
Setelah lelah bersenang-senang, mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Gisella dan Chan
"Sayang!" Panggil Gisella pada Chan.
"Ada apa?" Tanya Chan.
"Oh, iya sayang, aku mau minta tolong sama kamu! Untuk malam ini biarkan menjadi malam kita berdua! Lupakan sejenak masalah mansion ini, pagari dulu supaya mereka tidak mengganggu mereka!" Pinta Chan. Gisella hanya tersenyum dan mengangguk.
Gisella pun memagari kamar itu hanya dengan mantra, namun setelah memagari kamar itu dengan mantra nya, Gisella justru kembali mimisan lagi.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Chan yang melihat Gisella kembali mimisan.
"Aku tidak apa-apa Chan!" Jawab Gisella.
Lalu kemudian Chan mengusap lembut hidung Gisella yang mimisan tadi.
"Sepertinya aku memang harus menyelesaikan masalah yang terjadi di mansion ini!" Ujar Gisella.
"Iya, sayang! Aku setuju sama kamu! Biar kita juga bisa tenang liburan di sini!" Saran Chan.
Saat Chan dan Gisella hendak memulai tidurnya, tiba-tiba saja ada suara kegaduhan di kamar sebelah, yang tepatnya kamar Nathan dan juga Nadia.
Hal itu sontak langsung membuat semua yang ada di mansion berhamburan keluar dari kamar mereka masing-masing, dan langsung menuju ke kamar Nathan dan Nadia. Termasuk juga dengan Chan dan Gisella yang langsung keluar dari kamar mereka.
"Ada apa itu?" Tanya Chan yang belum keluar dari kamarnya bersama dengan Gisella.
"Sepertinya ada yang tidak beres!" Ujar Gisella yang setelahnya langsung bangkit dari posisi tidurnya.
"Ayo kita cek keluar!!!" Ajak Chan.
Chan dan Gisella pun keluar dari kamar.
"Ada apa, Chan?" Tanya Leon yang juga tidak tahu sedang terjadi keributan apa.
"Gue juga nggak tahu!" Jawab Chan.
Mereka semua lalu berada di depan kamar Nathan dan Nadia yang masih tertutup rapat.
Tok tok tok
__ADS_1
Alex mengetuk pintu kamar Nathan dan Nadia.
"Suho, buka pintunya!! Kalian lagi ngapain ? Apa terjadi sesuatu??!" Ujar Alex dari luar dan menyuruh Nathan untuk segera membuka pintu kamarnya.
"Jangan-jangan mereka lagi main🌚" ucap Leon yang mengira mereka sedang melakukan aktivitas ranjang.
"Haish, sayang! Kalau mereka lagi main nggak mungkin dong sampai gaduh kayak gitu!" Ucap Jeni yang menepuk jidatnya sendiri.
"Udah, kita pastikan dulu aja!" Saran Chan, " Nathan buka pintunya!" Ujar Chan yang mencoba memanggil Nathan dan menyuruhnya untuk membukakan pintu kamar.
Mereka yang ada di depan kamar Nathan dan Nadia mengetuk pintu berkali-kali dan memanggil nama Nathan dan Nadia. Akan tetapi itu semua hanya sia-sia, tidak ada jawaban sama sekali dari mereka yang ada di dalam kamar.
"Lebih baik kita dobrak saja pintu ini!" Saran Alex.
"Iya, gue setuju!" Ucap Leon setuju.
"Cepat lakukan, perasaan aku nggak enak!" Ucap Gisella yang tiba-tiba saja merasa khawatir.
"Ya sudah kalau gitu, kita dobrak pintu ini sama-sama!" Ucap Chan yang juga menyetujui untuk mendobrak pintu kamar itu.
1 ,2
Gubrakkk
Akhirnya pintu itu bisa terbuka dengan dobrakan yang mereka lakukan, namun mereka terperanjat kaget saat melihat apa yang ada di depan mereka.
Lantai kamar itu penuh dengan darah, Nathan yang tak sadarkan diri langsung di angkat oleh Chan dan juga Leon ke ruang tamu.
Mereka tidak menemukan keberadaan Nadia, hanya ada Nathan di kamar itu yang tergeletak tak sadarkan diri.
Semuanya sangat terkejut dan juga sangat khawatir karena tidak menyangka dengan apa yang terjadi.
