Kamar 126

Kamar 126
Aneh bagi Mark


__ADS_3

Lalu setelahnya Gisella memberi tahu Mark kebenaran tentang kematian Andrian akibat sebuah insiden kecelakaan. Andrian yang berpamitan dengan Gisella dan mengatakan akan menjemput Gisella, ternyata malah mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Rose bahkan tidak tahu tentang itu, berhari-hari mencari Andrian namun tidak menemukannya.


Bahkan arwah Andrian selalu mengikuti Gisella, namun tidak bisa mendekati Gisella. Itu karena Gisella memakai kalung air suci, dan telah bersumpah untuk tidak berhubungan lagi dengan makhluk tak kasat mata.


Namun siapa sangka akhirnya Andrian tahu dan menyadari kalau semasa hidupnya, ternyata apa yang di lakukan Gisella untuk menolong para arwah penasaran itu, menjadi suatu kebaikan.


Andrian menyesal mengenai hal itu. Sampai akhirnya Andrian bertemu dengan Gisella dalam keadaan yang sudah menjadi arwah. Lalu meminta maaf pada Gisella. Gisella langsung syok mengetahui hal itu, dan seketika arwah Andrian menghilang setelah Gisella mengetahui kebenarannya.


Siapa sangka Gisella memiliki akhir kisah cinta yang seperti itu dengan mantan kekasihnya yang bernama Andrian? Bahkan semua anak-anak mengira kalau kehidupan Gisella itu penuh dengan kebahagiaan, karena di kelilingi oleh semua keluarganya


Lalu kemudian Gisella memberi tahu Mark tentang hubungannya yang terjalin dengan Chan. Hilang ingatan Chan dan selalu bersama dengan Gisella, membuat hati Gisella yang awalnya sudah membeku, akibat kehilangan Andrian. Akhirnya mencair juga karena memiliki Chan.


Namun siapa sangka kalau Chan akan kembali pada ingatannya, dan mengetahui fakta kalau dirinya memiliki kekasih. Bahkan Chan harus menikahinya, karena dirinya sudah pernah melakukan hubungan intim dengan Wendy. Tentu Chan tak akan menjadi pria brengsek yang lari dari tanggung jawab.


Gisella sempat terpuruk karena Chan yang selalu menemaninya kini akan menjadi milik wanita lain. Perjalanan cinta Chan dan Gisella pun tidak mulus karena Chan ingatannya telah kembali saat itu. Akan tetapi semua berubah, saat Gisella mengetahui kalau Wendy bukanlah manusia melainkan iblis. Gisella tentu saja tidak akan membiarkan Chan terus terjerat olehnya.


Bahkan Chan juga pernah di bawa ke alam Wendy, namun karena cinta Gisella dirinya menjemput Chan hingga kembalilah cinta Chan untuk Gisella.


"Jadi, papa sama mama sempat gagal menikah?!" Tanya Mark.

__ADS_1


"Iya nak, itu karena Chan di pengaruhi oleh iblis itu lagi, bahkan Chan seperti terhipnotis dan melakukan bunuh diri dari atap gedung pernikahan, beruntung saat itu dia bisa selamat dan hidup dengan mama sampai sekarang ini!!" Terukir senyum di wajah Gisella saat mengatakan bagaimana akhir kisah cintanya bersama dengan Chan.


Setelah mendengar semua cerita dari mamanya, Mark meminta ijin pada Gisella untuk pergi menuju ke kamarnya. Tak di sangka ternyata sedari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka berdua, tapi Mark tentu saja tidak menyadari itu.


"Kisah kelam itu sebentar lagi akan kembali menyelimuti dirimu Gisella!!" Lirih suara itu yang mampu di dengar oleh Gisella.


Gisella tercekat mendengar suara yang tepatnya seperti bisikan itu. Lidahnya tiba-tiba saja keluh dan menatap sekeliling. Dilihatnya tidak ada siapapun di sana setelah anak sulungnya pergi ke kamar.


"Siapa tadi?!" Gumam Gisella sambil terus menoleh ke segala arah mencari sumber suara tadi yang memang sangat mengganggunya itu. Terdengar seperti ancaman, bahkan Gisella seperti tidak asing dengan suara itu.


