
Daniel menghela nafasnya dan mengatakan kalau Fara tidak boleh pergi untuk menjemput Gisella di alam lain, itu karena Daniel tidak percaya kalau istrinya bisa kembali dengan selamat bersama dengan Gisella.
"Aku butuh dua orang untuk ke sana dan satu arwah baik!" Ucap Daniel setelahnya.
"Tapi siapa arwah baik yang mau membantu kita untuk menolong Gisella? Bukankah Mama Chan tidak bisa dipanggil lagi?!" Tanya Kai yang juga bingung.
"Iya, Leon! Kau benar! Mama ku tidak bisa dipanggil lagi untuk membantu kita!! Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ujar Chan yang mengetahui kalau Mamanya tidak mungkin bisa membantu dalam misi kali ini.
"Kalau begitu, siapa yang sudah pernah melakukan jelajah astral projection?" Tanya Papa Gisella pada semua orang yang ada di sana.
"Tapi kenapa bukan om saja yang pergi?!" Ujar Leon yang menyarankan agar Papa Gisella yang melakukannya.
"Itu tidak bisa dilakukan, karena om harus menjaga portalnya supaya tidak ada yang masuk!" Ujar Daniel yang memang tidak bisa menjemput Gisella karena harus menjaga portal astral projection.
"Om, aku akan melakukannya demi Gisella!" Ucap Lisa dengan penuh keyakinan di dalam hatinya.
"Tapi sayang,,,," ucap Alex sempat terpotong.
"Percayalah padaku!" Kata Lisa dengan senyum manis di wajahnya, yang juga berusaha meyakinkan Alex kalau dirinya pasti akan baik-baik saja.
Mendengar ucapan itu dari mulut calon istrinya sendiri, Sehun tidak bisa menolaknya dan hanya bisa pasrah dengan keputusan yang sudah di buat oleh Lisa sendiri.
Alex menghela nafasnya dan berkata,,,,,
"Berjanjilah padaku kalau kau akan kembali!" Ucap Alex dengan memegang wajah Lisa.
"Pasti!" Jawab Lisa sembari menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu siapa yang akan menemani Lisa?!" Tanya Daniel pada semuanya.
"Biar aku dan juga Nadia yang menemani Lisa untuk mencari keberadaan Gisella, Om!" Ucap Nathan yang yakin dengan keputusan yang dia buat.
"Jangan terlalu banyak orang yang ikut dalam melakukan astral projection! Nantinya akan sulit untuk kalian kembali ke alam dunia jika terlalu banyak orang!" Ucap Daniel yang menyarankan agar salah satu dari Nathan dan Nadia yang menemani Lisa untuk menjemput Gisella.
"Kalau begitu biar aku saja yang menemani Lisa, Om!" Ucap Nadia yang menawarkan dirinya.
"Nak, apa kalian yakin? Tante sangat berterima kasih pada kalian karena niat kalian yang mau melolong Gisella, anak tante!" Ucap Fara yang masih saja menitihkan air matanya.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita jemput Gisella! Tapi ingatlah ini! Kalian harus tetap berhati-hati terhadap hantu jahat yang nantinya akan mengganggu kalian!! Itu karena kalian tidak bersama dengan hantu baik!" Ucap Daniel menjelaskan, "Ini, bawalah ini!" Kata Daniel lagi sembari memberikan sebuah kalung yang berliontin kan air suci di dalamnya.
"Ini kalung apa ,om?" Tanya Lisa yang memang tidak tahu tentang kalung yang dimiliki oleh Papa Gisella.
"Ini kalung berisi air suci, dan ingat kalau kalian harus tetap berpegangan tangan!!" Saran Daniel yang memang sudah diketahui oleh mereka berdua, kalau masuk ke astral projection harus saling berpegangan tangan.
"Tapi, kita memiliki air anggrek hitam, om! Apa itu masib kurang? Atau justru tidak berfungsi?!" Tanya Jiso yang ingat kalau dirinya memiliki air anggrek hitam.
"Bukan itu maksud, om! Tapi, hanya air suci yang bisa melindungi kalian saat berada di dunia lain! Air dari bunga anggrek hitam itu hanya berguna dan berfungsi jika di dunia nyata saja!" Ucap Daniel menjelaskan.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Om Daniel, mereka berdua yang memang sudah paham tentang persyaratannya pun langsung memakai kalung itu, kalung itu hanya ada satu dan Lisa lah yang memakainya.
