Kamar 126

Kamar 126
Sosok Iblis


__ADS_3

Sesampainya di depan kamar 126,,,,,


Tok tok tok,,,,,


Chan mengetuk pintu kamar itu.


"Apa Wendy ada di dalam?" Tanya Gisella.


"Iya, dia ada di dalam!" Ujar Chan memberi tahu Gisella dan yang lainnya.


"Kalau begitu kamu temui dia dulu saja di dalam, kita semua akan menunggu di sini!" Kata Gisella menyarankan.


Chan pun langsung masuk ke dalam kamar itu dan menemui Wendy. Namun saat di dalam kamar itu, Chan tidak menemukan keberadaan Wendy di sana. Chan mencari Wendy ke berbagai ruangan yang ada di kamar itu, namun hasilnya nihil. Wendy tidak ada di dalam kamar itu.


"WENDY, KAMU DI MANA?" Teriak Chan dari dalam kamar 126.


Teriakan Chan sontak membuat semua yang menunggunya di depan kamar itu bingung. Mereka heran kenapa Chan tiba-tiba saja berteriak seperti itu, dan pada akhirnya mereka semua memutuskan untuk masuk ke dalam kamar itu.


"Ada apa Chan?" Ucap Gisella khawatir.


"Sel, Wendy nggak ada di mana pun!" Ujar Chan yang terlihat khawatir akan Wendy.


"Bagaimana mungkin dia pergi?" Tanya Gisella heran.


"Apa jangan-jangan iblis mengambil jiwanya?" Ucap Lisa yang membuat semua menoleh ke arahnya.


"Sepertinya apa yang kamu katakan benar, sekarang kita harus segera mencarinya!" Saran Jeni.


Semuanya sibuk mencari keberadaan Wendy, namun entah kenapa tiba-tiba Gisella merasakan hal aneh pada pendengarannya. Samar- samar Gisella mendengarkan suara,,,,


"Pergi!!!!!!! Atau kalian semua akan mati!!!!!!!" Ucap suara yang terdengar samar di telinga Gisella.


Karena Gisella hanya samar-samar saja mendengar itu , jadi dirinya memutuskan untuk menutup matanya dan melihat lebih jelas lagi.


Saat Gisella menutup matanya, Jeni menyadari itu dan memutuskan untuk ikut dengan Gisella pergi ke alam lain.

__ADS_1


"Gisella!" Ucap Jeni yang dilihat oleh Nadia.


"Sebaiknya kita dudukkan dia dulu!" Ucap Nadia sembari memapah Gisella yang sudah menutup matanya untuk pergi ke alam lain.


Dengan mata Gisella yang tertutup, Jeni dan Nadia mendudukkan Gisella di sebuah kursi yang ada di kamar itu.


Di sisi Gisella yang tengah pergi ke alam lain, dia berada di kamar itu dengan seluruh ruangan yang berwarna merah darah, terasa sangat mencekam.


"Keluar kau iblis!!! Di mana kau menyembunyikan Wendy?!" Tanya Gisella dengan mata yang tak henti-hentinya menatap setiap sudut ruangan itu.


"Kalau kau berani, tunjukkan dirimu di hadapanku!" Ujar Gisella yang menantang iblis itu.


"Apa yang akan kau lakukan kalau aku menunjukkan diriku di hadapanmu? Apa kau akan menyingkirkan aku? Atau akan melenyapkan aku?" Jawab iblis itu dari setiap sisi ruangan tanpa menampakkan wujudnya.


"Aku tidak akan pergi !!!" Kata Gisella melawan ucapan iblis itu.


Di dunia nyata, karena mereka semua yang mencari keberadaan Wendy tak kunjung menemukan Wendy. Akhirnya mereka langsung mendekat ke arah Gisella, mereka tahu kalau Gisella pergi ke alam lain untuk mencari keberadaan Wendy. Kini hanya Gisella harapan satu-satunya yang bisa mengetahui keberadaan Wendy.


Mereka duduk dengan lantai dan melingkari Gisella yang berada di kursi.


"Kembalikan Wendy padaku!! Kau tahu temanku sangat mencintainya dan mereka akan segera menikah!! Jangan sampai aku menghancurkan tempat ini dan melenyapkan mu!!" Ancam Gisella pada iblis yang masih bersembunyi.


"Mencintai Wendy katamu? Dia bahkan sudah berpindah ke lain hati! Dan itu dengan dirimu!!!" Ujar Iblis itu dengan nada ketus.