"Semoga tadi cuma perasaanku saja?!" Kata Gisella lalu berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam mansion ,dengan membawa nampan berisi gelas sisa jus mangga tadi.


Hari itu aku mendengarkan kisah pilu mama Gisella yang ada di masalalu nya, aku merasa iba mendengar semuanya. Apalagi aku juga baru tahu, kalau banyak sekali rintangan yang di hadapi oleh mama Gisella untuk bisa bersatu dengan papa Chan.


Wanita berkedok iblis itu ternyata penyebab semua masalah yang terjadi di masalalu mama. Aku jadi penasaran dengan iblis itu, bukankah kata mama iblis itu sudah musnah?


Tapi aku seperti tidak percaya kalau iblis itu telah musnah!


Bahkan dari cerita mama yang mengatakan iblis itu tak lagi terlihat setelah ikut terjun dari gedung pernikahan bersama papa Chan dulu. Memang benar papa Chan masih hidup sampai sekarang, karena berhasil menyelamatkan diri.

__ADS_1


Tapi bagaimana iblis itu bisa musnah? Bukankah meski dia terjun dia tidak akan mati? Iblis bisa menghilang juga bukan?


Aku jadi ingin menuntaskan semua masalalu mama Gisella dan papa Chan. Aku bahkan berhutang budi pada mereka karena telah mau merawat ku, sampai sekarang ini.


Tapi mungkin aku akan mulai menyelidikinya setelah aku benar-benar siap. Karena untuk mengalahkan iblis perlu rencana yang sangat matang bukan?


Aku bahkan pernah melawan iblis di saat ikut mama Gisella melakukan astral projection untuk menjemput Dira. Tapi jujur saat itu aku sangat lemah, bahkan tenagaku yang seorang pria ini kalah telak dengan mama Gisella. Itu berarti kekuatan yang aku miliki masih belum ada apa-apanya di bandingkan dengan mama Gisella.


"Aku harus membantu mama Gisella menuntaskan semua ini! Aku yakin iblis itu akan selalu membayangi pikiran mama! Dan tak akan aku biarkan itu terjadi!" Kataku waktu itu saat setelah masuk ke dalam kamarku sendiri.


Dan untuk pendidikanku, entahlah! Aku selalu memikirkan ucapan dari mama Gisella yang menyuruhku untuk melanjutkan kuliah, tapi aku rasa aku tidaklah pantas mendapatkan apa yang mama Gisella suruh itu. Seakan aku ini hanya menjadi benalu yang bisanya cuma menyusahkan keluarga besar ini. Tapi jika mama Gisella tahu aku mengatakan hal semacam ini, dia pasti akan marah bahkan kecewa. Karena dia memang sudah selalu mengatakan untuk tidak memikirkan masalah biaya. Tentu saja aku sangat percaya, bahkan kekayaan mereka sudah melebihi batas wajar. Dan Ayah Nathan yang paling bingung bagaimana cara menghabiskan uang, sampai dia juga pernah membakar uang-uangnya karena tak pernah habis.


Entah lah bagaimana mereka bisa bekerja tanpa tahu harus di kemana kan uangnya. Tapi tenang saja, mereka juga selalu ikut menjadi donatur untuk beberapa panti yang ada di kota itu. Mereka selalu menyisihkan uang untuk orang yang tak mampu.


Keluarga ini sudah seperti malaikat bagiku, aku sangat bersyukur bisa bertemu mereka, bahkan di angkat menjadi bagian dari keluarga mereka. Padahal dulu aku berpikir, setelah kejadian naas waktu itu. Aku tak akan pernah lagi bertemu dengan keluarga ini, tapi siapa sangka justru mama Gisella meminta anak-anak itu untuk menjemput ku secara pribadi di rumah bambu ku yang ada di desa?


Huhh,,, aku jadi rindu pada kedua sahabatku yang ada di desa loka itu. Kenapa aku tak pernah berpikir untuk menghubunginya dan membelikannya ponsel baru menggunakan kartu yang di berikan mama Gisella waktu itu.


Aku bahkan hanya sekali menggunakan kartu itu, entah kenapa mama Gisella malah memarahiku karena tidak bisa menghabiskan banyak uang, itu aneh bukan?

__ADS_1


__ADS_2