Kamar 126

Kamar 126
Jus mangga


__ADS_3

Gisella yang tadi pura-pura memejamkan matanya pun akhirnya mengintip dan melihat sekeliling kamarnya untuk memastikan kalau Chan memang sudah benar-benar keluar dari kamarnya.


Gisella pun bangun dari posisi tidurnya dan menghela nafas sembari berkata "Syukurlah Chan udah keluar, matilah aku! mana yang meluk aku lagi! Kenapa tadi malam aku bisa kayak gitu sih? Haish, bagaimana ini?!" Ujar Gisella sembari menggaruk-garuk kepalanya.


Gisella sempat bingung dengan keadaan saat itu, sampai tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar mandi dari dalam.


Ceklek,,,,,,


Keluarnya orang dari balik pintu kamar mandi itu, sontak membuat Gisella terkejut seketika hingga jantungnya seakan berhenti sejenak.


Ya ,siapa lagi kalau bukan Chan.


"Astaga? Chan?" Ucap Gisella yang melihat Chan keluar dari dalam kamar mandi milik Gisella.


"Sejak ka,,kapan kamu a,,da di sana?!" Ucap Gisella lagi dengan terbata-bata.


"Maaf ,Sel aku tadi langsung ke kamar mandi setelah bangun tidur ?!" Ujar Chan.


"Lagian kamu ngapain di kamar mandi aku? Kan kamu bisa di kamar mandi kamu sendiri!" Ujar Gisella.


"Aku udah nggak tahan tadi!" Ujar Chan.


"Haish, sudah-sudah! Sekarang kamu buruan ke kamar kamu sendiri! Aku mau mandi?!" Usir Gisella pada Chan sembari mendorongnya untuk keluar dari kamar Gisella.


Gisella langsung saja mengunci pintu kamarnya lalu berkata,,,,


"Astaga, kenapa Chan bisa ada di sana sih? Aku kira dia sudah keluar tadi! Matilah aku!! Gimana nanti kalau aku bicara sama dia, bisa malu banget nih?!" Ujar Gisella yang setelahnya menepuk jidatnya. "Gisella, kau begitu bodoh!! Bodoh !!! Bodoh!!!" Gerutu Gisella lagi.


Gisella tidak tahu kalau sedari tadi , Chan masih berada di balik pintu kamar Gisella, Chan merasa ingin tertawa saat mendengarkan gerutu Gisella dari luar kamarnya.


"Gisella, kamu sangat lucu saat sedang bingung?!" Ujar Chan di dalam batinnya sembari tersenyum.


Setelah itu Chan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri lalu membuatkan sarapan untuk Gisella.


Di dapur,,,,,


"Gisela kemana? Kok dari tadi nggak muncul-muncul dari kamarnya?" Tanya Chan sembari menata makanan yang sudah dia buat.


"Hay Chan?!" Sapa Gisella yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Tahan Gisella tahan, kamu jangan malu di depannya,, atau dia akan kepedean nanti!" Ujar Gisella di dalam hatinya.


Gisella pun berjalan ke arah dapur dan langsung bertanya pada Chan.


"Kamu mau jus apa?" Tanya Gisella.


"Jus mangga aja,?!" Jawab Chan yang masih sibuk dengan masaknya.

__ADS_1


"Kamu juga suka jus mangga? Kita sama dong?!" Ujar Gisella yang juga suka dengan jus mangga.


Setelah itu Gisella membuat 2 jus mangga , sedangkan Chan melanjutkan aktivitasnya untuk membuat sarapan.


Setelah selesai, mereka berdua pun akhirnya sarapan bersama. Chan hanya membuat 2 mie instan saja, karena Chan tau kalau Gisella itu suka pada aneka ragam mie.


"Chan , kok punyaku nggak pedas ya?" Tanya Gisella karena mie miliknya tidak terasa pedas.


"Mau coba punyaku?" Tanya Chan sembari menyuapi Gisella.


Hati Gisella serasa bergetar saat tangan Chan menyodorkan sendok kepada Gisella.


"Astaga, perasaan apa ini?" Ujar Gisella di dalam hatinya.


"Ayo buka lah mulutmu?!" Ujar Chan.


Gisella lalu memakan suapan dari Chan.


"Astaga, punya kamu pedas sekali Chan?!" Ujar Gisella yang kepedasan.


"Benarkah? Ini minumlah?!" Suruh Chan yang memberikan air putih pada Gisella.


