
"Dulu kan paman kamu Felix sudah pernah bilang kalau kamu itu memiliki indra ke enam yang sudah terbuka setengah, kamu saja yang tidak percaya!!" Ucap bi Inem memberi tahu dan mengingatkan Chan tentang dulu.
Chan hanya mengedikkan bahunya, "Ya itu kan dulu Bi, dulu juga Chan kan nggak percaya sama yang begituan, jadi wajar kalau Chan juga nggak percaya sama apa yang di omongin paman!!" Ucap Chan tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Kamu ini ya!" Kata bi Inem dengan candanya.
Chan pun bertanya mengenai paman Felix pada bi Inem, "Oh iya bi, apa paman Felix masih ada waktu untuk bertemu denganku? Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya karena tinggal di kota, tujuanku datang ke Jawa ini karena ada suatu yang ingin aku tanyakan pada paman!" Ujar Chan memberi tahu bi Inem.
"Biasanya beliau setelah selesai bertapa akan melakukan bisa menerima tamu, tadi saja yang ngasih tahu bibi kalau nak Chan akan datang adalah beliau!!" Jelas Bi Inem.
Lalu setelahnya bi Inem masuk ke dalam pendopo untuk mengambilkan minuman untuk Chan dan Gisella.
Sedangkan di sisi Gisella dan juga Chan yang ada di gazebo itu. Gisella tampak menatap ke sekeliling tempat itu, dia merasakan hawa ketenangan di sana sama seperti di mansion nya yang telah dia pagari. Bahkan di tempat paman Felix itu, hawanya lebih nyaman di bandingkan dengan mansion besar milik keluarga Gisella.
Padahal jika orang awam melihatnya pasti akan merasakan ketakutan, karena di lihat dari jauh pendopo milik paman Felix itu terlihat angker dan tertutup. Pintu pendopo milik paman Felix juga tidak pernah di buka secara lama. Hanya bi Inem saja yang keluar masuk di pendopo itu.
Paman Felix sendiri hampir tidak pernah keluar dari pendopo itu semenjak istrinya meninggal. Dari cerita bi Inem istri paman Felix meninggal karena di bunuh oleh seseorang yang di yakini adalah musuh dari paman Felix. Hal itu berhasil di selidiki oleh paman Felix lewat cara bertapanya. Saat paman Felix bertapa, dia mendapat penglihatan kalau istrinya telah di bunuh oleh sahabat karibnya sendiri. Hingga sampai sekarang paman Felix selalu bertapa untuk menambah ilmunya dengan tujuan menghapuskan ilmu hitam yang telah di anut oleh sahabat karibnya itu. Dia tidak terima karena ternyata istrinya telah di jadikan sebagai alat untuk penuntasan ilmu hitam miliknya.
Gisella dan Chan yang mendengar itu sempat tercengang. Mereka tak percaya di jaman sekarang masih ada orang yang menganut ilmu hitam seperti itu.
Bi Inem datang dengan membawa 2 gelas minuman dan beberapa cemilan buatan tangannya sendiri. Bi Inem merasa tidak enak karena menjamu tamu dari tuannya di gazebo pendopo. Namun mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi kebiasaannya di saat tuannya sedang melakukan tapa untuk berserah diri kepada sang pencipta hidup.
"Maaf ya nak, bibi cuma bisa menjamu ini! Karena bibi juga tidak berani langsung membawa kalian masuk kalau paman kalian tidak mengijinkan, apalagi paman kalian sedang bertapa , bibi sungguh tidak berani menganggu nya!" Kata bi Inem yang merasa tidak enak hati dengan Chan dan juga Gisella.
"Tidak apa-apa bi, justru kita yang sudah datang ke sini dan malah ngerepotin bibi!!" Ucap Chan yang mencoba membuat bi Inem tidak merasa seperti itu.
"Chan benar bi, maaf sudah merepotkan bibi!" Sanggah Gisella yang ikut tak enak melihat bi Inem yang canggung.
