Kamar 126

Kamar 126
Misi penyelamatan Axel dan Dira


__ADS_3

Gisella langsung ke sana di ikuti oleh Chan di belakangnya. Sedangkan yang lain yang telah sampai di sana pun juga mengikuti Gisella yang langsung menuju lantai 10 dengan menggunakan lift.


Kini Gisella telah sampai di depan kamar 126. Sebelum masuk dirinya menarik nafas dan melihat pintu itu dengan seksama.


Gisella hendak membuka pintu, namun sebelum tangannya menyentuh handle pintu, Chan menghalanginya.


"Gisella apa yang akan kamu lakukan? Apakah tidak berbahaya jika kau masuk ke dalam?" Tanya Chan dengan cemas.


Gisella menoleh ke arah Chan dengan tatapan tidak bersahabat nya, "Kalau aku tidak masuk ke dalam! Lalu siapa yang akan menyelamatkan Dila dan Axel! Aku yakin mereka ada di dalam!!" Ucap Gisella dengan sedikit meninggikan suaranya.


Semuanya tertegun dengan ucapan dari Gisella, termasuk Byun, "Apa maksudnya? Axel ada di dalam sana? Bersama Dila?" Tanya Byun, pikirannya berkecamuk. Dirinya bahkan tak menyangka kalau anaknya akan melakukan hal seperti itu di dalam sana.


"Anak itu!!!" Kesal Byun namun segera di halangi oleh Sindy dengan menahannya.


"Tenangkan dirimu!!" Ucap Sindy sambil memegang Byun.


Selang beberapa menit sebelum masuk ke dalam sana Mark dan juga Lucas telah sampai di lokasi. Mereka langsung menanyakan mengenai masalah apa yang sedang terjadi sehingga mereka semua berkumpul di depan pintu kamar hotel nomor 126.


Ayah Nathan pun memberi tahu Lucas dan Mark dengan lirih mengenai apa yang telah terjadi. Mark terkejut bukan main, dia tak percaya kalau Dila ada di dalam bersama dengan Axel.


"Tidak Dila, ku mohon ini semua pasti tidak benar! Semoga kamu tidak ada di dalam seperti apa yang di katakan sama Ayah Nathan barusan!" Batin Mark meyakinkan dirinya sendiri. Jujur saja hatinya sakit mengetahui dan mendengar itu dari ayah Nathan kalau Dila, pujaan hatinya berada di satu kamar dengan pria lain. Memang sebenarnya itu hal yang biasa dan Mark sudah mewajari itu, namun ini berbeda bahkan ini bukanlah di mansion. Melainkan di sebuah hotel mewah bintang 5.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gisella langsung membuka pintu dengan kasar dan mencari keberadaan Axel dan Dila di dalam. Tentunya juga diikuti oleh semua orang yang ada di sana juga.

__ADS_1


Namun alangkah terkejutnya mereka ketika tidak mendapati siapapun di sana. Namun ruang kamar itu sangat berantakan. Hal itu membuat pikiran mereka berkecamuk dan takut.


"Di mana mereka?!" Tanya Byun sambil matanya menelisik mencari keberadaan mereka.


"Mereka masih di sini! " kata Gisella yang langsung mengambil sikap dengan duduk bersila. Dirinya meminta Chan untuk menjaga portalnya, "Chan jaga portalnya!!" Ucap Gisella sambil melihat jam dinding.


"Aku akan segera kembali membawa mereka berdua!" Ucap Gisella meyakinkan dirinya dan juga semua yang ada di sana.


"Mama, biarkan Mark ikut!" Pinta Mark.


"Tidak, lebih baik kamu di sini saja!" Kata Gisella namun Mark terus saja memohon sehingga Gisella akhirnya memperbolehkannya untuk ikut melakukan astral projection.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini mereka mulai astral projection dengan Chan yang akan menjaga astral projectionnya. Gisella dan Mark pun menembus astral projection. Awal mereka masuk ke dimansi lain, mereka di perlihatkan taman yang indah saat tadi Gisella ada di sana, tepatnya itu adalah taman yang sering di kunjungi Dila di alam mimpi. Mark mengernyitkan kening heran dengan tempat itu yang terlihat indah, "Ma, kenapa kita malah berada di tempat seperti ini? Apa mama yakin kalau Dila dan Axel ada di sini?!" Tanya Mark penasaran dengan indahnya tempat yang ada di balik astral projection yang dia lihat.