Deg,,,,,,


Ucapan Iblis itu membuat hati Gisella terkejut hingga membuatnya bingung harus berkata apa lagi.


"Ap,,apa maksudmu?" Ujar Gisella dengan gugup.


Iblis itu langsung muncul di hadapan Gisella. Gisella terkejut setengah mati karena mendapati sosok iblis itu adalah Wendy, kekasih Chan.


Gisella sempat tak percaya dengan apa yang dia lihat itu, namun memang kenyataannya seperti itu. Wendy adalah sosok iblis yang selama ini mendiami kamar 126 itu. Sebenarnya saat dia meminta kepada Chan untuk tinggal di hotel VV itu karena kemauan dia dan dia ingin tinggal di kamar nomor 126. Jadi hantu yang sering sekali mengganggu Wendy itu bukanlah jahat, namun ingin melindungi Chan dari sosok Wendy itu. Maka dari itu staf mengira kamar itu kosong saat Chan tidak pernah lagi datang karena kehilangan ingatannya. Chan beberapa kali ingin bertemu dengan kedua orang tua Wendy, namun dia selalu beralasan kalau orang tuanya entah berada di mana.


Wendy sendiri dari awal melihat Chan dia sudah jatuh cinta dan kebetulan setengah indra keenam Chan sudah terbuka. Hingga pada akhirnya Wendy berhasil mempengaruhi otak dan berhasil membuat Chan jatuh cinta juga. Tujuan Wendy hanya ingin hidup kekal abadi bersama dengan Chan di alam iblis. Dengan syarat kalau Wendy bisa berhubungan intim sebanyak 3 kali bersama dengan Chan. Hingga Chan akan jatuh sakit dan mati. Lalu kemudian rohnya akan kekal bersama dengan Wendy. Ini terbukti saat setelah berhubungan dengan Wendy , kepala Chan selalu merasakan sakit yang tak biasa sampai-sampai dia bisa mengalami kecelakaan itu hanya karena pengaruh sakit dari kepalanya yang tak tertahankan. Pengaruh iblis itu bisa hilang kapan saja saat Chan sudah bertemu dengan orang yang mencintainya dengan setulus hati dan begitu juga dengan Chan yang juga mencintai orang itu.

__ADS_1


Wendy tersenyum seringai di wajahnya dan menatap tajam Gisella yang ada di depannya.


"Kau yang sudah mengambil Chan dariku! Kau yang sudah menjadi penghalang cintaku! Ini semua terjadi karna kamu!! Jika saat itu kau tidak datang!! Mungkin aku sudah hidup kekal abadi bersama dengan Chan di alam keabadian iblis!!" Ujar Wendy dengan tatapan tajamnya.


"Wendy, kau?!" Ucap Gisella yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"YA!! AKU ADALAH IBLIS PENUNGGU KAMAR INI!!!!!" Teriak Wendy dan langsung berubah wujud aslinya hingga membuat hati Gisella bergetar karena terkejut.


Deg,,,,,,


Teriakan itu sontak membuat Gisella langsung kembali ke alam manusia dan langsung membuka kedua matanya.


Gisella terbangun dengan nafas yang tak beraturan karena masih merasakan terkejut pada hatinya.


Semua orang yang ada di sana langsung terkejut karena melihat Gisella yang mendadak seperti itu.


"Gisella, ada apa??" Tanya Jeni yang melihat Gisella masih mengatur nafasnya.


"Gisella, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Chan yang khawatir akan kondisi Gisella.


Gisella langsung menatap Chan yang sedang mengkhawatirkan dirinya lalu kemudian dia berdiri di hadapan Chan.


"Katakan padaku di mana pertama kali kamu bertemu dengan Wendy?" Tanya Gisella dengan raut wajah seriusnya.


"Gisella, kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang hal itu?" Jawab Chan sambil memandang mata Gisella yang berkaca-kaca.


"JAWAB, CHAN!!" Bentak Gisella hingga membuat semua orang kebingungan.


"Gisella ada apa?" Tanya Nadia yang hendak menyentuh Gisella, namun niat Nadia dihalangi oleh Nathan.


"Biarkan mereka menyelesaikan masalah ini!" Ucap Nathan sembari menarik tangan Nadia perlahan.


"Aku bertemu dengannya setelah mamaku mengalami kecelakaan!" Kata Chan.


"Chan!!! Apa kau tahu siapa Wendy? Dia adalah iblis!!!!" Ujar Gisella.

__ADS_1


Deg,,,,,


__ADS_2