
"Udah Dir! Nggak usah terlalu di pikirin , mungkin itu cuma perasaan lo aja!" Ucap Axel yang tak begitu memikirkan apa yang di katakan oleh Dira.
"Tapi tadi kan- " Ucap Dira terpotong.
"Udah Dir, mending lo tidur aja! Ini juga udah malam!" Kata Axel sambil mengusap lembur rambut Dira.
Dira pun menghela nafasnya lalu berkata, "Baiklah, gue akan tidur!" Kata Dira sambil berjalan menuju ke ranjang. Sedangkan Axel berjalan menutup gorden jendela.
Pov Alfin
Kini di saat yang bersamaan Alfin sedang duduk di sebuah kursi yang ada di balkon kamarnya. Dalam keheningan malam, dirinya sedang tersenyum menatap bintang, sambil meminum secangkir kopi yang di buatkan oleh Gisella.
"Gue heran deh sama Saviana! Baru kali ini gue nemuin orang yang bahkan nggak mau pakai ponsel!! Dia juga berbeda dengan yang lainnya, Diantar pulang juga nggak mau!" Ucap Alfin sambil meneguk kopi yang ada di dekatnya.
"Tapi gue salut sama dia, itu artinya dia gadis yang mandiri! Dia adalah cewek spesial yang pernah gue temui!" Ucap Alfin dengan nada bahagianya. Senyum indah terukir di bibir Alfin ketika dirinya mengingat akan Saviana, gadis yang membuatnya terkagum pada semua kepribadian yang dia miliki.
Pov Saviana
Di depan sebuah gerbang mansion besar keluarga Gisella. Terlihat sosok hantu cantik tengah berdiri, karena tidak bisa masuk begitu saja. Mansion Gisella sudah di pagari sehingga makhluk tak kasat mata tidak bisa memasuki mansion itu.
Ya, dia adalah Saviana. Dia tampak memandangi Alfin yang tengah asik meminum kopi di balkon.
"Semoga kelak lo nggak akan kecewa sama kenyataan ini Jaehyun! Gue takut kalau sampai nantinya lo benci sama gue! Gue nggak mau jauh dari lo! Maafin gue Jaehyun!!" Ucap Saviana sambil menatap nanar Jaehyun yang tengah fokus melihat gemerlap cahaya bintang di langit.
Keesokan harinya di desa Loka. Mereka semua seperti biasa bangun dan sarapan bersama di meja makan yang ada di vila.
"Hari ini kita free aja gimana? Kalian nggak pada capek apa buat nyari bahan makalah?!" Ucap Dila di sela-sela sarapan pagi mereka.
"Nanggung banget, Dil! Lagi pula nggak banyak kok, tinggal dikit aja!" Ucap Bryan sambil memasukkan satu suapan nasi ke dalam mulutnya.
"Apa tadi lo bilang? Dikit? Masih banyak woy!! Halu mulu sih lo!!" Ucap Victor yang tak terima kalau Jaemin menganggap tugas mereka tinggal sedikit.
"Tapi gue setuju kok sama Dila, kita kan ke sini juga bukan cuma buat makalah doang! Tapi juga buat senang-senang juga!" Ucap Axel yang setuju dengan saran yang di berikan oleh Dila.
"Kalau gue sih ngikut aja, gimana baiknya!" Ucap Dira yang hanya pasrah dengan apa yang akan menjadi keputusannya.
"Kalau gitu gue hari ini mau ke luar!" Ucap Dila yang sudah mengambil kesimpulan sendiri, kalau hari ini mereka free tanpa melakukan pencarian bahan untuk membuat makalah.
"Mau ke mana?" Tanya Bryan penasaran.
"Ada deh! Lo kepo aja sih!" Ucap Dila dengan masih terus memakan sarapannya.
"Mau ke mana lagi sih Dil? Lo jangan bikin kita khawatir kayak kemarin dong!" Ucap Dira sambil menghela nafasnya.
"Iya Dil, nggak lucu tau nggak!" Tambah Alisya.
__ADS_1
"Ya namanya juga lagi ngelawak, jadi wajar dong kalau lucu!" Ucap Dila yang malah menganggapnya sebagai bahan bercandaan.
"Dil, lo tuh bisa nggak sih kalau di bilangin nggak usah ngeyel mulu!" Ucap Victor yang sudah pasrah pada Dila yang hanya bisa membantah ucapan mereka semua.
"Iya-iya maaf!" Ucap Dila sambil memencepkan bibirnya. Dila memang sering membuat para saudara-saudaranya itu merasa jengkel bahkan sampai kagum. Kepintaran yang di miliki anak kedua dari Gisella dan Chan itu mampu membuat hati siapa saja luluh hanya dengan senyuman manisnya.
Di saat mereka semua masih melanjutkan sarapan pagi mereka. Ternyata Gisella datang berkunjung ke vila. Namun belum sempat Gisella masuk ke dalam Vila, dirinya merasakan keanehan.
"Astaga, aura hitam apa ini? Kenapa ada aura hitam di tempat seperti ini?! Semoga anak-anakku baik-baik saja ,dengan berbekal kalung yang aku berikan!" Ucap Gisella yang mencoba menepis prasangka buruk tentang Vila yang di tempati oleh anak-anaknya.
"Sayang, kamu kenapa?" Sebuah suara yang membuyarkan lamunan Gisella, membuat Gisella tersadar.
"Nggak apa-apa kok Chan!" Jawab Gisella sekenanya.
