
"Kalau kayak gini, gue nggak bisa bertemu sama Mark, buat tanyain soal vila ini!" Batin Dila.
Sampai menjelang waktu siang, Gisella berpamitan pada anak-anaknya untuk kembali ke mansion mengurus adik-adik mereka.
"Anak-anak, mama pulang dulu ya, kalian harus saling menjaga satu sama lain oke!" Ucap Gisella yang kini mereka semua tengah berada di terasa Vila untuk berpamitan.
"Iya ma!" Jawab mereka semua semua kompak.
"Dila, kamu jaga saudara kembar kamu baik-baik ya!" Ucap Chan sambil mengelur rambut Dira.
Saat Chan berkata seperti itu, entah kenapa tiba-tiba jantung Gisella berdetak sangat kencang. Lalu Gisella menoleh ke arah Chan.
"Iya, pa! Papa tenang aja" jawab Dila.
"Kenapa perasaan aku tiba-tiba nggak enak gini ya, setelah Chan bilang kayak gitu!" Batin Gisella sambil masih menoleh ke arah Chan.
Setelah berpamitan, mereka berempat pulang ke mansion. Dan meninggalkan anak-anak mereka di vila yang masih harus melanjutkan membuat makalah mereka. Saat di perjalanan Gisella masih saja kepikiran dengan apa yang diucapkan Chan tadi. Entah apa yang tiba-tiba saja membuat Gisella tidak tenang. Bahkan sesampainya di mansion, Gisella langsung masuk ke dalam kamar begitu saja, diikuti dengan Chan yang juga menatap heran padatingkah istrinya setelah pulang dari vila.
"Gisella ada apa? Kenapa kau terlihat sangat cemas? Apa ada masalah?!" Tanya Chan yang heran melihat tingkah Gisella.
"Chan, aku merasa memiliki pikiran buruk tentang ucapan kamu tadi!" Ujar Gisella memberi tahu.
"Ucapan? Ucapan yang mana?" Chan mengerutkan keningnya karena merasa tidak tahu.
"Saat kamu bilang kalau Dila harus menjaga saudara kembarnya, aku merasakan adanya firasat buruk Chan!" Gisella memberi tahu Chan tentang kegelisahan yang dia rasakan.
"Sudahlah Gisella, mungkin itu cuma perasaan kamu saja!" Ucap Chan menenangkan istrinya.
"Semoga saja begitu!" Jawab Gisella sambil memeluk suaminya, dan di balas pelukan oleh Chan.
"Sekarang kamu tenangkan pikiran kamu dulu! Aku akan bersiap untuk berangkat ke luar negeri!" Chan melepas pelukannya dan bersiap untuk berangkat ke luar negeri.
Setelah itu mereka berkumpul di ruang tamu. Tinggal Chan dan Gisella yang belum ada di ruang tamu saat itu.
"Chan! Meeting kita di tunda ,kata kliennya minta besok!" Ucap Nathan yang melihat Chan bersama dengan Gisella menuruni tangga.
__ADS_1
"Haish, tau gitu tadi nggak buru-buru pulang pas nengok anak-anak di vila!" Kesal Byun saat mengetahuinya.
"Ya gue aja juga baru dapat kabar sekarang!" Kata Nathan sembari meletakkan ponselnya di meja.
"Lagian siapa sih tuh klien, main minta batalin gitu aja!!" Kata Leon yang tak kalah kesalnya.
"Iya nih mending batalin aja sekalian, toh perusahaan kita juga udah banyak!" Ucap Alex menambahi.
"Ish, duit boleh banyak, tapi pekerjaan jangan sampai keteteran!!" Nathan mencoba mengelak dari apa yang sudah terjadi.
"Ini bukan keteteran! Lagian cuma satu klien doang kok!" Ucap Leon.
"Iya nih, gue sampai pusing karena saking banyaknya perusahaan milik kita!" Kata Alex sambil memijat pelipisnya.
"Justru itu ,kita harus bisa kuasai semuanya! Kan kalian tahu sendiri kalau tinggal beberapa perusahaan yang harus kita tahklukkan!" Ucap Nathan dengan ambisinya untuk menakhlukkan seluruh perusahaan yang ada di dunia.
"Rakus juga ya, sampai seluruh dunia mau di takhlukkan sendirian!" Ucap Lisa sambil terkekeh.
