arum." Sorak rakyat makhluk gaib dengan kegembiraan.
__ADS_1
"Bukan Arum istriku!" Lucifer menjentikkan jarinya menghilangkan suara rakyatnya agar tidak lagi memberikan selamat untuk hal yang tidak benar. "Istriku Arabella. Seorang manusia yang bisa menjaga dan mewarisi batu delima seperti ibu asuhku!"
"LUCIFER! Apa kamu sadar dengan akibatnya?!" Seru Romo menggetarkan hati semua makhluk, tapi tidak dengan Lucifer yang berbalik menghampiri ayahnya tanpa keraguan.
Lucifer bersimpuh di depan ayahnya, lalu mengambil tangan kanan pria paruh baya itu. "Romo, aku sudah memutuskan untuk mempertahankan Bella sebagai istri manusia ku. Berikan aku kesempatan untuk memilih jalan ku sendiri."
"Bukankah perjanjian antara Romo dan Ibu membebaskanku memilih pasangan ku sendiri?" sambung Lucifer tanpa mau memberikan kesempatan ayahnya untuk menolaknya.
Arum menggenggam kedua tangannya erat. "Romo, harus nikahkan Arum dengan pangeran! Pangeran milik Arum!"
"TIDAK! Aku memilih Bella sebagai istriku. Rakyatku akan menerima keputusan pangeran mereka, dan kamu jauhi kehidupan istriku! Jangan kamu kira, aku tidak tahu tindakanmu yang berniat melenyapkan gadis itu." Lucifer masih bersimpuh sebelum mendapatkan izin dari ayahnya, meskipun ia tidak mau diam melawan Arum.
Rakyat hanya bisa menjadi penyimak. Hingga ayah Lucifer memejamkan mata seraya menarik keris tapak sewu. Lalu, menggoreskan keris itu ke pergelangan tangan kirinya sendiri. Hingga setetes darah dibiarkan membasahi rambut hitam Lucifer.
"Romo mengizinkan mu! Umumkan pada rakyat kita pernikahanmu!"
__ADS_1