Kamar 126

Kamar 126
Es Krim


__ADS_3

Sedangkan anak-anak pertama mereka yang kini duduk di bangku kuliah.


Lukas sedang duduk sambil memainkan ponselnya di kursi dekat jendela, sambil sibuk mengurusi para mafioso yang nantinya akan menyerang markas milik musuh. Lucas menuruni Daddy Leon menjadi seorang mafia berdarah dingin, namun sikapnya pada keluarganya masih sangat periang dan hanya dingin pada orang lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Alfin


Anak dari Chan dan juga Gisella yang memiliki hobi bermain basket, dirinya hari itu ingin pergi ke perpustakaan dan berniat mengajak Lucas.


"Lucas, ikut gue!" Ajak Alfin pada Lucas yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Mau ke mana? Perpus? Lo ajak yang lain aja, gue lagi sibuk banget ini!" Jawab Lucas tanpa menoleh pada Alfin.


"Sama gue aja!" Ucap salah seorang dari belakang Alfin, dan berdiri mengajak Alfin. Ya, dia adalah Adam anak pertama dari Nathan dan juga Nadia.


Alfin menoleh ke arah Adam lalu berkata,


"Ya udah buruan!" Alfin berjalan menuju ke perpustakaan dengan meninggalkan Adam yang mengikutinya di belakangnya.


"Haish, kenapa harus buru-buru sih?" Ucap Adam yang mengekor di belakang Alfin.


Sesampainya mereka di perpustakaan, Adam yang ingin mengambil buku ekonomi. Dirinya pergi ke bagian sisi kanan perpus, sedangkan Adam pergi mencari buku grafis untuk dia baca dan pelajari.


Karena buku yang mereka cari berada di tempat yang berbeda. Jadi mereka memutuskan untuk mencarinya sendiri sendiri dan bertemu di meja perpus yang sudah mereka janjikan.


Brukkk,,,,


Tanpa sengaja Alfin menabrak seorang perempuan yang mengenakan jaket berwarna hitam dengan rambut terurai.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja!" ucap wanita itu meminta maaf pada Alfin.


"Iya nggak apa-apa! apa lo baik-baik aja?" tanya Alfin yang mendadak peduli pada gadis itu.

__ADS_1


"Iya aku tidak apa-apa!" jawab Gadis itu sambil menunggu tanpa menatap Alfin.


"Sepertinya aku baru melihatmu di sini! apa kau mahasiswa baru?" tanya Alfin penasaran karena menurutnya dia baru pertama kali melihat gadis itu di perpustakaan.


"Apa kita bisa berkenalan?" tanya Alfin yang berniat untuk mengajaknya berkenalan..


Akan tetapi gadis itu langsung pergi begitu saja Dengan mengatakan bahwa dirinya sedang terburu-buru.


"Maaf aku sedang buru-buru!"ucap Gadis itu yang setelahnya berjalan pergi meninggalkan Alfin di sana.


Alfin hanya menatap wanita itu dengan posisi yang masih berdiri ditempat ,sampai gadis itu berlalu pergi dan tidak terlihat lagi.


Akan tetapi entah kenapa Alfin merasa penasaran pada gadis itu, dan setelah punggung gadis itu tidak terlihat lagi. Alfin memutuskan untuk mengejarnya dan mengajaknya untuk berkenalan. Namun sayangnya Alfin tidak menemukan gadis itu di mana pun, bahkan Alfin tidak menemukan jejaknya di mana pun. Karena merasa tidak ada harapan, Alfin kembali masuk ke dalam perpustakaan dan menemui Adam, yang ternyata sudah menunggunya di salah satu meja yang ada di perpustakaan.


Alfin terkenal sebagai orang yang dingin pada orang asing. Namun entah kenapa dirinya seperti merasa ada yang berbeda dengan gadis yang dia temui tadi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, setelah anak-anak para pasangan itu pulang dari SMA. Mereka langsung menjenguk Dira yang sedang tidak enak badan, dan masih terbaring di ranjang empuk miliknya. Bukan hanya saudaranya yang kelas 12 saja, namun saudara kelas 11 juga menjenguknya.


"Dira, lo udah baikan kan?" Tanya bryan yang pertama masuk ke dalam kamar Dira.


"Ya, gini deh! Ya lebih baik dari yang tadi pagi!" Jelas Dira akan kondisinya yang sudah mulai membaik.