"Nathan pingsan!!" Ucap Alex yang memeriksa Nathan yang masih tergeletak itu.
"Di mana Nadia?" Tanya Gisella yang celingukan mencari keberadaan Nadia.
"Lebih baik kita bawa Nathan ke sofa dulu, nanti setelah dia sadar, baru kita tanyakan tentang apa yang terjadi!" Ucap Alex menyarankan.
"Astaga, Nad! Kamu di mana??!" Ucap Jeni khawatir.
"Kenapa di sini ada banyak darah!" Ucap Gisella yang bertanya-tanya tentang banyaknya darah berceceran di lantai itu.
"Tidak mungkin kalau Nathan sampai melakukan hal gila pada Nadia bukan?" Ucap Lisa memastikan.
__ADS_1
"Lebih baik kita tunggu Nathan sadar dulu!" Ucap Chan.
Setelah mengendong Nathan dan meletakkannya di sofa, mereka menunggu Nathan sadar dari pingsannya.
Kemudian,,,,
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Alex penasaran.
"Iya, dan di mana Nadia ? Bukankah tadi setelah makan kue dia masuk ke dalam kamar bersama dengan Nathan?" Tanya Leon yang memang tadi melihat kalau Nadia masuk ke dalam kamar bersama dengan Nathan.
"Iya, aku tadi juga melihat kalau Nadia masuk ke dalam kamar bersama Nathan!" Ucap Lisa yang juga melihatnya.
"Tapi sekarang Nadia di mana? Dan kenapa ada banyak darah di kamarnya?!" Ujar Jeni khawatir.
Semua tampak khawatir dengan kejadian yang terjadi di mansion itu. Sedangkan di sisi lain Nathan juga belum sadar dari pingsannya. Mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi selain bertanya pada Nathan tentang apa yang sudah terjadi.
Setelah beberapa saat, Nathan sadar dari pingsannya.
"Nadia? Di mana istriku? Dia di mana?" Ucap Nathan yang langsung panik mencari Nadia.
"Nathan, tenanglah dan ceritakan ke kita apa yang sebenarnya terjadi sama lo dan Nadia?!" Tanya Leon yang berusaha menenangkan Nathan.
"Di mana Nadia? Apa dia terluka?" Ucap Nathan lagi dengan kekhawatirannya.
"Nathan, tenanglah! Sekarang katakan pelan-pelan sama kita tentang apa yang sudah terjadi?!" Ucap Chan yang juga mencoba menenangkan Nathan dari kepanikannya.
Semuanya pun langsung merapat ke arah Nathan dan menyimak penjelasan dari Nathan tentang kejadian tadi.
"Seingat gue, tadi Nadia nyuruh gue buat ngambil cemilan sama minuman di dapur! Saat gue dengar ada siara gaduh di kamar gue, gue langsung khawatir dan berlari ke kamar! Dan sesampainya di kamar, gue cuma lihat bercak darah aja! Gue nggak tahu istri gue ada di mana sekarang! Gue takut kalau dia sampai kenapa-kenapa!" Ujar Nathan menjelaskan panjang lebar.
"Gue harus cari dia!" Ucap Nathan lagi yang langsung bangkit dan hendak mencari keberadaan Nadia.
"Tapi, darah siapa yang ada di kamar kalian tadi?" Tanya Gisella yang menghentikan langkah Nathan.
"Jangan-jangan,,,,,," ucap Lisa terpotong oleh Jeni.
"Jangan bilang macem-macem!" Ucap Jeni.
"Haish, aku kan juga nggak tahu pastinya!" Kesal Lisa.
"Makanya kamu diam saja!" Suruh Jenie pada Lisa. Lisa hanya menghela nafasnya.
"Kenapa harus Nadia?!! Pokoknya gue harus cari Nadia dan temukan dia!!" Ucap Nathan yang mencoba menyemangati dirinya sendiri untuk mencari keberadaan Nadia yang entah berada di mana.
__ADS_1
Nathan langsung berjalan ke arah kamarnya tadi dan diikuti oleh semuanya juga.
Sesampainya di kamar itu, mereka langsung mencari keberadaan Nadia di sana, setiap sudut sudah mereka cari namun mereka tidak menemukan Nadia. Bahkan petunjuk pun tidak ada sama sekali.