
"Maksud kamu mansion yang mana?" Tanya Chan bingung, karena memang ada banyak mansion milik mereka.
"Mansion milik Nathan!" Ucap Gisella dengan jelas dan kemudian mereka berdua saling menatap lekat-lekat mata satu sama lain.
"Sayang, kamu sedang hamil! Jadi, tolong jangan pikirkan apapun selain kandungan kamu!" Ucap Chan mengingatkan Gisella tentang kehamilannya dan untuk memikirkannya saja.
"Tapi Chan, bagaimana kalau tadi itu sebenarnya firasat? Dan mungkin firasat yang buruk?" Ucap Gisella yang khawatir.
Chan menghela nafas lalu berkata,,,,,
"Baiklah, kalau begitu besok kita telepon Tao! Dan pastikan kalau dia baik-baik saja atau tidak!" Ucap Chan yang berusaha membuat Gisella tidak terlalu khawatir.
"Kenapa tidak sekarang saja?" Ucap Gisella.
"Sayang, lihatlah ini jam berapa? Ini bahkan pukul 01.00 dini hari! Nggak mungkin kita telepon dia jam segini, bukankah kita nanti malah mengganggu dia?" Ucap Chan yang menunjukkan pada Gisella kalau saat itu masih sangat pagi.
Gisella memanyunkan bibirnya lalu berkata,,,
"Iya baiklah!"
"Emh, Chan!" Panggil Gisella pada Chan.
"Iya ada apa?" Tanya Chan pada istrinya itu.
"Belikan aku sate kelinci dong!" Ucap Gisella tanpa melihat waktu dan juga dengan tiba-tiba.
"Hah?" Tanya Chan bingung.
"Haish, jangan bilang ini ngidam? Matilah aku!!" Ucap Chan dalam hatinya.
"Chan, kenapa malah diam aja sih? Buruan beliin!" Ucap Gisella sembari mengguncang-guncangkan tubuh Chan karena malah melamun.
"Sayang, ini kan masih jam segini, nanti siang aja ya kita nyarinya!" Ucap Chan yang mencoba merayu Gisella untuk mencari sate kelinci pada siang hari nanti.
"Kalau kamu nggak nyariin sekarang, ya sudah! Besok aku nggak akan ikut sarapan!" Ucap Gisella yang mengambek pada Chan juga mengancam.
"Eh, sayang! Kok gitu sih ngomongnya?" Ucap Chan yang malah bingung karena di ancam oleh Gisella.
"Biarin aja, orang namanya juga ngidam!" Kata Gisella sambil memanyunkan bibirnya.
"Haish, baiklah-baiklah! Aku akan mencarikannya untuk kamu! Tapi janji jangan ngambek ya?" Ujar Chan yang pasrah dengan keadaan.
"Ya udah sana cari!" Kata Gisella.
__ADS_1
"Eh, tunggu, aku ikut ya?!" Ucap Gisella yang ingin ikut bersama dengan Chan, mencari sate kelinci.
"Nggak usah, kamu di rumah aja ya!" Kata Chan yang melarang Gisella untuk ikut bersama dengannya.
"Tapi aku mau ikut Chan!" Kata Gisella yang merengek pada Chan ingin ikut.
"Kalau nanti kamu ikut, malah lama sayang! Udah sekarang mendingan kamu di sini aja tiduran, aku akan mencarikan sate kelinci untuk kamu!" Kata Chan membujuk Gisella supaya tidak perlu ikut.
"Iya-iya!" Kata Gisella yang mulai menuruti apa yang Chan katakan.
Chan pun segera keluar dari kamarnya, masih dengan memakai piyama miliknya. Saat setelah turun dari tangga mansion, Chan mendapati adanya Alex yang sedang mengambil minum di dapur.
"Eh, Alex lo lagi ngapain?" Tanya Chan menegur Alex yang sedang berada di dapur sendirian.
"Ish, gimana sih lo! Udah tahu gue lagi ambil minum, masih nanya!" Ucap Alex yang setelahnya meneguk minuman.
"Lah, bukannya di setiap kamar udah di sediain kulkas ya?" Tanya Chan bingung.
"Iya memang, tapi cola di kulkas kamar gue lagi habis, jadi terpaksa gue ambil di sini!" Ucap Alex setelahnya.
