
5 menit berlalu dan mereka pun akhirnya istirahat lalu menuju ke kantin.
Terlihat Alfian dan juga Renald duduk di salah satu kursi yang ada di kantin, dan sedang meneguk minuman soda.
Beberapa saat kemudian, mereka yang berada di dalam kelas keluar dari kelas mereka masing-masing karena memang jam istirahat telah tiba.
"Woi kalian ngapain ninggalin kita?" ucap Rafi yang baru datang dan duduk di samping mereka bersama dengan Tania.
"Tau nih! Eh kalian berdua tuh tau nggak tadi si Rafi juga disuruh buat manggil kalian berdua nggak balik balik ke kelas!" kata Tania.
"Ya kita pikir karena kurang lima menit lagi istirahat, daripada kita harus balik ke kelas mending kita ke kantin!" ucap Alfian dengan tanpa berdosa.
"Iya betul apa kata Alfian!" kata Renald menimpali ucapan Alfian tadi.
Rafi dan juga Tania hanya menghela nafas mendengarkan alasan dari mereka berdua , lalu setelahnya mereka berdua memesan makanan.
"Jun, gue perhatiin dari tadi lo nggak nyimak apa yang dijelasin sama guru! Ada apa sama lo?" Renald bertanya kepada Alfian ,karena dirinya dari awal pelajaran sampai Istirahat melihat Alfian yang terus-terusan tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru.
"Ya elah lo kayak nggak tahu Alfian aja sih!" ucap Rafi yang sudah tahu karena Alfian memang seringkali tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru.
"Ya sebenarnya sih enggak ada apa-apa kok, cuma,,,,,,," ucap Alfian tiba-tiba terpotong.
"Halo adik-adikku yang tampan dan juga cantik! Tapi masih tetap tampan Brian!" siapa Brian yang yang mendekat kearah adiknya.
Brian datang bersama dengan Dila , Jeno dan juga Alisya. Karena memang mereka berempat satu kelas. mereka adalah anak-anak kelas 12 sebenarnya dari keluarga besar mereka Ada 5 orang yang kelas 12, Akan tetapi karena tidak sakit dan tidak masuk jadi hanya 4 orang saja yang saat jam istirahat adik-adik mereka.
"Untung aja kak Brian sama yang lain dateng jadi gue nggak perlu bingung harus ngomong apa sama mereka!" Ucap Alfian yang menghela nafas leganya, karena tidak perlu beralasan lagi.
"Apaan sih, gantengan juga gue!!" Ucap Renald yang tak mau kalah dari kakaknya, Brian.
"Apa lo anak curut! Wlee!!" Ucap Brian yang sering sekali menggoda adik kandungnya itu sampai merasa kesal.
"Ini sebenarnya mana sih yang Kakak dan mana sih yang adik! kelakuan Kakak udah kayak anak kecil kelakuan adiknya malah udah dewasa!" ucap Victor yang menatap penuh pada mereka berdua.
"Kayaknya sih gue kakaknya tapi Bunda lebih dulu ngeluarin dia!" ucap Renald.
__ADS_1
"Apa lo bilang?" Tanya Brian anak kedua dari Nathan dan Nadia.
"Gue bilang gue yang kakaknya dan lo adik gue!" ucap Renald penuh dengan penekanan.
"Kalau gitu nggak papa! nanti pas jam pelajaran di kelas gue, lo yang gantiin gue ! soalnya gue males ketemu sama guru killer!" ucap Brian yang emang yang paling benci dengan yang namanya guru killer.
"Dih ogah banget! gue tadi aja bolos!" kata Renald yang tidak sengaja malah bicara jujur pada kakaknya itu kalau tadi dia bolos, meski hanya 5 menit.
"Apa jadi lo tadi bolos? wah gue bilang sama bunda lo!"ancam Brian pada Renald.
"Apaan sih maina ancam-ancam aja! orang gue tadi boleh cuma 5 menit doang!" kata Renald yang memang tidak mau disalahkan dan tidak mau Bundanya tahu kalau dirinya bolos jam pelajaran.
"Alasan aja lo!"
"Udah-udah apaan sih kalian kenapa malah pada ribut di sini? mending daripada kalian berdua ribut nih makan!" kata Dila yang geram melihat kakak beradik itu terus saja bertengkar, gila lu memberikan beberapa bungkus makanan pada mereka berdua agar mereka diam dan makan.
