
Siapa sangka Windy yang terbuai dengan perintah papanya itu, karena rasa rindunya akan pelukan papanya itu pun, dia mulau berjalan mendekat lagi ke arah pintu itu berada. Hal itu membuat Ana tersenyum seringai karena telah berhasil mengelabuhi anaknya itu.
Saat Windy hendak melangkah masuk, sebuah suara dari kejauhan membuatnya tersentak dan sadar dengan apa yang akan dia lakukan. Windy langsung menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya itu, "Tunggu!!! Jangan masuk ke dalam!!!" Ucap suara itu yang membuat Windy langsung tersadar.
Windy langsung menoleh dan mengernyitkan dahinya, dia bingung dengan siapa yang tengah memanggilnya itu. Dia sungguh tak tahu siapa yang berjalan mendekat ke arahnya dan juga mama Ana.
Akan tetapi berbeda dengan Ana yang mengetahui siapa yang berjalan mendekat ke arah mereka itu. Mata Ana membola tak percaya dengan apa yang dia lihat saat itu juga.
"Ibu?!" Ucap Ana yang membuat Windy langsung menoleh ke arahnya dan berjalan mendekat ke arah mama Ana.
"Apa maksud mama? Kenapa mama memanggilnya ibu? Dia siapa ma?!" Tanya Windy pada mamanya, pasalnya memang Windy tak mengetahui keberadaan kakek dan neneknya yang telah meninggal.
"Ana hentikan nak! Jangan lakukan ini pada anak kamu sendiri! Kasihan dia!" Kata ibu Ana dengan wajah sendunya berharap anaknya itu akan sadar dengan apa yang dia lakukan.
Akan tetapi Ana tersadar dan menyuruh Windy untuk segera masuk ke dalamnya, Ana mengira kalau itu adalah sebuah ilusi saja. Dia tak akan menganggap ibunya ada di depannya saat itu juga.
"Kenapa kamu kembali lagi? Cepatlah masuk ke dalam! Papa kamu sudah menunggu kamu!" Kata Ana menyuruh anaknya itu untuk kembali lagi berjalan ke arah pintu itu, dan segera masuk ke dalamnya.
Bukannya menjawab dan menuruti apa yang di katakan oleh mamanya, Windy malah balik bertanya, dia masih penasaran dengan wanita patuh baya itu yang berada tepat di depan Ana.
"Ma, apa dia nenek?!" Tanya Windy.
"Iya nak! Aku adalah ibu dari mama kamu! Aku nenek kamu nak!" Kata nenek itu pada Windy.
"Tidak! Kau bukan ibuku!! Kau hanyalah ilusi saja!!" Sarkas Ana dengan mata tajamnya. Dia masih belum percaya kalau orang yang ada di depannya itu adalah mamanya.
"Ana, sadarlah nak! Ini mama! Mama ingin membawa kamu bersama dengan mama nak! Hentikan hubungan kamu dengan iblis jahat itu!!" Kata ibu Ana itu. Namun tentu saja Ana tidak akan percaya begitu saja.
Ana menyunggingkan senyum, "Apa kau pikir aku akan percaya padamu? Ibuku sudah ada fi nirwana sekarang! Dia tidak mungkin bisa kembali ke sini lagi!!" Kata Ana masih dengan pendiriannya.
"Dan kamu Windy! Kenapa tidak menuruti mama? Kau tidak kasihan pada papa kamu yang sudah menunggu kamu di alam sana?!" Tanya Ana pada anaknya itu dengan sedikit meninggikan suaranya.
Windy bingung dengan apa yang harus dia lakukan, di pikirannya dia mendengar samar-samar kalau Jaehyun mengharapkan dia kembali pada dan menangis memanggil nama Windy di alam manusia.
"Ayo, mama juga akan bersama dengan kamu nak! Kita menyusul papa Bram di sana!" Ajak Ana yang tak menghiraukan wanita paruh baya di depannya, yang jelas-jelas itu adalah ibunya.
Saat Ana hendak beranjak dan melangkah dengan menggandeng tangan Windy, tiba-tiba saja ada yang menghalangi langkahnya itu dengan memegang tangannya dengan kasar.
