
"Ada 5 pasangan suami istri yang tinggal di 1 mansion dan juga anak-anak mereka yang sangat banyak, termasuk kita berdua! Kita menyebutnya keluarga besar!!" Lucas tampak memberi tahu Mark tentang siapa saja yang ada di mansion besar itu.
"Wow, kelihatannya kalian semua hidup dengan bahagia ,karana bisa dekat dengan keluarga kalian!" Mark tampak iri dengan kehidupan dari Gisella dengan seluruh keluarga yang ada di dekatnya. Sedangkan Mark sendiri sudah hidup seorang diri karena memang Papanya telah meninggal dalam penjara. Bahkan mamanya juga sudah meninggal jauh sebelum Papanya meninggal di penjara. Mark bahkan tidak memiliki keluarga atau bahkan saudara yang bisa dia ajak bicara. Sampai akhirnya dirinya memilih untuk kembali ke desa Loka, lebih tepatnya untuk mengunjungi neneknya yang tinggal di sana. Namun tak lama setelah itu, nenek Mark juga meninggal dunia sampai akhirnya Mark hanya hidup sebatang kara di rumahnya itu. Hingga dirinya bertemu dengan Mela dan juga Bayu yang bisa menjadi tempatnya untuk bercerita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita, sesampainya mereka di mansion besar. Semua orang tampak berada di ruang tamu, untuk menyambut kedatangan Mark.
"Mark kau sudah datang?!" Ujar Gisella yang melihat Mark memasuki mansion bersama dengan Adam dan juga Lukas.
Saat itu semua anak-anak sudah di beri tahu akan kedatangan Mark ke mansion. Mereka juga antusias menyambut kedatangan Mark di mansion besar itu.
"Kaka Gisella!" Panggil Mark setelah mendengat panggilan dari Gisella. Terlihat Dila hanya menoleh ke arah Mark sekilas karena dia masih mengingat akan Dira saudara kembarnya.
Mark berjalan ke arah Gisella lalu menyalami semua para orang tua yang ada di sana. Tampak Mark sangat sopan terhadap mereka.
"Oh iya Mark, tujuan kakak nyuruh kamu ke sini itu untuk mengajak kamu tinggal di sini bersama dengan kita!" Gisella tampak tersenyum ke arah Mark dengan penuh harapan, kalau nantinya Mark mau tinggal bersama dengan mereka di mansion itu.
"Tapi kenapa kak? Aku bahkan tidak berhak untuk tinggal di sini?!" Mark tampak tak enak hati dengan tawaran dari Gisella. Dirinya merasa tidak berhak untuk tinggal di mansion mewah itu bersama dengan mereka.
Gisella berjalan ke arah Mark dan menyentuh kedua pundak Mark, "Mulai sekarang berhenti memanggilku kakak!"
Deg,,,
__ADS_1
Mark bingung sekaligus terkejut akan ucapan dari Gisella yang tidak memperbolehkan Mark memanggilnya dengan sebutan kakak. Mark menatap mata Gisella lekat-lekat dengan segala pertanyaan di pikirannya yang ingin dia katakan terhadap Gisella.
"Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan Mama!" Lanjut Gisella dengan tersenyum manis ke arah Mark berada.
"Mama?!" Ujar Mark yang terlihat bingung dengan apa yang di suruh oleh Gisella.
"Pintar sekali!" Gisella menyentuh pipi Mark, mengusapnya dengan lembut karena memanggilnya dengan sebutan Mama.
"Tapi kenapa kak?" Mark semakin bingung di buatnya.
"Haish, kau itu bahkan hanya berbeda beberapa tahu dari anak-anakku, kamu lebih pantas memanggilku dengan sebutan mama di bandingkan dengan kakak!" Ujar Gisella memberi tahu.
Mark melihat ke arah Chan berada, dan tampak Chan tersenyum ke arah Mark, "Oh iya panggil dia dengan sebutan Papa oke, karena dia suamiku!" Pinta Gisella sambil menunjuk Chan, memberi tahu Mark.