Para adik-adik mereka yang masih duduk di bangku kelas 11, tidak tahu kalau Dira ternyata tidak masuk karena dirinya sedang tidak enak badan.
Lalu mereka semua memutuskan berencana untuk menengok Dira . Ya, Meskipun mereka tinggal di satu Mansion yang sama tapi mereka sangat menyayangi satu sama lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kelas 12, tempat anak-anak ke 2 para pasangan itu.
"Ini gurunya nggak datang apa gimana sih?" tanya Dila sambil menyandarkan kepalanya pada ada jendela yang ada di dekat tempat duduknya.
"Halo guys Brian yang paling ganteng datang!" ucap Brian yang baru saja datang dari kantor guru.
"Nah tuh Brian datang! mending tanya aja sama dia!" kata Alisya yang melihat Brian masuk ke dalam kelas.
"Brian, gurunya enggak dateng?" tanya Dila pada Brian.
"Gue mau kasih tahu kalian ,kalau guru nggak jadi ngajar kita karena katanya kucingnya mati!" kata Brian yang berkata yang sebenarnya.
"Hah? gimana-gimana? aku nggak salah dengar?" tanya Alisya.
__ADS_1
"Iya nggak salah dengar katanya sih kucing itu adalah kucing kesayangan guru killer itu! jadi dia pulang buat ngurus pemakaman tuh kucing!" jelas Brian pada mereka semua yang ada di kelas 12 A. Brian memang menjadi salah satu murid yang yang sering dipanggil oleh guru untuk memberitahukan berita-berita terkini pada teman-temannya.
"Haish, kucing doang sampai segitunya!" ucap Dila sambil memutar bola mata malasnya.
"Iya nih tampangnya aja galak ternyata peliharaannya kucing!" kata Alisya sambil terkekeh kecil.
Brian pun menyampaikan kalau saat jam pelajaran guru killer itu. Mereka harus mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang tadi pagi sudah. diberikan oleh guru killer itu.
Mereka semua yang bahkan belum mengerjakan 1 soal pun merasa bingung, karena memang pada dasarnya mereka semua tidak pernah memperhatikan guru killer itu saat sedang menjelaskan.
Akan tetapi berbeda dengan Dila yang selalu mengerjakan tugas bahkan sebelum diminta.
"Apa? gue bahkan tadi pagi tuh nggak merhatiin tuh guru! dan sekarang disuruh ngumpulin ?" ucap Alisya yang memainkan bibirnya karena na kesal.
"Udah kalau semua tenang aja ,nih!" ucap Dila sambil melempar bukunya tepat di depan meja tempat duduk Alisya.
"Hah? lo udah selesai? wih hebat banget loh!" ucap Alisya yang kagum pada Dila. DiIa sendiri hanya tersenyum mendengar pujian dari Alisya tadi.
"Woy siapa yang udah ngerjain tugas? Victor pada semua murid di dalam kelas. Namun hanya gelengan yang ia dapat, karena mereka semua memang sengaja tidak memperhatikan guru killer itu saat menjelaskan.
"Alisya, lo udah belum?" Tanya Jeno pada Alisya.
"Udah nih baru gue tulis!" Ucap Alisya dengan santainya.
"Lah, kok di tulis? Kan harusnya di kerjain!" Tanya Victor heran pada Alisya.
"Gue nyontek sama Dila nih! Dia udah ngerjain!" Kata Alisya sambil menulis tanpa menatap wajah Victor.
Victor yang mengetahui itu adalah buku Dila langsung menoleh ke arah Dila. Dila hanya tersenyum ke arah Victor.
"Gue juga mau nyontek!" Ucap Victor.
"Lah, kok nyontek sih?" Kata Brian yang tiba-tiba membuat Victor merasa nggak enak, dan menoleh kasar pada Brian. Karena Victor kira Victor akan mengadu pada guru killer itu.
"Kenapa nggak bilang sama gue? Gue juga mau nyontek!" Ucap Victor setelahnya.
__ADS_1
Victor menghela nafas kasar dan juga memutar bola mata malasnya.
"Sama aja lo!" Ucap Victor.