Kamar 126

Kamar 126
Kamar 126


__ADS_3

"Rasakan ini!!" Ucap Gisella sembari melempar kalung air suci.


"Akh panas!!" Iblis Wendy merasa kepanasan, namun tentu saja itu tak bertahan lama, karena Wendy tak akan merasakan efek yang berlebihan hanya dengan air suci.


"Kurang ajar!! Pergilah! Karena kedua anak itu telah menjadi milikku!! Kau terlambat!!! Hahaha!!!" Kata iblis itu yang kesakitan sembari tertawa dengan keras.


Gisella pun membuka matanya, hidungnya mengeluarkan darah, bahkan saat hendak berdiri kakinya terasa lemas. Namun Gisella berusaha menguatkan dirinya supaya bisa bangkit dan segera pergi mencari keberadaan Dila dan Axel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di saat yang bersamaan, Leon yang seorang peretas pun di suruh untuk mencari tahu keberadaan Dila dan Axel. Namun semua nihil, seakan tak ada jejak mengenai keduanya.


"Sebenarnya kemana anak itu membawa Dila pergi!!" Kesal Byun sambil meninju angin. Sindy yang melihat suaminya tengah kesal pun langsung berusaha menenangkan, "Tenangkan diri kamu sayang!" Kata Sindy.


Ceklek,,,,


Gisella membuka pintu kamar yang membuat semua orang langsung menatap ke arahnya, "Gisella?!" Ucap semua orang bersamaan, mereka khawatir karena melihat Gisella yang hidungnya mengeluarkan darah.


Chan langsung menangkap Gisella yang hendak jatuh karena sempoyongan, "Gisella ada apa denganmu?" Tanya Chan.


"Nanti saja aku jelaskan, kita harus bergegas ke hotel VV sekarang!!" Kata Gisella yang membuat semua orang mengernyitkan kening mendengar apa yang di katakan oleh Gisella.


Belum sempat mereka bertanya Gisella sudah lebih dulu berjalan dengan sempoyongan ke arah mobil, diikuti oleh Chan. Mereka semua heran, dan berpikir apakah yang akan Gisella lakukan di sana.


Hingga akhirnya mereka menyimpulkan apakah Dila dan Axel ada di sana?

__ADS_1


Tapi mereka sedang apa di sana?


Bukankah itu sebuah hotel?


Pikiran mereka berkecamuk, lalu kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti Gisella dan memberi tahu Mark dan Lucas untuk segera menyusul ke sana juga. Karena mengingat kalau Mark dan Lucas lah yang hari itu sedang tidak sibuk. Bahkan Windy hari itu juga akan pulang ke mansion nya tentunya Alfin akan mengantarnya pulang.


Sedangkan di sisi anak-anak yang sedang sekolah sebentar lagi juga akan pulang. Maka dari itu Lucas menyuruh Adam dan Zaki untuk menjemput anak-anak di sekolah nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelum itu semua terjadi, di sebuah kamar hotel. Tepatnya di kamar 126 Dila dan Axel tengah berdiri saling memandang.


"Axel, aku mencintaimu!" Kata Dila dengan membelai wajah Axel dengan satu tangannya. Axel pun menyentuh tangan Dila yang tengah mengusap wajahnya, "Aku juga mencintaimu Dila!"


Cup,,,,,


Ya, selama ini yang terlihat oleh Dila di alam mimpi itu bukanlah Dira melainkan sosok iblis Wendy yang menyamar menjadi Dira.


Awal pertemuan mereka ketika Dila telah berhasil tergoyahkan oleh sosok iblis itu melalui mimpi. Di tambah dengan Dila yang telah meminum air susu yang notabenenya hanya ilustrasi saja. Hal itu menyebabkan Dila bisa dengan mudah di rasuki jiwanya. Maka dari itu Dila yang sebenarnya tak mencintai Axel, sering terpengaruh oleh sosok iblis di dalam jiwanya. Itu karena Wendy mengincar Axel sebagai pengganti Chan yang dulu pernah di ambil oleh Gisella.