"Apa kakak serius?!" Tanya Mark memastikan, karena ini masih seperti mimpi untuk Mark. Bisa mendapatkan kasih sayang orang tua lagi dari Gisella dan juga Chan. Gisella menjawabnya dengan anggukan. Mata Mark yang sudah berkaca-kaca pun akhirnya langsung memeluk Gisella dengan hangat, tak lupa Gisella membalas pelukan dari Mark juga.
Tak lupa Gisella memperkenalkan Mark pada seluruh penghuni mansion itu. Tidak mudah bagi Mark untuk mengingatnya dari satu kali pertemuan, namun Mark akan berusaha untuk mengingat mereka semua di hari-hari yang akan datang. Dengan setiap hari bersama dengan mereka. Seiring berjalannya waktu Mark akan mengetahui nama dari masing-masing anak yang ada di sana. Karena memang Mark adalah yang paling tua diantara mereka semua.
Setelah itu Gisella dan Chan mengantarkan Mark ke kamar yang sudah di persiapkan oleh Gisella, yang nantinya akan di tempati oleh Mark.
"Sayang, aku tinggal dulu ya! Mark papa pergi dulu ya" Kata Chan yang akan membiarkan Gisella hanya berdua dengan Mark saja di dalam kamar baru itu.
"Iya Pa!" Jawab Mark dan Gisella hanya mengangguk tersenyum untuk menjawabnya.
__ADS_1
Setelah Chan pergi meninggalkan istri dan anak angkatnya itu.
"Mark ini akan menjadi kamar kamu, oh iya semua fasilitas kamu akan terpenuhi! Dan jika kamu butuh apapun dan ingin membeli apapun itu kamu tinggal gunakan ini!!" Ucap Gisella sambil memberikan blackcard. Bahkan semua orang yang ada di mansion itu memiliki blackcard.
"Tapi, Ma! Ini berlebihan untukku!!" Ucap Mark yang tidak enak hati karena langsung mendapatkan hal yang tidak terduga.
"Kamu jangan sungkan, semua anak-anak di sini memiliki blackcard masing-masing! Dan ini tidak ada limitnya!" Ucap Gisella sambil memberikan blackcard itu ke tangan Mark.
"Ma, kenapa mama baik saja Mark?!" Tanya Mark yang masih tak percaya dengan apa yang dia dapatkan dari Gisella. Bahkan matanya mulai berkaca-kaca karena terharu akan kebaikan dari Gisella.
"Ini karena kamu anak yang baik Mark, meski anak mama tidak hanya satu, tapi percayalah!? Mama akan menyayangi kamu sama seperti mama menyayangi mereka juga!!" Ujar Gisella memberi tahu Mark dengan ketulusan hatinya. Mark yang sudah sangat terharu pun langsung memeluk hangat Gisella, begitu juga dengan Gisella pun langsung membalas pelukan Mark.
"Mark!" Suara seseorang yang membuat mereka melepaskan pelukan dan menoleh ke asal suara itu.
"Papa Byun?!" Ujar Mark saat melihat Papa Byun masuk ke dalam kamar baru Mark.
"Mark, papa mau tanya sama kamu!" Kata Byun yang terlihat serius.
Mark yang tampaknya bingung pun mengernyitkan dahinya lalu bertanya, "Tanya apa, pa?!".
"Apa kamu pernah menolong korban kecelakaan mobil di jalan melati? Kejadian itu sudah cukup lama!" Ujar Byun yang bertanya pada Mark.
Mark pun mencoba mengingat kejadian beberapa tahu yang lalu saat dirinya memang mengingat kalau dirinya pernah menolong korban kecelakaan mobil di jalan melati. Waktu itu Mark masih sangat kecil, dan hanya dia yang ada di lokasi itu, dengan mata kepalanya sendiri yang melihat kejadian itu terjadi di depan matanya.
__ADS_1
"Iya, pa! Sepertinya aku pernah!" Kata Mark.
"Byun, kenapa lo tanya kayak gitu sama Mark? Memangnya ada apa?!" Gisella tampak khawatir akan apa yang terjadi, jadi dia bingung dengan apa yang di tanyakan oleh Byun pada Mark.