"Oh iya, lo nggak nge ronde sama istri lo?" Tanya Chan yang langsung to the point pada intinya.
"Ish, lo nggak ingat ya kalau dia nggak bisa jalan? Jadi dia nggak ngebolehin gue buat nge ronde malam ini!" Ucap Alex yang mengingatkan Chan kalau istrinya sedang tidak bisa berjalan.
"Nggak apa-apa lagian kan tadi juga udah, gue juga kasihan sama istri gue kalau gue maksain dia!" Ucap Alex.
"Jadi istri lo ini lagi tidur?" Tanya Chan.
"Iya, di lagi tidur dan katanya capek! Jadi gue nggak gangguin dia!" Kata Alex memberi tahu Chan.
"Wih kebetulan tuh! Temenin gue yuk!" Ajak Chan pada Alex.
"Kemana?" Tanya Alex heran.
"Tanyanya nanti aja pas di mobil! Ini masalah yang sangat penting!" Ucap Chan yang malah membuat Alex semakin penasaran.
"Sepenting apa?" Tanya Alex heran.
"Ini urusan hidup dan mati gue!" Kata Chan yang malah membuat Alex khawatir.
"Astaga, Chan! Lo harus kasih Nathan sama Leon kalau tentang itu!!" Ucap Alex yang khawatir akan ucapan Chan tadi.
"Nggak perlu! Kita bisa atasi ini sendiri!" ucap Chan dengan penuh keyakinan kalau dirinya bisa mengatasinya hanya bersama dengan Alex saja.
__ADS_1
"Ya tapi setidaknya kita kasih tahu mereka, bentar aja! Gue akan bangunin mereka dulu!" Ucap Alex yang hendak membangunkan Nathan dan juga Leon.
"Haish, gue bilang itu nggak perlu! Udah ayo buruan ikut gue! Kalau nggak cepat nanti kita bisa celaka" Ucap Chan geram lalu langsung menarik tangan Alex.
Alex yang ketarik juga mendengar ucapan Chan tadi, malah semakin bingung dan juga khawatir.
"Siapa yang akan celaka, Chan?" Tanya Alex yang terlihat raut wajahnya sangat kebingungan.
"Udah lo tuh banyak nanya deh! Buruan!" Ucap Chan yang semakin mempercepat langkahnya menuju mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam mobil, Chan yang saat itu menyetir mobilnya sedangkan Alex , dia duduk di jok depan bersama dengan Chan. Dan dengan Alex yang masih memikirkan tentang semua yang diucapkan oleh Chan tadi.
"Lo kenapa diam aja?" Tanya Chan mencoba membuat suasana menjadi tak hening, karena sejak Alex duduk di jok mobil, dirinya justru malah diam melamun.
"Gue bingung, Chan?!" Kata Alex menjawab pertanyaan Chan.
"Bingung kenapa?" Tanya Chan heran.
"Sebenarnya ada apaan sih, Chan?" Ucap Alex sambil minum cola yang dia bawa dari dapur mansion tadi.
"Istri gue ngidam!" Kata Chan.
Uhuk,,,uhukkkk
Alex yang sedang minum pun tersedak karena mendengar ucapan Chan tadi, bahkan cola yang diminum oleh Alex muncrat pada Chan yang sedang fokus menyetir.
"Woy, Alex apaan sih lo!!" Ucap Chan kesal karena piyama yang dia kenakan terkena cola dari mulut Alex.
"Chan, lo yang bener aja! Katanya lo tadi bilang kalau ini antara hidup dan mati! Terus katanya juga bakal celaka! Tapi ternyata ini semua cuma gara-gara si Gisella ngidam?" Ucap Alex yang malah cerewet ketika tahu tentang kenyataannya.
Pletakk,,,,,
Chan langsung menjitak kepala Alex karena merasa Alex sangat cerewet.
"Aw!!" Ucap Aex yang meringis kesakitan pada kepalanya, sambil mengusap kepalanya yang tadi di jitak oleh Chan.
"Kenapa sih, Chan?" Tanya Alex bingung.
"Lo udah gila ya?" Ucap Chan yang masih fokus menyetir.
"Gila kenapa coba?"
__ADS_1
"Orang ngidam kalau nggak di turutin nanti anaknya bakal jadi ileran tahu nggak!" Kata Chan memberi tahu Alex.