Kamar 126

Kamar 126
Istri Jong Chen


__ADS_3

Ponsel Gisella berdering dan ternyata kedua orang tua Gisella yang menelponnya. Gisella segera mengangkat teleponnya.


Kedua orang tua Gisella hanya menanyakan kabar anak gadis mereka yang sedang bersedih karena kehilangan sosok yang amat dia cintai yaitu Andrian. Gisella hanya bisa sabar saat kedua orang tuanya hanya memberi mereka ketabahan lewat via telepon, kedua orang tua Gisella sangat sibuk di luar negeri sehingga tidak bisa pulang saat Gisella sedang dalam kondisi seperti ini. Gisella juga menceritakan tentang Chan pada orang tuanya. Kedua orang tua Gisella juga merasa sangat kasihan kepada Chan atas kejadian yang menimpanya.


Setelah menelpon kedua orang tuanya, Gisella pun ditawari oleh Chan untuk membeli buah kelapa. Kebetulan Gisella juga menyukainya dan akhirnya Chan memutuskan untuk membeli buah kelapa, sedangkan Gisella menunggunya di tepi pantai.


Saat menunggu Chan di tepi pantai, Gisella melihat seorang pria yang sedang berdiri tepat di tepi pantai tak jauh dari tempat Gisella menunggu Chan, yang sedang membeli buah kelapa.


"Siapa itu? Kenapa dia berdiri di sana sendirian?" Tanya Gisella yang juga penasaran akan apa yang di lakukan oleh pria itu.


Pria itu hanya diam melamun, tatapannya menatap hamparan pantai yang ada di depannya, bahkan sampai angin yang menerpanya pun ,dia tidak berkedip.


Karena rasa penasaran Gisella yang semakin menjadi, akhirnya Gisella memutuskan untuk mendekati pria itu dan menanyainya.


"Permisi?!" Ucap Gisella yang membuat pria itu menoleh ke arahnya.


"Ada apa?" Jawab pria itu singkat.


"Kenapa kau berdiri sendirian di sini? Di mana teman kamu?!" Tanya Gisella, matanya sengaja menoleh ke kanan dan ke kiri sembari mencari keberadaan seseorang yang sedang di tunggu oleh pria itu.


"Aku sedang menunggu istriku!" Ujar pria itu yang setelahnya kembali menatap laut lepas.


"Istrimu?" Tanya Gisella.


Sesaat setelah Gisella menanyakan itu kepada pria itu, ada sosok hantu yang muncul di dekat pria itu dan berhasil membuat Gisella terkejut hingga membulatkan matanya.


"Oh iya, kenalkan aku Jong Chen, panggil saja Chen! Siapa dirimu?" Ucap pria itu mengawali perkenalan dan mengulurkan tangan tanda saling mengenal.


"Aku Gisella" jawab Gisella sembari menjabat tangan Chen.


"Kalau aku boleh tahu, di mana istrimu?" Tanya Gisella yang matanya masih tertuju pada hantu yang ada di dekat Chen.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tahu dia ada di mana,, tapi yang pasti aku akan memiliki banyak anak darinya!" Ujar Chen yang kembali menatap laut lagi.


Gisella semakin di buat bingung oleh Chen. Saat Gisella hendak pergi tiba-tiba saja, hantu itu meminta tolong padanya dan bahkan sampai mengubah wujudnya. Ternyata hantu itu adalah seorang wanita berparas cantik nan menawan, bahkan Gisella di buat kagum akan kecantikan yang dia miliki.


"Bantu aku!" Ujar hantu itu yang meminta bantuan kepada Gisella.


"Siapa kau?!" Tanya Gisella.


Gisella bahkan lupa kalau dia sedang berbicara dengan hantu, sehingga membuat Chen bingung, karena setahu Chen hanya ada mereka berdua di sana. Akan tetapi kenapa Gisella berbicara sendiri?,,, Hal itu membuat Chen bingung sekaligus heran kepada Gisella.


"Kamu bicara sama siapa?" Tanya Jong Chen pada Gisella karena bingung.


Namun seolah Gisella tidak melihat Chen, dan bagi Gisella dia hanya berbicara empat mata dengan hantu itu. Dan Gisella tidak menggubris pertanyaan yang di lontarkan oleh Jong Chen.