"Hahahaha!! Kau datang lagi rupaya?!" Ucap sesosok makhluk sembari tertawa menggelegar, membuat Gisella menoleh ke arah sumber suara.


Seketika tempat itu berubah menjadi sebuah tempat yang sangat mengerikan, banyak jeruji besi di sekitarnya namun tidak ada yang menjadi penghuninya.


"Mark, dia adalah iblis di masalalu mama!" Kata Gisella memberi tahu Mark. Mark langsung paham dengan apa yang di beritahukan oleh Gisella padanya.


"Di mana anak-anakku!!!" Kata Gisella dengan lantang kepada sosok iblis yang ada di depannya. Bahkan ukuran dari sosok iblis itu 2 kali lebih besar dari dirinya.


"Kau tidak akan pernah melihatnya lagi! Tapi jika kau mau memberikan Chan padaku! Aku rasa semuanya bisa di bicarakan!! Hahaha" ujar sosok itu lagi.

__ADS_1


"Jangan harap!!!" Kesal Gisella.


"Oh kalau begitu, nikmati saja kematian mu! Kebetulan aku juga sedang membutuhkan tumbal juga untuk mengisi jeruji besi ku ini yang kosong!" Katanya dengan nada mengejek.


"Cih lihat saja! Kau akan aku musnahkan dengan kedua tanganku!!" Teriak Gisella.


"Hahaha, bahkan sebelum kau memusnahkan ku! aku akan lebih dulu memusnahkan dirimu!!!" Kata iblis Wendy dengan seringainya yang tajam.


Gisella mengambil air suci yang dia kenakan di lehernya dan melemparnya ke arah iblis itu. Iblis Wendy yang merasa kesakitan dengan air suci yang mengenai tubuhnya menjadi murka pada Gisella. Ingin rasanya dia membunuh Gisella, yang telah membuat semua rencana yang telah dia buat menjadi hancur.


Saat Wendy masih berusaha mengurangi rasa sakit di tubuhnya, Gisella dan Mark langsung mencari keberadaan Dila dan Mark yang entah ada di mana. Namun itu hanya berakhir dengan nihil.


Saat itu Gisella dan Mark memutuskan untuk berjalan berlawanan, upaya segera menemukan keberadaan Dila dan Haechan. Gisella hendak berbalik arah dan mengikuti Mark, namun ternyata sosok Wendy telah lebih dulu menghadangnya dan bahkan mencekik Gisella lalu mengangkatnya ke udara. Meskipun Gisella memakai kalung anggrek hitam, Iblis Wendy berusaha menahan rasa sakitnya.


Bruk,,,,,


Iblis Wendy melempar Gisella hingga tubuhnya membentur jeruji besi di belakangnya. Mark yang mendengar suara keributan pun segera berbalik arah dan mencari mama Gisella. Di lihatnya mama Gisella telah di angkat lagi untuk yang ke dua kalinya.


"Kau ingin melihat anak-anak itu bukan? Baiklah!!" Ucap Iblis Wendy, lalu selang beberapa detik, ada satu sosok yang di yakini sebagai bawahan itu pun membawa 2 tawanan yang di ikat lehernya menggunakan sebuah rantai besi. Matanya berubah menjadi hitam dan bibirnya juga terlihat pucat seperti orang mati. Gisella dan Mark membelalakkan matanya tak percaya, melihat kalau ternyata itu adalah Dila dan Axel.


"Lep-lepaskan mereka! Kau mengi-nginkan ku bu-bukan?" Kata Gisella dengan terbata karena lehernya di cekik.


Mark yang melihat kedua saudaranya itu pun hendak mendekat dan menolong. Akan tetapi tiba-tiba saja,,,


Bruk,,,,

__ADS_1


Tubuh Mark terpental hingga dirinya membentur sebuah tembok.


__ADS_2