Namun tiba-tiba saja seperti ada angin yang berhembus kuat, namun tak terlihat pepohonan bergoyang. Bi Inem langsung masuk begitu saja ke dalam pendopo, Chan dan Gisella tentunya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Akan tetapi menurut apa yang di rasakan oleh Gisella, ini bukanlah hal yang membuat khawatir. Angin itu seperti sebuah pertanda saja, namun Gisella tak tahu pertanda apakah itu.
Lalu tak lama kemudian terlihat bi Inem keluar dari pendopo dan berjalan ke arah Gisella dan Chan yang sedang berada di gazebo. Wajah bi Inem tampak ceria seperti orang yang sedang mendapatkan sebuah lotre.
__ADS_1
"Bi, ada apa ? Kenapa dengan raut wajah bibi yang berubah seceria ini?!" Tanya Chan setelah bi Inem sampai di dekatnya.
"Nak, paman kalian mengijinkan kalian untuk masuk ke dalam! Kalian sudah di tunggu sama paman Felix nak!!" Kata bi Inem memberi tahu.
Lalu seketika wajah Gisella dan Chan yang mendengar itu langsung berubah bahagia. Dan kemudian mereka langsung beranjak dari duduknya dan berjalan perlahan menuju ke pendopo. Tentu saja Gisella yang sudah paling tidak sabar ingin bertemu dengan paman Felix.
Setelah mereka sudah masuk ke dalam pendopo. Gisella dan juga Chan langsung dipersilahkan duduk di sebuah ruang tamu lesehan dengan beralaskan tikar. Ada meja kecil di tengahnya, membuat kesan sederhana di pendopo itu. Bi Inem hanya diam menunggu kedatangan paman Felix yang belum muncul juga.
"Sayang, tempat ini cukup menarik, bahkan interiornya membuat mataku termanjakan, padahal tadi di luar biasa saja!" Jelas Gisella yang kagum dengan interior dalam pendopo itu. Chan sebagai suaminya menatap istrinya dengan tersenyum manis, padahal awalnya Chan sempat berpikir kalau Gisella tidak akan menyukai tempat seperti itu. Akan tetapi kini semuanya telah berbalik, apa yang di perkirakan oleh Chan ternyata salah. Gisella justru tampak kagum dengan tempat itu.
"Chan, apa yang membawa kamu kemari nak? Sudah lebih dari 20 tahun kamu tidak datang ke sini!!" Ucap seorang pria paruh baya yang berjalan dengan santainya menuju ke arah ruang tamu. Ya , pria paruh baya itu adalah Paman Felix yang masih tampak segar bugar tubuhnya.
"Paman Felix??!" Ucap Chan yang terkejut melihat pamannya yang sudah tua, namun masih tampak segar bugar badannya.
Chan lalu memeluknya dan diikuti oleh Gisella yang menyalami paman Felix. Saat Gisella menyalami paman Felix, entah kenapa saat bersalaman dengan paman Felix hati Gisella menjadi lebih tenang.
"Istrimu memiliki kemampuan yang besar Chan!" Kata paman Felix dengan menatap Chan dan tentu saja tanpa di beri tahu pun paman Felix tahu kalau Gisella adalah istri dari Chan.
Paman Felix lalu duduk di kursi kebesarannya, ya meskipun itu kursi biasa. Namun bagi paman Felix itu adalah kursi kebesarannya ketika ada tamu yang datang. Walau pun entah kapan tamu terakhir datang ke sana. Namun setidaknya sebelum istri dari paman Felix meninggal dia sudah banyak kedatangan tamu ,yang bertujuan untuk meminta tolong padanya. Di tempatnya, paman Felix memang di kenal sebagai seorang yang ahli dalam ilmu gaib, bukan ilmu gaib dengan aliran hitam. Melainkan paman Felix menggunakan kemampuannya untuk menolong orang yang memang benar-benar membutuhkan. Kadang juga ada yang menyebutnya paranormal dan juga sebagai seorang dokter non medis. Itu karena paman Felix juga bisa menyembuhkan penyakit yang datang dari alam gaib yang tak dapat kita lihat, seperti santet dan lain sebagainya.