Maka dari itu juga Dila sering merasa bimbang antara memilih Axel atau Mark. Itu karena pengaruh dari separuh jiwanya yang di kuasai oleh Wendy sebagai iblis. Namun tentunya Dila tak menyadari itu. Dan ya, Dila sering merasa sakit ketika di cium oleh Axel. Itu sama dengan kejadian di masalalu Chan dulu.


Dahulu di masalalu Chan sering merasa sakit kepala ketika setelah melakukan hubungan intim dengan Wendy, yang hanya berjumlah 3 kali nantinya Chan akan menjadi milik Wendy selamanya. Namun beruntungnya dulu Wendy tak berhasil melakukan hubungan intim sampai 3 kali dengan Chan.


Namun bedanya dengan sekarang, karena Wendy sudah lebih kuat dari sebelumnya. Dirinya juga masuk ke dalam jiwa seorang gadis, itu membuatnya mudah untuk melakukan tugasnya. Hanya dengan Axel mencium Dila sebanyak 3 kali, dan yang terkahir di kening. Itulah sebabnya Dila selalu merasa sakit kepala, mereka berdua akan selamanya menjadi milik Wendy.

__ADS_1


Dan mereka bahkan telah melakukannya sebanyak 3 kali dengan di akhiri ciuman di kening.


Axel sendiri sebenarnya tidak tahu kalau dirinya juga sama terpengaruh oleh sosok iblis Wendy hanya karena pertama kali di cium oleh Dila. Bahkan perasaan Axel sendiri di buat bingung dan memilih Dila sebagai pelarian saja. Bukan cinta sesungguhnya. Hal itu semata-mata karena wajahnya yang mirip dengan Dira.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Back to Gisella dan seluruh orang di mansion yang mengikutinya. Dirinya tak lagi bisa berpikir jernih. Gisella hanya ingin menyelamatkan kedua anak nya itu yang tengah terjerat oleh sosok iblis.


"Gisella katakan ada apa?!" Tanya Chan di tengah perjalanan menuju ke hotel VV.


"Wendy kembali!!! Dia menjerat Dila dan Axel!!" Kata Gisella dengan nada gemetar dan menatap ke arah depan.


"Apa? Kenapa bisa begitu?" Tanya Chan khawatir.


Gisella menoleh ke arah Chan dengan mata sendunya, "Ceritanya panjang! Sebaiknya kita segera ke sana ,aku akan menceritakan semuanya setelah menyelamatkan anak kita nanti! Aku tidak ingin kehilangan Dila ,Chan!!!" Ucap Gisella sembari menangis.


"Gisella sayang jangan menangis, Dilla pasti baik-baik saja!!" Kata Chan mencoba menenangkan Gisella, meskipun sebenarnya dirinya juga merasakan kekhawatiran namun Chan sebisa mungkin untuk menutupinya dari Gisella.


Di mobil lain, Mark dan Lucas menuju ke tempat yang di suruh oleh Ayah Nathan , yaitu hotel VV. Mark dan Lucas yang tak tahu apa yang terjadi pun hanya menurut saja. Sebab Ayah Nathan tak mengatakan ada apa di sana. Mark hanya menurut saja saat di suruh ke sana bersama dengan Lucas.


Sesampainya di hotel VV, Gisella langsung turun dari mobil di ikuti oleh Chan. Hotel tersebut memang tidak berhenti beroperasi, karena Chan telah membelinya, dan tentunya masih aktif sampai sekarang. Cuma ada di lantai 10 memang tidak di perbolehkan siapapun berada di sana. Karena di sana ada satu kamar yaitu kamar 126 yang tak di perbolehkan untuk siapapun. Sehingga Chan hanya menutup akses menuju lantai 10.


Gisella langsung ke sana di ikuti oleh Chan di belakangnya. Sedangkan yang lain yang telah sampai di sana pun juga mengikuti Gisella yang langsung menuju lantai 10 dengan menggunakan lift.


Kini Gisella telah sampai di depan kamar 126. Sebelum masuk dirinya menarik nafas dan melihat pintu itu dengan seksama.

__ADS_1


Gisella hendak membuka pintu, namun sebelum tangannya menyentuh handle pintu, Chan menghalanginya.


__ADS_2