
"Cih, tidak berguna sama sekali!!!!" Kata Mark berbalik membelakangi bi Nuri, "Vic, siksa dia menggunakan air keras, dan penggal kepalanya!" Kata Mark menyuruh Victor untuk melakukan itu. Seketika saja mata bi Nuri terbelalak mendengar apa yang di katakan oleh Mark tadi, dia tak menyangka kalau dia akan berakhir di tempat menyeramkan itu.
"Tidak! Jangan siksa aku!! Jangan bunuh aku!!" Ucap Bi Nuri memohon. Namun tentu saja itu tak akan mempengaruhi apapun kalian tahu?
"Cih, siapa yang akan peduli dengan apa yang kau katakan? Aku tidak perduli sama sekali! Kau sendiri tak pernah memikirkan apa yang telah di rasakan oleh Windy! Dan juga anakmu sendiri!! Kau tak pernah mengampuni mereka!! Untuk apa aku mengampuni orang seperti dirimu!!" Tersirat senyum seringai di bibir Mark dengan apa yang sudah dia katakan. Mark sudah tak peduli lagi dengan apa konsekuensi yang akan dia dapatkan. Baginya nyawa harus di bayar dengan nyawa.
Victor pergi mengambil apa yang di perintahkan oleh kak Mark dan dalam beberapa menit saja Victor telah membawa air keras yang di minta oleh Mark tadi.
"Ini apakah aku yang akan melakukannya kak?" Tanya Victor memastikan.
Mark tersenyum ke arahnya, "Silahkan lakukan sesuka lo Vic!" Kata kak Mark tanpa menoleh ke arah bi Nuri.
Di sisi Victor, dia tersenyum seringai menatap ke arah bi Nuri yang sedang ketakutan itu. Tak dapat di pungkiri kalau bi Nuri memang sangat ketakutan saat melihat air keras yang di bawa oleh Victor, ke ruang bawah tanah itu.
"Mari kita bermain-main!" Ucap Victor dengan nada mengejek. Lucas yang melihatnya hanya bersedekap dada, sedangkan Mark tampaknya telah keluar dari ruang bawah tanah dan menuju ke ruang miliknya yang ada di markas. Mark ingin mencari tahu di mana letak lokasi desa Sahara yang sudah di katakan oleh kakek itu.
Victor sudah siap dengan air keras di tangannya, sebenarnya dia tadi membawa satu ember air keras. Dia membawanya dengan perlahan supaya tak mengenai tubuhnya, bahkan jika air keras itu mengenai kulitnya. Pasti kulitnya akan langsung mengelupas.
Victor mengambil air keras itu dengan sebuah gayung yang terbuat dari baja. Lalu kemudian menyiramkannya perlahan ke arah Bi Nuri.
"Tidak! Jangan lakukan itu anak bodoh!!!!" Ujar bi Nuri ketakutan.
Byurrrrr,,,,,
__ADS_1
"Aarrrrrgghhh!!! Sakit!!!!" Teriak bi Nuri kesakitan, tubuhnya yang terkena air keras itu langsung mengelupas membuat dirinya merasakan rasa sakit yang tiada tara.
"Ini adalah siraman pertama yang aku berikan atas perbuatan mu yang sudah membantu perbuatan keji yang di lakukan oleh majikan mu!!!" Kata Victor dengan suara datarnya membuat bi Nuri semakin merasa kesakitan di buatnya.
Victor yang tak sabar pun menyuruh mafioso nya, untuk langsung menyiram satu ember air keras itu ke arah bi Nuri.
"Tidakk!! Jangan lagi!!" Kata bi Nuri memohon.
"Aku sudah lama tak mendengar suara orang memohon pengampunan! Berterima kasihlah pada kak Mark yang mengijinkan mu mati di tanganku! Karena biasanya jika para saudaraku yang menyiksa, bisa sampai satu minggu lamanya kau akan di perlakukan seperti ini!" Kata Victor dengan nada emosi yang di tahan, mengingat dia memang sering menyiksa dan langsung membunuh korbannya.
"Sssttt ku mohon jangan!" Kata bi Nuri sembari menahan rasa sakitnya.
Victor mendengus kesal mengingat kak Windy yang sekarat akibat luka tusukan di perutnya, "Lakukan sekarang!!!" Perintah Victor yang langsung di angguki oleh para mafioso nya.
Seluruh tubuh bi Nuri kini telah melepuh, bahkan kulitnya pun melepuh karena siraman air keras itu padanya, "Aakhhh sakit!! Perih! Panas!!!" Rintih bi Nuri yang tak berdaya lagi.