Hantu yang berbicara pada Gisella itu yang tak lain adalah istri Chen yang ternyata sudah meninggal, Hantu itu mengatakannya sendiri pada Gisella kalau dia adalah istri dari Jong Chen.


Karena ingin meminta tolong kepada Gisella, hantu itu langsung memberikan identitasnya saat masih hidup di dunia. Gisella yang saat itu hanya mendengarkan hantu itu berbicara ,akhirnya dia angkat suara setelah hantu itu memberi tahu namanya kepada Gisella.


"Rosela?!" Ujar Gisella singkat hingga mulut Jong Chen langsung membungkam tak bersuara.


"Da,,,,dari mana kau tahu nama itu?!" Tanya Jong Chen bingung kepada Gisella.


Gisella pun menoleh ke arah Jong Chen dan berkata,,,,"Apa Rosela itu nama istrimu?" Tanya Gisella.


"Iya, Rosela memang istriku! Bagaimana kau bisa mengenalnya?!" Tanya Jong Chen yang lebih bingung dari pada Gisella.


"Dia sekarang ada di belakang kamu?!" Ujar Gisella yang langsung membuat Jong Chen menoleh ke belakang untuk memastikan.


"Dia sudah tiada?!" Ujar Gisella lagi.


Jong Chen merasa kalau dirinya dipermainkan oleh Gisella karena di belakang dirinya tidak ada siapapun,,sehingga membuat Jong Chen marah.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan? Tidak ada siapa-siapa di sini! Apa kau gila? Dan satu lagi, istriku masih hidup!!" Ujar Jong Chen pada Gisella yang matanya masih terus memandang arwah istri dari Jong Chen yaitu Rosela.


"Tolong beri dia pengertian kalau aku sudah tiada,?!" Pinta hantu itu yang tak lain adalah Rosela, istri dari Jong Chen.


"Tapi bagaimana caranya?" tanya Gisella yang tidak tahu harus bagaimana.


Pertanyaan Gisella yang tak ada hentinya akan sosok istri dari Jong Chen itu membuat Jong Chen murka dan berkata,,,,,


"Sudah cukup omong kosongnya?! Kau sebaiknya pergilah!!!!! Ujar Jong Chen yang mengusir Gisella dari tempat itu.


"Hey, kenapa kamu kasar sekali pada wanita?!" Tanya Chan yang tiba-tiba muncul dan menengahi Gisella dan juga Jong Chen.


"Chan sudah nggak usah ribut?!" Ujar Gisella menenangkan Chan yang balik marah, karen Gisella di bentak.


"Bawa pacarmu pergi dari sini, dan suruh dia untuk menjaga bicaranya, dan jangan biarkan dia berbicara omong kosong!" Ujar Jong Chen yang setelahnya beranjak pergi dari tempat itu.


"Hey, kau sudah berbicara kasar pada seorang wanita, bahkan dia memberi tahu kamu dengan cara baik - baik?!" Ujar Chan akan tetapi Jong Chen terus melangkah dan tidak menggubris apa yang di katakan oleh Chan.


"Chan sudah, jangan do teruskan!" Ujar Gisella menenangkan Chan yang kesal pada Jong Chen.


"Ku mohon bantu aku, aku kasihan sama dia,,, dia selalu menganggap bahwa aku masih hidup!" Ujar hantu itu memohon pada Gisella.


Tanpa pikir panjang, Gisella langsung berlari menyusul Jong Chen,,,,,


"Loh, Gisella kamu mau ke mana?!" Tanya Chan pada Gisella yang masih terus berlari dan tidak menggubris apa yang di katakan oleh Chan. Dan akhirnya Chan memutuskan untuk mengikuti kemana Gisella pergi.


"Chen tunggu!!!" Ujar Gisella sembari berlari, dan akhirnya Jong Chen menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Gisella.


"Ku mohon dengarkan aku dulu?!" Ujar Gisella dengan nafas yang tak beraturan karena berlari.


"Apa lagi tang perlu aku dengarkan?!" Tanya Jong Chen pada Gisella.

__ADS_1


"Apa kau mau bicara omong kosong lagi?" Umpat Jong Chen pada Gisella.


__ADS_2