"Ada perlu apa kalian datang ke sini? Apa kalian ingin mencari tahu tentang suatu tanaman penangkal iblis?!" Paman Felix bertanya juga menebak apa yang akan menjadi tujuan Chan dan Gisella. Saat setelah mendengar itu, sontak membuat Gisella dan Chan terkejut. Tentu saja, padahal mereka belum berbicara banyak dengan paman Felix, lalu bagaimana paman Felix bisa tahu mengenai tujuan mereka?
Gisella pun berkata, "Dari mana paman tahu? Ya benar dengan apa yang paman bilang! Kalau tujuan utama kita ke sini memang untuk mencari tahu mengenai penangkal itu paman, kita ingin tahu apakah benar adanya atau tidak di pulau jawa ini!" Tanya Gisella panjang lebar pada paman Felix.
Paman Felix yang tengah duduk bersila di kursi kebesarannya itu hanya tersenyum dan mengatakan, "Apa yang kamu temukan di buku itu memang benar adanya! Buku itu di tulis oleh salah seorang penganut ilmu putih sepertiku, tapi dia sudah meninggal karena usianya yang sudah tua!!" ucap Paman Felix, yang entah dia tahu dari mana mengenai buku itu juga yang di bawa oleh Gisella. Yang lebih tepatnya di temukan oleh Mark di perpustakaan yang ada di kampus.
"Bisa paman jelaskan mengenai penangkal itu?!" Tanya Gisella lagi, sedangkan Chan dan juga bi Inem memilih diam karena mereka sama sekali tidak tahu mengenai apa yang di bicarakan oleh keduanya.
Paman Felix pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah belakang pendopo nya. Namun ternyata dugaan Gisella dan Chan salah, mereka yang di suruh untuk mengikuti paman Felix itu pun tak sempat berpikir akan berjalan menuju ke belakang pendopo. Akan tetapi ternyata mereka hanya berjalan ke arah ruang tengah yang ternyata sudah di buat seperti taman pribadi di dalam pendopo. Ada beberapa tanaman di sana namun ada juga yang paling banyak di dalam taman kecil itu.
Gisella yang melihatnya mulai mengamati semua tanaman itu, dia ingin tahu apakah tujuan dari paman Felix mengajaknya dan juga Chan masuk ke ruang tengah. Sampai akhirnya tampak Gisella berpikir, dia ingat kalau paman Felix orangnya tidak pernah keluar dari pendopo sekalipun setelah kepergian istrinya. Mungkin itu bisa menjadi salah satu sebab paman Felix memilih berada di dalam pendopo. Karena ada banyak tanaman di taman kecil yang ada di dalam pendopo itu, mungkin membuat paman Felix betah berada di dalam pendopo.
__ADS_1
"Paman, kenapa bisa ada taman di sini?!" Tanya Chan penasaran dengan apa yang dia lihat itu.
Paman Felix pun mulai menjelaskan tentang adanya taman kecil di tengah-tengah atau lebih tepatnya di ruang tengah pendopo, "Ini adalah tanaman yang kalian cari!" Kata paman Felix membuat Gisella dan Chan sontak langsung menoleh ke arah paman Felix. Sedangkan bi Inem sudah tidak ada di antara mereka, karena paman Felix sengaja menyuruh bi Inem untuk tidak ikut mereka ke ruang tengah itu.
"Namanya pring kuning! Atau yang kalian tahu adalah bambu kuning!" Ucap paman Felix memberi tahu nama tumbuhan yang Gisella cari-cari.