Kini jarak antara mereka sangatlah dekat, sampai mereka tak sadar kalau mata mereka saling menatap satu sama lain.


Sampai Gisella tersadar,,,,


Gisella pun mengalihkan pembicaraan dengan cara mengajak Chan untuk ke mall. Gisella juga sekalian belanja bulanan dan juga membeli pakaian baru untuk Chan.


Setelah selesai bersiap mereka segera pergi ke mall. Dan sesampainya di sana ,Gisella mengambil begitu banyak pakaian pria untuk Chan.


"Astaga Gisella, ini sangat banyak!" Ujar Chan heran dengan Gisella yang mengambil banyak pakaian pria.


"Haish sudahlah ,biar kamu bisa gonta-ganti pakaian!" Ujar Gisella yang menaruh banyak pakaian di keranjang.


"Harusnya kan aku yang beliin kamu, bukannya malah kamu yang beliin aku pakaian sebanyak ini?!" Ujar Chan yang merasa bersalah.


"Apa kamu lupa, kalau kamu itu hilang ingatan? Jadi ya kita jalani saja oke?!" Jawab Gisella yang langsung membuat Chan melamun.


"Entah bagaimana sebenarnya ingatanku, kenapa justru aku takut kalau ingatanku kembali? Dan aku sangat nyaman sekali saat berada di dekat Gisella?!" Ujar Chan di dalam hatinya sambil melamun.


Gisella yang menyadari kalau Chan melamun sambil tersenyum ke arahnya pun memanggil Chan, namun Chan tidak menghiraukan panggilan dari Gisella lalu Gisella langsung bertanya,,,,


"Hey, ngapain kamu melamun? Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Gisella penasaran.


"Aku tidak melamun" ujar Chan mengelak.


"Hey, kau masih mau mengelak? Aku dari tadi manggil kamu tapi kamu nggak jawab sama sekali! Apa perlu aku tunjukkan cctv agar kamu percaya?!" Ujar Gisella.

__ADS_1


"Eh, itu tidak perlu?!" Ujar Chan gelagapan.


"Jadi katakan, apa yang sedang kamu pikirkan!" Ujar Gisella yang masih saja penasaran.


"Tidak ada" jawab Chan singkat.


"Haish, sudahlah!!" Ujar Gisella kesal.


Setelah itu Gisella mengajak Chan untuk membeli beberapa makanan dan juga keperluan dia begitu juga dengan Chan.


Begitu banyak cemilan yang Gisella beli dan sengaja menyuruh Chan untuk membawanya dengan tangan kosong.


"Astaga, Gisella ini banyak banget?!" Ujar Chan yang kerepotan membawa cemilan, dan setelahnya beranjak dari sisi Gisella.


"Hey kamu mau kemana?" Tanya Gisella saat Chan hendak menjauh.


"Aku mau ambil troli?!" Ujar Chan.


Gisella pun menggelengkan kepalanya dan berkata,,,,,


"Tidak, kamu nggak boleh bawa troli,, anggap aja ini hukuman buat kamu ,,,,, karena kamu tadi udah cuekin aku?!" Ujar Gisella.


"Haish , baiklah?!" Ujar Chan yang pasrah dengan Gisella.


Gisella pun memutuskan untuk pergi mengambil troli tanpa di ketahui oleh Chan. Beberapa saat kemudian Gisella datang dengan membawa troli bersamanya.


"Troli? Ini buat apa?!" Tanya Chan bingung.


Belum sempat Gisella menjawab, Chan hendak menaruh belanjaan Gisella ke dalam troli.


"Eh kamu mau ngapain?" Tanya Gisella.


"Ya mau menaruh cemilan ini lah, emangnya kamu bawa ini troli buat siapa?!" Tanya Chan.


"Haish, ini bukan buat kamu, masih banyak barang yang harus aku beli dan letakkan di sini?!" Ujar Gisella yang ternyata hanya membohongi Chan saja.


"Haish , ya sudah?!" Ujar Chan sembari memanyunkan bibirnya.


"Asik juga nih ngerjain si Chan?!" Ujar Gisella di dalam hatinya.


Gisella pun menyuruh Chan untuk menaruh beberapa cemilan yang dia bawa ke dalam troli, dengan di bantu oleh Gisella juga.


"Tadi katanya nggak boleh?!" Ujar Chan yang masih bingung.


"Sudah, aku cuma bercanda aja kok tadi?!" Ujar Gisella dengan senyuman di wajahnya.


"Haish, akhirnya!" Ujar Chan lega.

__ADS_1


__ADS_2