"Lepaskan cucuku Ana!!" Kata wanita paruh baya itu. Ana yang melihat itu murka, dia menghempaskan tangan wanita paruh baya itu karena sudah membuatnya merasa kesal.
__ADS_1
"Lepaskan tangan kotor mu ini wanita tua!!" Kata Ana yang masih belum menyadari kalau yang dia katai itu adalah ibunya sendiri, orang yang sangat dia cintai di dalam hidupnya selama ini. Bahkan tak rela kalau ibunya di makamkan, dan memilih mengawetkan mayatnya supaya selalu bisa berada dekat dengan ibunya itu.
Plakkk,,,,
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Windy, tentu saja Windy tak merasakan sakit. Dia hanya terkejut sana dan langsung tersadar. Sedangkan ibunya telah berhasil menarik tangan Windy dan memeganginya supaya terus aman. Karena bagaimana pun juga tempat Windy bukanlah di sana. Perjalanan Windy masih sangat panjang, dia tidak bisa mati sekarang.
"Ibu!" Lirih Ana yang perlahan menatap kedua manik mata wanita paruh baya yang ada di depannya. Ana seakan sudah tak perduli pada tawanannya kali ini. Yang tentunya itu adalah Windy. Anaknya sendiri.
"Iya, ini ibu!! Seharusnya kamu tidak melakukan ini pada anakmu! Dia adalah darah daging kamu sendiri! Kenapa.kamu tega ingin mengobarkan dia Ana? Apa salah anak kamu?!" Ucap ibu Ana itu panjang lebar yang langsung membuat Ana terdiam tak bersuara.
"Apa kamu tahu kenapa ibu di sini? Itu karena jasad ibu tidak kamu makamkan dengan layak!! Sebenarnya selama ini ibu masih selalu berada di sekitarmu! Arwah ibu bergentayangan namun tak bisa keluar sama sekali dari lingkup mansion kita! Itu karena kebodohan kamu yang memilih menjadi penganut iblis! Kamu malah membuat ibu terjerat nak!" Ucap ibu Ana dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya supaya tidak pecah.
Ana tertegun mendengarnya, dia sungguh tidak menyangka kalau ibunya sangat menderita karena ulah dirinya. Padahal dia sangat mencintai ibunya, namun dia tak sadar kalau apa yang dia lakukan itu ternyata malah membuat mamanya menderita.
Bruk,,,
Ana terduduk lemas mendengar apa yang di katakan oleh mamanya tadi. Dia sungguh tidak menyangka kalau apa yang dia lakukan malah menyakiti mamanya. Dia sungguh sudah salah dalam melangkah untuk mama yang sangat dia sayangi itu, "Maafkan Ana ma!" Kata Ana dengan segala sesalnya.
"Semuanya belum terlambat nak! Mungkin kita berdua sudah terjerat, tapi kita tidak boleh membiarkan keturunan kamu ikut terjerat dengan semua ini! Biarkan dia pergi nak!" Ucap ibu Ana dengan suara yang mengiba. Berharap anaknya itu akan sadar dengan apa yang selama ini sudah dia lakukan.
Ana yang terduduk lemas sembari menundukkan kepalanya tadi, berusaha mendongak dan berdiri di depan ibunya itu. Tatapan matanya sangat sulit di artikan. Windy sendiri takut, dia sadar kalau apa yang dia lihat tadi di balik pintu itu hanyalah ilusi yang sengaja di buat oleh mamanya untuk mengelabuhi dia. Windy sungguh tidak menyangka kalau mamanya sendiri akan melakukan itu padanya.
"Apa ibu akan membawanya pergi?!" Tanya Ana dengan wajah datarnya. Membuat Windy semakin takut, dia takut kalau mamanya itu tidak akan membiarkan dirinya pergi dari alam itu.
Wajah Ana pun seketika berubah, dirinya menatap nanar 2 orang yang ada di depannya, yaitu ibu dan juga anaknya. Tatapan matanya seakan mengatakan kalau dia sungguh sangat menyesal telah melakukan hal keji selama berada di dunia ini.