"Iya nih, gimana cara ngabisin duitnya coba? Bahkan sampai dunia terbalik pun kekayaan kita nggak akan pernah ada habisnya!" Ucap Jeni menambahi.
"Tapi nih ya, kalau di pikir-pikir!kita kan juga cuma diem aja di rumah, terus duit tuh seakan datang sendiri ke kita!" Byun mengatakan kebenarannya.
"Haish, pusing gue!" Ucap Chan sambil duduk di sofa.
"Pusing kenapa?" Tanya Byun.
"Pusing gimana caranya ngabisin duit!" Ucap Chan.
"Ya itu terserah lo sih, yang penting jangan kayak Nathan tuh!" Ucap Byun sambil menatap ke arah Nathan.
"Memangnya kenapa?" Tanya Alex yang tak tahu.
"Wah, lo nggak tahu! Nathan aja sampai bakar tuh duit gara-gara bingungnya!" Kata Byun sambil menghela nafasnya.
Di sisi lain, tepatnya di Vila desa Loka. Dila tampak bersiap ingin pergi ke rumah Mark.
__ADS_1
Dengan memakai celana pendek selutut dan juga kaos dengan lengan yang tak begitu panjang. Dila berjalan melewati saudara-saudaranya yang tengah menonton tv di ruang tengah.
"Gue mau ke luar bentar!" Ucap Dila yang membuat mereka menoleh ke arah Dila yang terlihat sudah rapi sehabis mandi.
"Lo mau ke mana?" Tanya Victor.
"Nggak mau di temenin?" Tanya Bryan dengan wajah imutnya.
"Idih, nggak usah deh! Lagian gue juga udah tahu jalanan sini kok!" Ucap Dila memberi tahu.
"Tapi tetap aja harus ada yang nemenin!" Kata Victor yang sebenarnya tidak mengijinkan Dila untuk pergi ke luar sendiri.
"Udah gue nggak mau! Gue maunya sendiri!! Bye bye!!" Ucap Dila yang berlalu pergi sambil melambaikan tangannya.
Mereka menatao punggung Dila yang perlahan menghilang dari pandangan matanya.
"Kok kayak ada yang aneh sih sama Dila!" Kata Alisya yang merasa heran akan sikap Dila.
"Bryan, mending lo diam-diam ikuti Dila! Gue takut terjadi apa-apa sama dia!" Kata Axel yang menyuruh Bryan untuk diam-diam mengikuti Dila.
"Oke, kalau gitu gue ikuti dia!" Ucap Bryan yang setelahnya langsung bergegas untuk menyusul Dila yang sudah pergi menjauh.
"Eh, btw di belakang ada kolam renang kan?!" Tanya Victor yang tiba-tiba ingin berenang. Alisya juga ingin ikut berenang juga bersama dengan Victor. Sedangkan Dira memilih untuk melihat mereka berdua yang hendak berenang. Axel ternyata diam-diam juga ingin berenang dan langsung menceburkan dirinya ke kolam renang.
Di sisi lain, saat Bryan mengikuti langkah Dila dengan diam-diam. Mereka tengah asik berenang dan menghabiskan waktu di belakang Vila, yang memang terdapat satu kolam renang yang tampak mewah. Dira yang membawakan jus meletakkannya di tepi kolam renang. Dan mereka yang tengah asik berenang langsung menghampiri Dira untuk meminum jus yang di bawakan Dira.
"Oh iya, gue mau ngomong sama kalian!" Ucap Dira saat duduk di tepi kolam renang dan para saudaranya berhenti berenang untuk minum di dekat Dira.
"Mau ngomong apa, Dir?" Tanya Alisya sambil meneguk jus yang di buatkan Dira.
"Tapi gue mohon sama kalian , tolong jangan potong omongan gue nanti! Sebenarnya gue pengen cerita udah dari kemarin-kemarin!! Tapi gue takut kalau nanti kalian nggak percaya sama gue!" Kata Dira sambil menghela nafasnya.
"Haish, Dir nggak usah aneh-aneh!" Kata Victor sambil meletakkan jus kembali ke nampan.
"Gue nggak aneh-aneh kok, gue serius! Kayaknya memang ada yang aneh dengan Vila ini!" Ucap Dira yang mulai memberi tahu.
__ADS_1
"Dira, mulai deh!" Kata Axel.