"Kalau begitu, ayo kita mulai!!" Kata Daniel yang sudah menyiapkan dirinya untuk membuka astral projection.
Chan, Fara (Mama Gisella) dan juga Jenie menjaga Gisella yang berada di ranjang rumah sakit. Sedangkan yang lainnya berada di belakang mereka yang akan melakukan astral projection.
Sedangkan di sisi lain, Gisella yang berada di alam lain sedang berdebat dengan Kris.
"Kau harus ikut denganku!!" Ucap Kris dengan nada memaksa Gisella.
"Tidak!! Aku tidak mau!!" Bantah Gisella.
"Hey!! Jangan sentuh aku!!! Lepaskan !!!" Ucap Gisella yang berusaha memberontak.
"Kau harus menemani aku!!" Ucap Kris yang masih terus memaksa Gisella.
"Sudah ku bilang kalau aku tidak mau ikut denganmu!!" Ucap Gisella yang masih terus membantah Kris.
Kris masih terus memaksa Gisella untuk berjalan ke arah pintu yang di dalam pintu itu terdapat kegelapan.
"Tidak!! Aku tidak mau ikut dengan dirimu!!" Bantah Gisella sembari mencoba menahan dirinya agar tidak ikut dengan Kris.
"Diam!! Kau akan kekal bersama denganku!!" Ujar Kris yang masih berusaha menarik Gisella untuk bersama dengannya.
Gisella yang berusaha memberontak pun langsung menendang kaki Kris dan langsung mendorong Kris hingga membentur tembok. Setelah itu Gisella segera berlari menjauh meninggalkan Kris yang masih berusaha untuk bangkit setelah terjatuh tadi.
"Dasar wanita tidak tahu diri!!" Ujar Kris yang kemudian langsung berlari mengejar Gisella.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dunia nyata dalam kondisi Gisella yang masih terbaring koma mengalami nafas yang tidak beraturan karena di dunia lain dirinya berlari hingga kelelahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brukkkk,,,,,,
Gisella terjatuh karena kelelahan berlari.
"Akhirnya kau menyerah juga!!" Ucap Kris yang sudah sampai pada Gisella.
"Tidak!!! Aku tidak mau ikut denganmu!!" Ucap Gisella yang masih terus membantah apa yang disuruh oleh Kris.
"Kalau begitu, aku akan memaksamu!!!" Kata Kris yang mulai kesal pada Gisella.
Gisella sendiri sudah tidak bisa berlari karena sudah lelah. Dan kakinya sampai tidak bisa dia gunakan untuk berdiri.
Kris yang sudah kesal pada Gisella akhirnya menarik paksa rambut Gisella dan menyeretnya.
"Akh!!!" Rintih Gisella karena merasa sakit pada kepalanya.
"Lepaskan aku!!!" Ucap Gisella lagi yang masih terus berusaha berontak, namun sayangnya Gisella kalah tenaga dengan Kris. Sampai akhirnya Gisella hanya bis menangis karena merasa kesakitan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dunia nyata, Gisella yang koma menitihkan air mata, sontak membuat yang berada di dekatnya bingung dengan apa yang terjadi pada Gisella di dunia lain.
"Ada apa dengan Gisella? Kenapa dia mengeluarkan air mata di saat sedang koma seperti ini?!" Ucap Chan yang bingung harus melakukan apa.
Sedangkan Mama Gisella hanya bisa menangis melihat anaknya yang tak kunjung sadar dari koma yang dia alami.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dunia nyata, Gisella yang masih terus di seret oleh Kris jauh menuju pintu kegelapan pun masih terus menangis.
Sampai akhirnya,,,,,
__ADS_1
"Lepaskan dia!!!" Ujar seseorang yang muncul dari belakang Kris.
Sampai akhirnya membuat langkah Kris terhenti dan berbalik ke arah belakang untuk melihat siapa yang berani menghentikan niatnya, untuk membawa Gisella ke pintu kegelapan. Dan tanpa sadar Kris melepaskan tangannya dari rambut Gisella.