Lalu sebuah pintu berwarna putih dengan cahaya yang berkilau menyilaukan mata itu muncul di dekat Windy. Pintu itu yang ternyata menuju ke alam manusia untuk Windy kembali hidup dan sadar dari tidur panjangnya.
"Nak, keluarlah dari tempat ini! Ibu bukanlah tempat yang cocok untukmu!!" Ucap nenek pada cucunya itu sambil mengelus surai hitam milik Windy.
Windy menitihkan air matanya melihat itu, dia akan bertemu dengan sebuah perpisahan lagi. Dan Windy sungguh sangat membenci sebuah perpisahan, apalagi dengan orang yang dia sayangi, seperti papa, mama dan juga nenek yang bahkan baru bertemu dengan nya itu, "Tapi bagaimana dengan kalian? Apa Windy masih bisa bertemu dengan kalian?!" Tanya Windy di sela isak tangisnya, dia sungguh tidak kuat membayangkan akan berpisah dengan mamanya untuk yang kedua kalinya.
"Kamu tenang saja nak, akan ada saatnya kita berkumpul kembali nanti! Yang penting kamu harus menjalani hidup kamu yang masih panjang itu!!" Kata nenek yang membuat Windy mengusap air matanya. Dia akan sebisa mungkin menahan kesedihannya, dia tidak ingin melihat kedua orang yang sangat dia sayangi itu pergi dengan tangis dari Windy.
"Pergilah nak, maafkan semua kesalahan yang sudah mama lakukan terhadap kamu! Maaf karena mama belum bisa jadi mama yang terbaik buat kamu nak!" Kata mama Ana yang menyesal dengan apa yang telah dia lakukan selama ini. Dia sekarang sudah sangat sadar dengan apa yang dulu pernah dia lakukan semasa hidupnya di dunia.
"Cepatlah nak, waktu kamu tidak banyak lagi!" Kata nenek yang menyuruh Windy untuk segera masuk ke pintu berwarna putih itu.
Windy berpelukan dengan kedua orang yang dia sayang itu lalu berjalan menuju ke arah pintu itu. Namun saat tinggal beberapa langkah saja hendak masuk ke dalam pintu putih itu. Tiba-tiba suasana di tempat itu menjadi suram, Windy tentu tidak tahu dengan apa yang terjadi, dia sungguh bingung kenapa suasana nya bisa langsung berubah drastis seperti itu.
__ADS_1
"Ada apa ini?!" Tanya Windy yang menatap ke arah langit, dia melihat awan hitam berkumpul dan membuat tempat itu semakin gelap dan bertambah suram.
Sedangkan di sisi Ana dan ibunya itu tampak membelalakkan matanya. Mereka ingin segera melihat Windy bahagia dan menjalani kehidupannya di dunia. Namun saat melihat suasana di sekitar berubah, itu membuat Ana merasa cemas,.dia takut kalau nanti tiba-tiba sosok iblis itu muncul dan langsung menyerang mereka. Siapa yang tidak marah jika mengetahui kalau tawanannya telah di bebaskan oleh bawahannya sendiri.
"BERHENTI!!!" Teriakan itu terdengar menggema, membuat bulu merinding. Ana bahkan sangat takut kalau sampai apa yang dia khawatirkan terjadi pada anaknya.
"Windy cepatlah pergi nak, waktu kamu tidak banyak!!" Kata mama Ana yang terus mendesak Windy supaya dirinya segera memasuki putih itu yang ada di dekatnya.
"Tapi apa yang terjadi sama kalian nantinya?" Kata Windy dengan masih terisak, dia sungguh tidak rela kalau harus ada perpisahan lagi.
Ana merasa sangat khawatir sekarang, setelah dia di sadarkan oleh ibunya tadi. Entah kenapa dia yang tadinya tidak berperasaan mendadak berubah menjadi orang yang sangat mengkhawatirkan dan mencemaskan apa yang nantinya akan terjadi pada putri tunggalnya itu, "Cepat pergi dari sini nak!! Waktu kamu tidak banyak!!" Ana yang sangat khawatir pun langsung mendorong windy untuk masuk ke pintu berwarna putih itu. Seketika saja pintu itu tertutup dan perlahan memudar dari pandangan mata Ana dan ibunya saat itu.