Pring kuning atau bambu kuning, di percaya oleh mereka yang memiliki indra keenam ataupun paranormal sebagai penangkal iblis yang akan menganggu mereka para manusia. Orang di jaman kuno dulu, juga ada yang mengatakan kalau kehadiran tanaman bambu kuning itu bisa di gunakan untuk menjadi penangkal atau pagar gaib dari segala jenis makhluk tak kasat mata, pelet, santet atau ilmu hitam lainnya.
Dan tentu saja tujuan paman Felix menanamnya di dalam pendopo karena dia ingin menangkal semua jenis serangan dari makhluk tak kasat mata. Paman Felix menanamnya juga karena istrinya dulu pernah mendapatkan gangguan dari alam gaib. Maka dari itu paman Felix akan selalu melindungi dirinya menggunakan tanaman yang dia temukan di satu hutan yang tak banyak orang bisa keluar dari sana dengan hidup-hidup.
Paman Felix mengatakan, "Ada tiga penangkal yang bisa digunakan untuk menangkal iblis, yang pertama adalah air suci, yang kedua adalah bunga anggrek hitam dan yang terakhir adalah bambu kuning ini!! Dan bambu kuning ini adalah satu-satunya penangkal yang sangat ampuh diantara banyaknya penangkal yang lain, jadi tidak sembarangan bambu kuning ini berada, bahkan tak banyak orang mengetahui keberadaan bambu kuning seperti ini!! Karena orang yang ingin mengambilnya pasti tidak akan bisa kembali dengan selamat!!" Ucap paman Felix panjang lebar.
"Paman, apakah ada tanaman seperti ini lagi? Saya ingin memilikinya dan menaruhnya di mansion yang ada di kota!!" Kata Gisella dengan menanyakan tentang bambu kuning itu.
Paman Felix berbalik menatap ke arah Gisella, "Sudah aku katakan kalau tanaman ini tidak banyak di miliki oleh orang, karena memang cara untuk mendapatkannya yang tak mudah!! Sebenarnya mudah bagi orang yang memiliki niat baik!!" Lanjut paman Felix memberi tahu Chan dan Gisella.
Gisella yang awalnya ingin menanyakan kenapa paman Felix bisa mendapatkannya, sudah lebih dulu di beri tahu oleh paman Felix sebelum dia bertanya. Lalu Gisella menyimpulkan kalau paman Felix tak memiliki niat buruk terhadap siapapun, maka dari itu paman Felix bisa mendapatkan tanaman bambu kuning itu.
Gisella semakin penasaran dan juga semakin ingin segera memiliki tanaman itu, dia tiba-tiba saja merasa khawatir dengan anak-anaknya yang ada di mansion.
"Paman, beri tahu aku bagaimana caranya? Dan aku ingin paman membantuku untuk mendapatkan bambu kuning itu, mengingat aku sangat takut kalau sampai ada iblis yang kembali lagi di keluargaku nanti!!" Ucap Gisella yang tiba-tiba saja merasa khawatir dengan semua orang yang ada di mansion.
"Baiklah, aku lihat kamu benar-benar serius ingin mencarinya! Dan tolong jangan lakukan apapun yang bukan perintahku!! Aku tidak bisa membantu kalian untuk ikut dengan kalian mencarinya!!" Jelas paman Felix pada Chan dan Gisella.
Gisella yang mendengar itu sontak langsing mengernyit heran, "Lalu bagaimana kalau anda tidak ikut paman? Bahkan aku dan Chan pun tak tahu di mana letak bambu kuning itu berada!!" Kata Gisella yang mengira kalau dirinya tak akan bisa menemukan di mana letak bambu kuning itu tanpa adanya paman Felix yang mendampinginya.
...----------------...
Pov Author : Oh iya guys author mau kasih tahu kalau semua cerita ini hanya fiktif dan karangan author aja ya, nggak ada sangkut pautnya sama yang asli. Jadi semuanya cuma di buat semata-mata untuk menghibur para pembaca aja.
Author minta kalian bijak dalam membaca ya, jangan lupa untuk like, komen dan Vote karena kalian lah semangat author
__ADS_1