
"Lalu kamu akan meninggalkan Gisella?" Tanya Lisa.
Chan hanya menoleh ke arah Gisella. Gisella yang sedari tadi seolah membeku bahkan bibirnya seperti tak mampu untuk berkata apa-apa, akhirnya dia angkat bicara,,,,
"He,,,hey! Apa yang kalian katakan?" Kata Gisella yang menutupi segala rasa sakit yang dia rasakan "Chan akan kembali bukan? Biarkan dia kembali pada keluarganya, lagi pula aku hanya membantu dia saat dia hilang ingatan saja! Kasihan kalau saat itu tidak ada
yang menolong dan merawatnya!" Kata Gisella dengan senyum paksa di wajahnya.
"Aku senang jika kau tidak memiliki rasa seperti yang aku rasakan pada dirimu, Sel! Dengan begini kau tidak akan merasakan sakit hati jika nanti aku pergi!" Kata Chan di dalam batinnya sembari menundukkan kepalanya.
"Gisella" panggil Chan.
"Ada apa?"
"Maukah kamu membantuku untuk mencari Wendy?" Pinta Chan.
"A,,,aku?" Ujar Gisella yang sedikit gugup.
"Kita harus mencarinya di hotel dengan nomor kamar 126, kamar itu yang muncul di ingatanku saat itu,,ternyata adalah kamar Wendy" jelas Chan.
"Tapi dia sudah tidak ada di sana Chan, kau bahkan juga tahu itu! Apa jangan-jangan kekasihmu pergi karena iblis itu mengganggu dirinya?" Ujar Gisella yang membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
Mereka semua langsung berpikiran sama seperti Gisella namun tidak dengan Chan. Dirinya sangat yakin kalau Wendy pasti akan kembali ke kamar itu.
"Kenapa kau bisa seyakin itu Chan?" Tanya Lisa.
"Karena aku kekasihnya!" Jawab Chan singkat.
Hati Gisella semakin teriris mendengar Chan berkata seperti itu. Namun mau bagaimana lagi , Gisella hanya penyelamat Chan bukan kekasih Chan.
Gisella juga terus berpikir kalau saja saat Chan hilang ingatan saat itu, mengungkapkan perasaan yang dia miliki pada Gisella, hal itu akan semakin rumit lagi.
Gisella juga tidak mau di sebut sebagai perebut pacar orang, sampai akhirnya Gisella mulai berpikir kalau semua ini adalah takdirnya yang harus dia jalani.
Setelah itu Chan meminta Suho untuk mengantarkannya pulang ke mansion miliknya sendiri malam itu juga. Lalu sebelum Chan pergi, dia bertanya lagi kepada Gisella tentang besok.
"Gisella kamu mau kan membantuku?"
"Aa,,,i,,iya aku mau" ucap Gisella yang sebenarnya tidak ingin ikut campur dalam urusan Chan.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya sebisa dan semampuku Chan, akan aku pastikan kalau kau bertemu dengan kekasihmu dan bahagia selamanya bersama dengannya." Ucap Gisella di dalam batinnya.
Nathan pun mengantar Chan untuk kembali ke mansion nya. Sedangkan di sisi lain, Nadia dan juga Lisa memutuskan untuk menginap di mansion milik Gisella. Mereka berdua memperhatikan Gisella yang terus saja melamun.
Mereka bertanya pada Gisella untuk memastikan kalau Gisella baik-baik saja. Padahal mereka sebenarnya tahu kalau Gisella merasa kehilangan Chan.
"Kamu nggak usah bohong sama kita, Sel!" Ujar Lisa.
"Iya, dari sorot mata kamu terlihat kalau kamu nggak bisa merelakannya" Lanjut Nadia.
"Tidak rela apanya?" Tanya Gisella yang berusaha mengelak.
"Kau tidak bisa merelakan Chan pergi bukan? Dan juga belum bisa menerima kenyataan kalau Chan sudah memiliki seorang kekasih! Kau tidak perlu menutupinya dari kami Gisella" kata Nadia.
"Siapa bilang?" Ujar Gisella yang masih mengelak lagi.
"Tolong jangan ada rahasia di antara kita, Sel! Aku yakin kalau kamu sama Chan itu berjodoh." Kata Nadia dengan kepercayaan dirinya.
