
Sesampainya Gisella di dunia lain. Gisella berada di tempat yang sama dengan suasananya yang berbeda, di dunia lain kamar itu tampak sangat menyeramkan dengan suasana yang mencekam.
"Chan, kamu di mana?!" Teriak Gisella.
Gisella mencari Chan ke semua sudut dan juga ruangan di kamar 126, dan mendapati Chan ada bersama dengan Wendy.
Di mata Chan, Wendy adalah wanita cantik yang selalu dia cintai. Namun di mata Gisella, Wendy adalah sosok iblis dengan paras yang menakutkan. Diantara Wendy dan Chan terjadi sebuah percakapan dan Gisella hanya mendengarkan.
"Chan, tolong bawa aku bersamamu!" Ucap Wendy.
"Tanpa kamu minta pun, aku akan membawa kamu bersama denganku, Wen! Dan aku akan membuktikan pada semuanya kalau kamu tidak seperti apa yang mereka semua pikirkan?!" Jawab Chan.
"Aku sangat takut berada di sini!" Ucap Wendy dengan segala kebohongannya.
Chan membelai dan memeluk Wendy dengan perasaan yang masih ada karena Chan belum mengetahui kebenarannya. Gisella yang melihat itu merasa sakit hati, namun dia berusaha menguatkan dirinya karena Wendy bukanlah manusia.
"Chan?!" Panggil Gisella yang sontak membuat Chan dan juga Wendy menoleh ke arahnya.
"Gisella, apa yang kamu lakukan di sini?!" Tanya Chan heran.
"Tidak Gisella! Ini bukan saatnya untuk menangis!" Batin Gisella.
"Chan, kenapa kamu memeluk iblis ini??" Tanya Gisella dengan menunjuk Wendy.
"Gisella, jaga bicara kamu! Aku ke di sini karena di tarik oleh kekuatan iblis itu dan aku bertemu dengan Wendy di sini?!" Ujar Chan yang tidak tahu kalau yang menariknya justru Wendy, kekasihnya sendiri yang tidak lain adalah iblis itu.
"Chan, ku mohon percaya padaku kalau dia bukanlah manusia, dia adalah iblis! Dia mempengaruhi pikiran kamu untuk mencintainya! Dia nantinya juga akan mengambil jiwamu untuk menyempurnakan kekuatannya!!" Ucap Gisella dengan wajah memelasnya.
"Apa yang kau katakan?" Ucap Wendy yang berusaha mengelak dari kebenarannya.
"Kau wanita iblis, berhentilah mengganggu, Chan!!" Bentak Gisella pada Wendy.
"Gisella, jaga bicaramu! Jangan kelewatan?!" Bentak Chan pada Gisella.
__ADS_1
Sebenarnya hati Gisella merasa sakit karena di bentak oleh Chan, namun Gisella berusaha menahannya karena Chan begitu karena terpengaruh oleh Wendy.
"Kalau begitu mintalah dia untuk menyentuh ini!" Pinta Gisella sembari mengeluarkan kalung berisi air anggrek hitam.
Wendy sendiri hanya merasa sedikit kesakitan karena berada jauh dari Gisella.
Chan menoleh ke arah Wendy dan berkata,,,
"Aku percaya pada Wendy, sekarang aku memintamu untuk membawa kami berdua keluar dari sini!" Pinta Chan pada Gisella.
"Chan, buka mata kamu! Dia itu adalah iblis yang kejam!! Dia tidak benar-benar menginginkan cinta kamu, Chan!! Kau hanya dimanfaatkan olehnya, Chan!!! Ku mohon sadarlah, Chan!!!!" Ujar Gisella memohon pada Chan yang tak kunjung menyadari kebenaran itu.
Wendy memang mencintai Chan, karena itu dia memilih untuk mempengaruhi Chan dengan membuatnya mencintai dirinya. Namun tujuan utama dari Wendy adalah mengambil jiwa seorang pria yang berhasil dia pengaruhi untuk mencintainya, itu semua Wendy lakukan untuk menyempurnakan kekuatannya . Dengan begitu Wendy akan menjadi iblis yang kekal juga terkuat.
Gisella memikirkan cara untuk membuat Chan percaya padanya, sampai akhirnya dia menemukan sebuah ide.
"Akan aku tunjukkan padamu kalau dia sebenarnya adalah iblis!!" Ucap Gisella yang sudah kesal pada Wendy. Chan sangat penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Gisella pada Wendy.