Belum mereka masuk, bi Tina sudah memberi tahu anak-anak yang sedang sarapan pagi di meja makan. Mereka langsung berhambur menuju Mama Gisella dan juga Papa Chan yang sudah berada di Vila.
"Halo anak-anak mama!" Panggil Gisella pada semua anak-anaknya.
"Mama!" Dira langsung memeluk hangat mamanya, karena memang Dira lah yang paling manja di antara anak kandungnya.
"Dira kangen banget sama mama!" Ucap Dira yang masih setia memeluk Mamanya itu.
"Ma, Papa Chan ada di mana?!" Tanya Bryan.
"Ya elah, papa Gimana sih! Bukannya nengok anaknya malah nengokin pemandangan di luar!" Dila menghela nafas mendengar ucapan mamanya.
"Woy anak curut di mana lo!?" Byun yang baru saja masuk ke dalam Vila sudah berteriak memanggil anaknya, Axel.
Axel yang mendengar itu membelalakkan matanya, karena terkejut.
"Papa Byun? Itu suara papa Byun kan?!" Alisya terlihat antusias yang mendengar panggilan dari papa Byun.
"Iya, Alisya! Papa Byun sama Mama Sindy juga datang ke sini!" Kata Gisella memberi tahu.
Alex tampak menghela nafas mendengar papa sama mamanya juga datang ke sana. Gisella yang melihat Alex menghela nafasnya, mengernyitkan dahinya.
"Alex, kamu kenapa nak? Kamu nggak bahagia kalau papa sama mama kamu berkunjung ke sini?!" Tanya Gisella pada Alex.
"Ya bahagia ma, tapi mama tahu sendiri kan kalau papa orangnya gimana๐ช!" Kata Alex sambil memutar mata malasnya.
"Hay semuanya, ini mama bawain banyak makanan, dan juga cemilan untuk kalian!" Ujar Mama Sindy yang baru datang dengan menenteng banyak paper bag di tangannya.
"Wah, banyak banget ma!" Alisya tampak sangat senang dan langsung mengambil satu paper bag berisi banyak cemilan.
"Wah-wah, nih anak curut di panggil kenapa nggak nyahut hah?!" Tanya Byun heran sambil berkacak pinggang.
__ADS_1
"Haish, papa apaan sih!" Ucap Sindy sambil menatap tajam ke arah Byun.
"Oh iya sayang, sebenarnya mama mau nginep di sini! Tapi ternyata papa kalian harus balik ke mansion buat ngurusin bisnis yang baru di buat!! Dan nantinya papa Chan juga akan ke luar negeri sama Ayah Nathan, Daddy Leon sama Papi Alex!" Gisella mengambil nafasnya lagi untuk melanjutkan ucapannya, "Dan nanti yang akan jaga Mansion cuma Mama Sindy sama papa Byun aja!" Lanjutnya.
"Lah memangnya Mami kemana?!" Tanya Alisya yang menanyakan tentang Lisa.
"Bunda juga ke mana Ma?" Tanya Bryan menanyakan Nadia.
"Mommy juga ke mana?!" Tanya Victor yang menanyakan Jeni.
"Mereka semua juga ikut ke luar negeri buat bantuin di sana nanti! Dan sedangkan nanti Mama yang akan jaga adik-adik kalian!" Jelas Gisella memberi tahu.
"Ma, Dira ikut pulang sama Mama ya!" Rengek Dira yang tiba-tiba meminta pulang ke mansion bersama dengan Gisella.
"Loh, kok pulang sih Dir?!" Tanya Alisya mengernyitkan dahinya.
"Iya, sayang ada apa? Kenapa pulang? Memangnya makalah kalian sudah selesai?!" Tanya Gisella.
"Kalau gue kasih tahu, pasti mama nggak akan percaya sama gue!nya udah lah gue simpan sendiri aja deh!" Kata Dira di dalam batinnya.
"Dira, kok malah ngelamun sih nak?" Gisella membuyarkan lamunan Dira.
"Eh, nggak jadi deh ma! Dira masih mau di sini sama yang lainnya!" Ucap Dira yang langsung berubah pikiran begitu saja.
"Haish, dasar Dira! Cepat banget berubah pikirannya!" Ucap Dila sambil memutar mata malasnya.
"Hay anak-anak papa Chan!" Ucap Chan yang langsung masuk ke dalam vila. Dan langsung di sambut pelukan hangat dari Axel.
"Lah, tuh anak gimana sih! Bapaknya kan gue, kenapa yang di peluk malah Chan?!๐๐" Byun tampak berdecak kesal melihat tingkah laku anak kandungnya sendiri.
"Siapa suruh papa manggil Axel pakai sebutan anak curut!" Ucap Axel.
"Haish, baiklah!" Byun tampak menarik nafasnya, "Anak papa yang ganteng, sini nak peluk papa!" Ucap Byun dengan wajah memelas nya. Dan seketika Axel langsung balik memeluk papa Byun.
"Haish, dasar anak nakal!"
Pletakk,,,
Byun malah menjitak kepala anaknya pelan karena merasa geram pada Axel.
"Aduh, sakit pa!" Ucap Axel sambil mengusap kepalanya yang di jitak oleh Byun tadi.
Mereka pun akhirnya sarapan bersama dan bersenda gurau di meja makan.
"Kalau kayak gini, gue nggak bisa bertemu sama Mark, buat tanyain soal vila ini!" Batin Dila.
__ADS_1