"Siraman ini untuk membalaskan rasa sakit yang di alami oleh kak Windy!!" Kata Victor dengan tegas, "Lalu kau bilang apa tadi? Panas? Oh baiklah!!" Ucap Victor lalu menoleh ke arah mafioso nya, "Mafioso!! Cepat bawakan air dingin! Siramkan pada tubuhnya!" Kata Victor dengan sedikit meninggikan suaranya. Mengetahui ini akan menjadi bencana untuk bi Nuri, dirinya merasa ketakutan dan tak berdaya lagi menjalani berbagai siksaan yang di berikan oleh Victor padanya. Itu sungguh membuatnya ingin segera mati.
"Akan ak-aku bal-las perbuatan ini!!!" Kata bi Nuri dengan terbata, namun Victor tak menghiraukannya. Sedangkan mafioso yang tadi di suruh oleh Victor untuk membawakan air dingin pun langsung datang dengan membawa satu ember air dingin.
"Siramkan padanya!" Kata Victor.
Byurrr,,,,
__ADS_1
Mafioso langsung menyiram tubuh bi Nuri dengan air dingin. Tubuh bi Nuri sudah seperti cacing yang menggeliat, bahkan pakaian yang dia kenakan tadi terkoyak akibat air keras yang di siramkan pada tubuhnya tadi.
Sringg,,,,
Victor pun mengeluarkan sebuah pedang yang dia ambil dari tangan Lucas tadi. Dia berjalan ke arah bi Nuri dengan tatapan membunuhnya, rasanya Victor sudah tak sabar lagi ingin segera menghabisi bi Nuri dengan tangannya sendiri.
"Ini semua adalah balasan akibat perbuatan yang sudah kau lakukan di dunia!! Dan aku akan mengakhiri penderitaan mu yang hanya sementara ini saja!" Kata Victor dengan tatapan mautnya. Mata bi Nuri menatap Victor dan Lucas bergantian, ingin rasanya dia membunuh kedua orang itu dengan tangannya, tapi sekarang bahkan mulutnya saja tak mampu untuk dia berucap.
"Selamat tinggal!!!" Kata Victor.
Srakkkkkk,,,,
Victor langsung memenggal kepala bi Nuri dnegan tangannya sendiri. Darah dari bi Nuri menyiprat ke segala arah bahkan mengenai pakaian yang di kenakan oleh Victor. Bertepatan dengan itu, Mark datang. Dirinya telah menemukan lokasi di mana desa Sahara berada dan berniat kembali ke ruang bawah tanah untuk melihat terbunuhnya bi Nuri.
Mark yang telah masuk ke dalam ruang bawah tanah itu melihat bi Nuri dengan kepalanya yang telah terpisah jauh dari tubuhnya.
Seketika itu Mark langsung melihat sosok mengerikan yang berdiri tepat di belakang raga bi Nuri. Mark yakin kalau itu adalah bi Nuri. Sosok itu menatap tajam ke arah Victor, Lucas dan juga Mark dengan tatapan marahnya. Hal itu tentu saja hanya Mark yang dapat melihatnya.
"Pergilah! Atau kau akan di seret oleh para algojo dari neraka!" Kata Mark memperingatkan. Namun sosok itu tak perduli dengan apa yang di katakan oleh Mark. Dia masih berdiam dengan sorot mata yang tajam menatap Mark.
"Apa kau memiliki niat untuk membunuhku? Cih! Silahkan saja kalau kau bisa! Yang ada nanti tubuhmu akan menjadi abu tanpa bisa masuk ke alam neraka atau pun nirwana!!!" Kata Mark memperingatkan sosok itu lagi. Namun lagi-lagi sosok dari bi Nuri itu tak memperdulikannya, dia malah terus menatap ke arah Mark dengan tatapan membunuhnya. Sedangkan di sana Lucas, Victor dan para mafioso hanya diam karena tak tahu mengenai apa yang telah terjadi. Mereka hanya melihat apa yang Mark katakan saja, karena mereka semua tak dapat melihat makhluk tak kasat mata.
Sosok itu tiba-tiba berlari ke arah Mark, namun tentu saja Mark hanya diam dengan wajah santainya. Mark tahu kalau sosok itu tak akan bisa menyakiti dirinya, karena dia dan para saudaranya telah memakai kalung pemberian mama Gisella, yang bisa menjaga mereka dari serangan dan juga gangguan makhluk tak kasat mata.
__ADS_1
Sosok dari bi Nuri berlari ke arah Mark dengan mata melotot seperti ingin keluar, dan hendak mencekik Mark. Akan tetapi, saat tinggal 4 langkah saja sampai. Sosok dari bi Nuri langsung melebur menjadi abu. Membuat Mark hanya menghela nafasnya. Karena bi Nuri telah musnah dari dunia maupun akhirat. Padahal Mark sebenarnya tak ingin itu terjadi dan memperingatkan bi Nuri. Tapi ternyata bi Nuri malah tak menghiraukannya dan tetap melakukan hal bodoh dengan dendam yang menyelimuti semua hatinya.