"Jangan lakukan hal bodoh, Gisella!" Ujar Chan yang masih tak percaya dengan Gisella.
Gisella lalu membuka liontin yang berisikan air anggrek hitam itu dan melemparnya ke arah Wendy. Lemparan Gisella tepat mengenai Wendy. Mengetahui kalau itu adalah anggrek hitam, Wendy terkejut dan seketika merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Arkhh ,, sakit sekali!!!" Rintih Wendy yang memegangi seluruh bagian tubuhnya yang merasa sakit.
Chan yang melihat hal itu seakan tak percaya dan terkejut melihat Wendy yang kesakitan seperti itu.
"Wendy?" Ucap Chan terkejut.
"Gisella, apa yang kamu lakukan?" Ucap Chan yang hendak menyalahkan Gisella karena sudah membuat Wendy merasa kesakitan.
"Arkhhh sakit!!!!!!!" Bentak Wendy pada Chan lalu mendorong Chan hingga Chan membentur tembok.
Setelah Wendy mendorong Chan, dia langsung berubah ke wujud aslinya yang sangat menyeramkan. Wendy sendiri adalah iblis yang juga mempengaruhi Nadia saat dia hendak menikah. Hantu pria yang menyamar menjadi seorang pengantin itu adalah hantu suruhan Wendy, yang menginginkan menjadi seorang manusia.
__ADS_1
Melihat Chan yang terbentur tembok, Gisella langsung berlari ke arah Chan dan menolongnya.
"Chan, ayo bangun! Kita harus segera pergi dari sini!" Ucap Wendy yang meminta Chan agar ikut dengannya.
"Tapi,,,,,," ucapan Chan yang belum selesai karena di tarik oleh Gisella.
"Ayo Chan!!!!" Ujar Gisella sembari menarik tangan Chan.
"Arkhhhhhhh dasar kalian!!!!! Arkhhhh sakit sekali!!!!" Ucap Wendy kesakitan.
Gisella menggandeng tangan Chan dan berlari menuju ke raga mereka. Chan masih tidak menyangka kalau Wendy yang tak lain adalah kekasihnya adalah seorang iblis.
Saat Gisella dan juga Chan berlari menuju ke raga mereka, tiba-tiba saja mereka di hadang oleh Wendy yang langsung muncul di hadapan mereka.
Deg,,,,
Kemunculan Wendy di hadapan mereka sontak membuat Gisella dan juga Chan terkejut.
"Kalian mau kemana? Dan kau wanita busuk, kembalikan dia padaku!!! Dia milikku!!" Ucap Wendy pada Gisella.
Gisella sendiri bingung kenapa bisa Wendy masih mengejar mereka, sampai Gisella menyadari kalau yang dia lempar tadi bukanlah air anggrek namun hanya air suci saja sehingga pengaruhnya hanya sebentar saja pada iblis.
"Dia bukan milikmu!!" Bantah Gisella.
"Dia akan menjadi milikku, dalam hitungan menit dia akan selama-lamanya bersama denganku!!Hahaha" ujar Wendy dengan tawa menyeramkan dari dirinya.
"Tidak mungkin!!!" Ucap Gisella yang membantah apa yang dikatakan oleh Wendy.
Wendy pun mengatakan kalau dia sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan Chan. Dan jika melakukan *** 3 kali , Chan akan mati dengan sendirinya. Namun Wendy tidak perlu melakukan untuk ketiga kalinya karena Chan justru datang sendiri ke alam Wendy.
Gisella hanya membelalakkan matanya karena tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Wendy. Namun pernyataannya membuat Gisella merasa sakit pada hatinya karena mengetahui kebenaran kalau mereka berdua sudah melakukan hubungan intim.
Chan hanya diam mendengar hal itu dari mulut Wendy. Dia tidak mengerti dengan semua yang Wendy katakan. Dengan segera Gisella menarik tangan Chan dan mengajaknya untuk segera kembali ke alam mereka.
__ADS_1
"Ayo, Chan!!" Ucap Gisella sembari menarik tangan Chan.
"Lari lah sebisa kalian, sampai kapan pun kalian tidak akan pernah menemukan titik terang di dalam kamar ini! Dan bahkan di alam ku ini!!! Hahaha!!!!" Ucap Wendy dengan tawa jahatnya lagi.