
Axel dan Jessica pun langsung menutup telinga mereka seperti apa yang diperintahkan oleh Lisa. Lalu setelahnya Lisa berteriak.
"ANAK-ANAK CEPAT TURUN ATAU MAMI NGGAK AKAN KASIH JATAH KALIAN SELAMA SATU MINGGU!!" teriak Lisa.
Brukk Prangggg Bugg Gubrakkkk
Gubrakkk Brukkk Prangggg Brukkkk
Sontak mereka kocar-kacir dan langsung menuju ke ruang tamu di mana sumber suara Lisa yang tadi mengancam mereka.
"Haish, apa-apaan sih Mi! Kok pakai ngancem kayak gitu segala sih!" Ucap Bryan.
"Jangan dong Mi!" Ucap Victor yang tak kalah merengek.
"Haish, kenapa harus libatin jatah sih Mi?" Kata Renald yang sangat takut kalau jatahnya memang benar akan di kurangi.
"Mami, jangan aneh-aneh deh!" Kata Rafi yang menatap sinis pada maminya.
"Udah kalian tenang aja, jatah kalian nggak akan Mami kurangi sedikit pun malah Mami akan menambahnya! asalkan kalian ajak Jessica jalan-jalan!" ucap Lisa memberitahu kalau Jessica dan juga Axel datang. Dan mereka pun langsung menyadarinya.
"Apa Mi, jalan-jalan? Wah asik tuh udah lama nih kita nggak jalan-jalan!" Ucap Alisya antusias.
"Gimana kalau kita yang laki-laki tanding basket aja di lapangan basket yang ada di belakang?!" kata Bryan menyarankan.
"Boleh ,siapa takut!" Ucap Axel menanggapi tantangan yang diberikan oleh Bryan.
Anak-anak mereka yang sudah berada di bangku kuliah saat itu mereka belum pulang.
Anak-anak mereka yang perempuan pun pergi shopping ke mall, Sedangkan para anak laki-laki memilih untuk bermain basket di lapangan basket ,yang memang sudah ada dan disediakan di belakang Mansion.
Saat berada di ruang tamu Gisella ,Jeni ,Nadia dan juga Lisa sedang bersenda gurau bersama. Sampai akhirnya ponsel Jeni berdering tanpa tertera adanya nama di ponsel itu ,pertanda bahwa itu adalah nomor orang tak dikenal.
Tanpa pikir panjang Jeni langsung mengangkat ponselnya.
"Halo sayang?!" ucap suara dari balik telepon itu.
Deg,,,
Raut wajah Jeni sontak berubah, karena dia tahu siapa yang menelpon dirinya meski tidak tertera nama di ponselnya saat tadi menelepon. Mereka yang ada di sana melihatnya dengan tatapan bingung karena tiba-tiba raut wajahnya berubah.
"Aku rasa kamu sudah tahu siapa aku bukan? aku masih disini ditempat yang sama saat kita masih bersama dulu! Aku ingin kita memulainya dari awal lagi!" ucap seseorang di balik telepon itu.
"Apa kau gila? kau siapa?" ucap Jeni yang mencoba bertanya kepastian tentang siapa yang menelponnya.
"Ck, kalau kau berani menolaknya lagi! Aku tidak akan mentoleransi apapun lagi kali ini!" ancam seseorang dari balik telepon tersebut.
"Apa maksudmu ,dasar gila!" Kata Jeni yang mulai kesal akan orang itu.
"Heh! aku kurasa kau sudah tidak sayang lagi pada anakmu!"
__ADS_1
"Jangan berani macam-macam pada anak-anakku, atau kau akan tahu akibatnya!" Jeni mengancam orang itu. Lalu setelahnya langsung mematikan telepon.
Setelah dia mematikan teleponnya Jeni merasa sangat khawatir. Membuat semua yang ada di ruang tamu merasa bingung karena tidak tahu, yang sebenarnya membuat Jeni merasa khawatir seperti itu.
"Jeni ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Nadia bingung sekaligus penasaran.
"Jeni, katakan ada apa!" Kata Gisella khawatir.
Tanpa menjawab pertanyaan dari sahabat-sahabatnya itu, Jeni langsung menelpon suaminya. Namun belum sempat teleponnya tersambung pada suaminya, anak-anak mereka yang baru pulang dari kuliah langsung menghampiri mereka yang tengah berada di ruang tamu.
"Halo semuanya Adam tampan pulang!" Ucap Adam yang baru saja memasuki mansion bersama dengan Lucas, Zaki dan juga Alfin.
Melihat anaknya yang baru saja pulang dari kuliah, Jeni langsung menghampiri anak pertamanya dengan perasaan khawatir.
"Lucas, cepat susul adik kamu di mall! Dan segera ajak dia pulang!!" Ucap Jeni yang khawatir akan anak bungsunya yang tengah pergi ke mall bersama dengan anak-anak gadis yang lain.
"Mom, ada apa? Kenapa Mom terlihat sangat khawatir? Memangnya adik-adik ada di mana?" Tanya Lucas yang bingung akan Mommy nya yang sedang khawatir.
"Cepat susul mereka di mall!!! Cepat!!!" Ucap Jeni yang kini terlihat lebih khawatir dari sebelumnya, dan memerintahkan Lucas untuk segera pergi ke Mall menyusul adik-adik perempuannya.
Semua yang ada di sana hanya bisa melihat dengan rasa bingung,karena melihat Jeni yang sangat khawatir.