Swasshhh,,,,
Bruk,,,,
Sosok iblis yang menaungi Ana itu datang dan langsung menyerang Ana. Ana terpental jauh membuat ibunya membelalakkan matanya dan langsung mendekati Ana. Namun sayangnya belum sempat mendekat ke arah Ana. Iblis itu sudah lebih dulu mencekik leher ibu Ana dan mengangkatnya ke atas. Tentu saja tanpa harus memegang lehernya, Iblis itu dengan mudah mencekiknya yang mengangkatnya ke atas.
Memang mereka tidak mungkin bisa mati 2 kali. Tapi entah kenapa keduanya merasakan sakit saat di sakiti oleh iblis itu.
Ana masih terkulai lemas dengan badannya yang telah terbentur tembok dengan kerasnya. Lalu pandangan matanya mengarah pada ibunya yang tengah di cekik oleh iblis itu.
Deg,,,
"Ibu!!" Lirih Ana melihat ibunya yang sedang bersusah payah untuk melepaskan cengkeraman gaib di lehernya.
"Kau adalah budak yang tidak tahu diri!! Apakah ini balasan mu saat aku telah membantumu??!" Tanya iblis itu dengan sangat murka melihat apa yang telah budaknya itu perbuat.
"Hen-hentikan! Ak-aku tidak mau lagi, jadi bu-budakmu!! Tolong lep-lepaskan ibuku!!" Ucap Ana terbata-bata karena sesak di dadanya. Ana tak bisa bangkit dari duduknya karena terlempar tadi. Mengakibatkan kakinya patah.
"Siapa kau berani memerintah ku!! Kau hanya tikus kecil yang aku peralat!!" Ucap iblis itu dengan murkanya, dia sungguh geram dengan apa yang telah di perbuat oleh Ana. Ada alasan tersendiri iblis itu menginginkan anak dari Ana itu. Namun kini harapan iblis itu telah sirna hanya gara-gara Ana yang malah melepaskannya.
"Cih, aku akan memusnahkan kalian menjadi abu!!" Ucap Iblis itu lagi. Memang jika arwah gentayangan menjadi abu, mereka tak akan bisa lagi ke alam nirwana ataupun neraka. Mereka hanya akan sia-sia saja dan tak akan bisa bereinkarnasi lagi.
Iblis itu mencengkeram kuat leher ibu Ana dan menggunakan kekuatannya ,hingga seketika tubuh dari arwah ibu Ana itu menjadi abu. Mata Ana membelalak melihatnya, dia sungguh tidak berdaya saat ini. Dia ingin marah namun tak akan pernah bisa ia luapkan, dia sungguh menyesal karena telah melibatkan ibunya di dalam perbudakan iblis ini. Ya, ini semua salahnya yang telah menganut iblis.
"Maafkan aku ibu!" Lirih Ana sembari menangis sesenggukan dan menahan sesak pada dadanya.
Lalu secepat kilat iblis itu menghampiri Ana dan mencekik lehernya dengan kuat, "Kau tau kesalahan apa yang sudah kau perbuat? Kau sama saja sudah menghancurkan rencana ku! Kau memang tidak tahu diri!! Akan ku buat kau menyesal dunia dan juga akhirat!!!" Geram iblis itu dan langsung menggunakan kekuatannya untuk memusnahkan Ana dari alam gaib itu hingga menjadi abu.
__ADS_1
Hilang sudah arwah dari Ana dan juga ibunya. Telah menjadi abu karena iblis itu yang telah murka terhadap budaknya itu.
"Sial!!! Gara-gara budak tidak tahu diri itu, rencana aku jadi harus gagal!!!" Gumam iblis itu dengan guratan wajah menyeramkan nya. Dia sangat murka sekarang, lalu kemudian dia langsung masuk ke dalam pintu merah tadi dan menghilang bersamaan dengan pintu yang dia masuki.