Mendengar itu Gisella langsung berdiri dari duduknya dan berkata,,,,,
"Apa kalian tidak tahu kalau Chan sudah memiliki kekasih!!!! Apa kalian tidak dengar kalau Chan akan menikahinya!!!! Lantas, atas dasar apa kamu bilang kalau Chan dan aku berjodoh?!" Ucap Gisella dengan meninggikan suaranya.
"Gisella, kita nggak bermaksud untuk membuat kamu marah, maafin kita ya?!" Ujar Nadia yang setelahnya memeluk Gisella.
Setelah emosi Gisella mulai turun dia berkata,,,,
"Jangan katakan suatu hal yang tidak mungkin terjadi?!"
Ucapan Gisella hanya di jawab anggukan oleh Nadia dan juga Lisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Nathan dan juga Chan. Mereka saling berdiam diri dengan Nathan yang menatap Chan yang terus saja melamun dengan melihat keluar jendela mobil.
"Ada apa, Chan? Kenapa setelah ingatan lo kembali, kayaknya lo nggak bisa ninggalin Gisella dan berada jauh darinya?!" Tanya Nathan.
Pov Author : Jadi kalau percakapannya cowok sama cowok pakainya 'lo-gue' ya guys.
Mendengar itu, Chan pun menoleh ke arah Nathan dan berkata,,,,,
__ADS_1
"Gue bingung" jawab Chan yang kini pandangan matanya mengarah ke depan.
"Bingung kenapa?"
"Gue akui kalau gue memang suka sama Gisella, tapi gue nggak tahu kalau gue udah punya pacar sebelum gue lupa ingatan,,,gue sendiri bingung harus gimana?" Jelas Chan.
"Gue tahu ini sulit buat lo, tapi lo juga nggak salah kalau mencintai Gisella!" Ujar Nathan yang membuat Chan terdiam karena tidak begitu paham dengan apa yang di maksud oleh Nathan.
"Lo suka sama Gisella di saat lo hilang ingatan, dan nggak tahu kalau lo udah punya pacar sebelumnya!" Jelas Nathan lagi.
"Sebenarnya ada yang gue rahasiain " ujar Chan.
"Apa? Lo bilang aja sama gue , gue nggak bakal bocorin ke siapapun!"
Chan menghela nafasnya dan berkata,,,,"Gue udah pernah ngelakuin hubungan terlarang sama Wendy, gue nggak bisa ninggalin dia ,,dia setia sama gue dan sangat cinta sama gue,,,tapi justru gue malah ngerusak dia" ujar Chan yang bingung harus melakukan apa lagi.
"Menurut gue ini bukan sepenuhnya salah lo Chan, kalau dia nggak terpaksa buat ngelakuin itu,,, itu juga salah dia!"
Chan berpikir sejenak setelah mendengar ucapan dari Nathan. Sampai akhirnya dia memutuskan,,,,,
"Tetap saja gue harus tanggung jawab sama apa yang udah gue lakuin ke Wendy,, gue bakal nikahi Wendy dan berusaha untuk melupakan Gisella." Ujar Chan menyimpulkan.
"Kalau itu udah jadi keputusan lo semoga ini yang terbaik buat lo, Chan! Gue bakal selalu dukung lo." Ujar Nathan.
"Thank's buat dukungan lo." Jawab Chan di akhir pembicaraan mereka.
Sampai akhirnya mereka tiba di mansion Chan. Sedangkan Nathan kembali ke mansion Gisella.
Keesokan harinya,,,,
Gisella sudah bersiap untuk menemani Chan ke hotel. Namun rasa sakit masih terus terasa di hati Gisella.
Gisella menunggu sambil melamun, membayangkan apa yang akan terjadi nanti setelah Chan kembali bertemu dengan Wendy kekasihnya. Di hari itu sebenarnya Chan meminta Gisella untuk menemaninya ke hotel di sore hari, tapi entah kenapa tiba-tiba saja Chan meminta untuk pergi ke hotel saat siang hari.
"Kenapa kau pergi di saat hatiku sudah mulai terbuka untukmu, Chan? Entah kenapa, rasanya berat sekali untuk merelakan kamu bersama dengan wanita lain" ujar batin Gisella.
Terdengar suara ketukan pintu yang ternyata adalah Chan. Gisella langsung saja membukanya.
"Chan, kenapa tiba-tiba mendadak kamu ngajak sekarang?" Tanya Gisella setelah membukakan pintu untuk Chan.
__ADS_1