Lucas dan saudara-saudaranya yang lain pun segera menuju Mall karena perintah dari Jeni.
Sedangkan Jeni terlihat masih merasa khawatir dengan mencoba menghubungi suaminya yang tengah berada di perusahaan.
Jeni masih tidak menggubris apa yang ditanyakan oleh mereka, dan masih terus berusaha menghubungi suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain
30 menit sebelum itu, Di mall.
Para anak gadis mereka sedang sibuk berbelanja apapun yang mereka inginkan. Sampai akhirnya Tania merasa ingin ke kamar kecil. Tania sempat meminta Jesicca untuk menemaninya ke toilet, tapi Dira menghalanginya. Dira menyuruh Jesicca untuk melanjutkan belanjanya, sedangkan Dira yang akan menemani Jesicca untuk ke toilet.
Akan tetapi 15 berlalu, Dira dan juga Tania belum juga kembali dari toilet.
Pov Dila
"Mereka ke mana sih, kok lama banget!" Ucap Dila yang sudah selesai berbelanja bersama dengan yang lainnya.
"Tadi sih katanya ke toilet, tapi kok nggak balik-balik ya!" Ucap Jesicca memberi tahu.
"Kok gue jadi takut kalau mereka kenapa-kenapa ya!" Ucap Alisya yang merasa perasaannya tidak enak.
Saat mereka saling bertanya kepada satu sama lain. Tiba-tiba saja Dira berlari mendekat kearah mereka dengan nafas yang terengah-engah.
"Dil, gawat!!! Hosh,,hoshh!" Ucap Dira sambil mencoba mengatur nafasnya.
__ADS_1
"Gawat kenapa? Katakan!!" Dila penasaran sekaligus bingung.
"Tania tadi dibawa sama orang-orang berbadan kekar !" ucap Dira memberitahu.
"Apa? Bagaimana bisa?" ujar Dila mulai khawatir mengetahui itu.
"Gue tadi sempet mau nolongin Tania tapi gue mau di dorong sama orang-orang berbadan kekar itu! dan mereka langsung membawa Tania gitu aja!!" ucap Dira menjelaskan kronologinya.
"Lalu bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Jessica yang merasa panik karena temannya dibawa oleh penculik.
"Oke sekarang kita tenang dan kita kasih tahu orang-orang yang ada di Mansion!" ucap Dila mencoba menenangkan mereka yang merasa panik, meskipun dirinya sendiri juga merasa panik akan Tania yang diculik, oleh orang-orang berbadan kekar itu.
Mereka yang saat itu hendak memberitahu orang-orang yang ada di Mansion. Tiba-tiba saja kakak kakak tertua mereka datang terutama Lucas, yang sudah diperintah oleh mommy nya untuk mengajak mereka pulang.
"Dila, di mana Tania?" ucap Lucas yang langsung menanyakan keberadaan Tania.
"Kak Lucas!" ucap Dila yang melihat kedatangan Lucas dan juga Kakak-kakak tertua yang lainnya.
"Kak, Tania tadi dibawa sama orang-orang yang berbadan kekar!" ucap Alisya memberitahu mereka yang baru saja datang.
Sedangkan Dira yang merasa ketakutan langsung memeluk kakak kandungnya yaitu Alfin.
Setelah itu Lucas langsung bertanya kepada Dira yang tadi bersama dengan Tania saat pergi ke toilet. setelah mendengar cerita dari Dira, Lucas langsung menyuruh mereka semua untuk membawa adik-adik yang lain pulang, dan dirinya sendiri yang akan mencari adiknya. Karena Lucas adalah seorang mafia kejam turunan King mafia (Leon).
"Lo yakin sendiri?" Tanya Alfin.
"Iya, lo semua bawa adik-adik yang lain untuk pulang! gue akan kasih tahu yang lain nanti" Perintah Lucas pada mereka.
Setelah itu mereka segera pulang menuju ke Mansion. Sedangkan Lucas langsung menuju ke ruang Cctv untuk memastikan siapa yang membawa adik bungsunya.
Sesampainya di ruang cctv, Lucas melihat orang-orang berbadan kekar itu membawa Tania, dan keluar melalui pintu belakang mall. Lucas yang juga seorang hacker langsung melacak mobil yang yang digunakan untuk menculik Tania.
"Untuk apa mereka menculik dan membawa Tania ke gedung tua?" Ucap Lucas yang kini sudah mengetahui di mana letak keberadaan adiknya.
Tanpa berpikir panjang Lucas segera mengendarai mobilnya ,untuk menuju ke gudang tua, di mana tempat Tania dibawa oleh orang-orang berbadan kekar itu. Saat di perjalanan dirinya menerima telepon dari Daddy nya yaitu Leon.
Leon yang saat itu bersama Nathan, Alex dan Chan yang sudah berada di mansion mencoba mencari tahu keberadaan Tania.
Bahkan Adam dan anak pertama mereka juga sudah sampai di mansion.
Di telepon,,,
"Nak, kamu ada di mana?" Tanya Leon pada anak sulungnya itu.
"Aku sedang berada di perjalanan menuju tempat Tania di sekap Dad!" Ucap Lucas.
"Segera beritahu Daddy di mana lokasinya, Daddy akan segera ke sana!" Ucap Leon.
"Baik Dad!" Jawab Lucas singkat lalu mematikan telepon dan memberi informasi lokasi Tania di sekap.
__ADS_1