"Makanya kalau di bilang jangan makan es krim tuh nurut! Jangan ngeyel aja!" Ucap Dila saudara kembar Dila yang kesal karena saudara kembarnya itu susah di atur kalau masalah makan es krim.


"Ya kan itu kesukaan gue, mau gimana lagi!" Ucap Dira sambil mengedikkan bahunya dan memanyunkan bibirnya.


"Oh, jadi kak Dira sakit gara-gara makan es krim?" Ucap Rafi sambil mangut-mangut.


"Ehh, syuttttt!!" Dira mengisyaratkan untuk diam, dengan jari telunjuk yang dia arahkan pada bibirnya.


"Lagian kenapa sih kak, makan es krim mulu! Kan gini jadinya!" Ucap Alfian yang tak kalah ingin mengadili kakak kandungnya itu.

__ADS_1


"Ihh, kenapa sih dek, orang kakak juga suka!" Ucap Dira yang masih saja membantah apa yang dikatakan oleh mereka.


"Tapi kan kasihan Mama sama Papa mereka tuh khawatir sama kakak!" Alfian masih terus mengadili kakaknya.


"Nih anak penakut emang bandel banget kalau dikasih tahu!" ucap Dila sambil menghela nafas dan memutar bola mata malasnya , mendengar Dira yang masih saja terus mengeyel.


"Jadi kamu sakit gara-gara kebanyakan makan es krim? Dan mama Gisella sama papa Chan nggak tahu?" Tanya Bryan pada Dira.


"Ya nggak lah,,,,,,!" Ucap Dira yang tiba-tiba terpotong.


"Oh jadi begitu?!" terdengar sebuah suara dari arah pintu kamar Dira yang ternyata terbuka. Terlihat seorang yang wanita cantik yang berdiri di sana itu yang tak lain adalah Gisella Mama mereka semua. Mereka semua terkejut melihat adanya Gisella yang berdiri sambil menyilangkan tangannya di ambang pintu.


"Kalau kayak gini sih gue nggak ikutan!" ucap Alfin sambil menelan ludah dan mengalihkan pandangannya dari mamanya. Alfin yang saat itu hendak berjalan pergi tangannya di halangi oleh Lukas.


"Hey, mau ke mana lo? Awas aja kalau lo mau kabur!! Gue sendiri juga nggak mau kena marah!" Ucap Lucas lirih sambil menghalangi Alfin yang hendak melarikan diri dari mamanya.


"Aku nggak ikutan ma!" Kata Adam yang buka suara sambil melihat ke arah Mama Gisella yang masih berdiri di ambang pintu kamar Dira.


Gisella menatap semua anak-anak itu seksama dan dengan tatapan tajamnya juga.


"Sekarang, katakan! Siapa yang ngajakin Dira buat makan es krim?" Tanya Gisella pada semua anak-anak yang kini sedang berkumpul di kamar Dira.


"Mati deh gue!" ucap Dila dalam hati sambil menutup matanya.


"Dila!" Panggil Gisella pada anak keduanya itu.


"I,,,,iya ma?" Dila gelagapan saat Mamanya memanggil namanya.


"Ma, ini bukan salah Dila! Ini salah aku sendiri ma!" Sebuah ucapan dari mulut Dira yang mencoba melindungi Dila dari kemarahan mamanya.


"mereka semua juga tidak salah! aku sendiri yang kemarin pergi ke toko es krim dan memakan banyak es krim di sana!" jelas Dira pada Gisella, karena memang pada kenyataannya Dira memang pergi ke toko es krim sendiri dan memakan banyak es krim di sana.


Dira yang merasa bersalah pun langsung menunduk, dan telah membuat saudara-saudaranya yang lain terkena tatapan tajam dari Gisella.

__ADS_1


Gisella yang melihat Dira menunduk sedih atas kesalahannya, akhirnya menghela nafas kasar. Belum sempat Gisella berkata, tiba-tiba saja Nadia tidak sengaja lewat di depan kamar Dira. Dan dirinya melihat keramaian yang terjadi di kamar itu, karena memang semua anak-anak sedang berada di sana.


"Eh ada apaan nih? Kok semuanya pada ngumpul di kamar Dira?" tanya Nadia yang baru saja menggantikan langkahnya dan mendekat kearah Gisella yang masih berdiri di ambang pintu.


__ADS_2