
"Eh, iya gue sampai lupa! Sayang, ayo kita masuk dan ganti baju, aku nggak mau kalau sampai kamu sama calon anak kita sampai kenapa-kenapa!" Ucap Chan sembari menggendong Gisella.
Setelah itu Chan pun mengajak Gisella untuk ke kamar mengganti pakaian mereka, karena Chan takut kalau sampai nantinya terjadi sesuatu pada Gisella dan calon anak mereka yang ada dalam kandungan Gisella.
Singkat cerita, setelah mereka berdua mengganti pakaian mereka.
"Sayang, katakan padaku! Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu sampai bela-belain masuk ke dalam air?" Tanya Chan penasaran sekaligus khawatir pada Gisella.
"Aku tadi awalnya cuma mau menolong anak kecil yang ada di sana, Chan!" Ucap Gisella memberi tahu Chan akan niatnya tadi.
"Tapi bukankah seharusnya kamu tahu, kalau di mansion kita ini tidak ada anak kecil, Gisella! Lalu bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu?!" Ucap Chan dengan sedikit kesal pada Gisella.
"Entahlah, Chan! Aku sendiri bingung dengan itu! Kenapa tadi aku juga nggak kepikiran sampai sana?! Bahkan aku bisa lupa kalau di mansion ini memang tidak ada anak kecil!" Ucap Gisella yang heran sendiri dengan apa yang dia lakukan, Chan hanya menghela nafasnya mendengar ucapan Gisella.
"Sayang, tapi aneh nggak sih!" Ucap Gisella lagi.
"Aneh kenapa?" Tanya Chan yang masih sedikit kesal namun ,dirinya tidak menunjukkannya pada Gisella.
"Aku bahkan sudah memagari mansion ini! Lalu kalau memang anak kecil itu memang benar makhluk tak kasat mata, bukankah seharusnya dia tidak bisa masuk ke area mansion ini?" Tanya Gisella pada Chan.
"Aku juga tidak tahu!" Jawab Chan yang setelahnya mengambil nafas.
"Chan!" Panggil Gisella lagi.
"Iya?"
"Apa kay tahu sesuatu?" Tanya Gisella.
"Aku?" Tanya Chan balik.
"Aku rasa kamu tahu sesuatu tentang ini!" Ucap Gisella yang merasa kalau Chan mengetahui sesuatu tentang anak kecil itu.
Chan yang mendengar ucapan Gisella langsung menoleh ke arah Gisella dan menatapnya.
"Katakan padaku yang sebenarnya, sayang!" Pinta Gisella yang menyuruh Chan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Gisella.
Chan menghela nafasnya lalu berkata,,,,
"Sebenarnya aku sudah beberapa kali melihat anak kecil itu di sana, tapi aku hanya melihatnya ketika dia melambaikan tangannya padaku saja! Lalu kemudian anak kecil itu langsung menghilang begitu saja!" Ucap Chan lalu menatap keluar jendela , "Aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan, tapi aku tahu kalau dia datang untuk meminta tolong kepada kita! Tapi karen kondisi kamu yang sedang hamil, aku memilih untuk mengurungkan niatku untuk membantu anak kecil itu!" Ucap Chan menjelaskan lagi.
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu sudah sering melihat dia?" Tanya Gisella pada Chan.
"Iya, dan bahkan jauh sebelum kita pergi ke Jepang!" Jelas Chan yang ternyata menutupi itu dari sebelum pergi ke Jepang.
"Tapi sebelum kita pergi ke Jepang! Saat itu aku belum hamil kan? Terus kenapa kamu nggak bilang sama aku?" Tanya Gisella pada Chan.
"Itu karena aku berpikir kalau kita kembali ke sini, anak kecil itu akan pergi dengan sendirinya! Dan juga, di sisi lain kita ke sana juga sedang berlibur, bahkan kita juga banyak mendapat masalah di sana! Lalu bagaimana bisa kau menceritakannya dan menambah beban kamu sayang?" Ucap Chan yang peduli pada kondisi Gisella.
"Chan, maaf karena aku nggak bisa ngertiin kamu! Aku nggak tahu, Chan!" Ucap Gisella yang menyesal karena tidak bisa mengerti Chan.
"Sudah sayang, nggak apa-apa!Yang penting sekarang, kamu udah baik-baik saja!" Ucap Chan sembari mengelus lembut rambut Gisella.
Mereka berdua pun saling melempar senyuman penuh kebahagiaan.
"Oh iya sayang!" Ucap Chan yang tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Ada apa sayang?" Tanya Gisella bingung.
"Tunggu sebentar!" Ujar Chan yang kemudian langsung berlari ke luar kamar.
Beberapa menit kemudian, Chan kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa sate kelinci , yang dia beli tadi untuk Gisella.
"Ini tadi aku ngambil sate pesanan kamu, tadi ketinggalan di mobil! Habisnya tadi aku langsung buru-buru ke kolam renang!" Ucap Chan memberi tahu Gisella.
"Oh, Sate kelinci?" Tanya Gisella sambil melihat sate di tangan Chan.
"Iya sayang, ini buat kamu!" Ucap Chan sambil menyodorkan sate kelinci pada Gisella.
"Eh, aku nggak mau!" Kata Gisella yang menolak sate kelinci itu.
"Lah? Terus yang mau makan ini siapa?" Tanya Chan bingung.
"Aku maunya kamu yang makan!" Kata Gisella yang ingin melihat Chan makan sate kelinci.
"Astaga, Gisella sayang! Kamu tahu nggak! Aku dapetin sate ini sampai rela menunggu tuh abang tukang sate yang baru aja istirahat! Bahkan asal kamu tahu nih ya, kelincinya tuh juga baru aja motongnya , jadi masih fresh!" Ucap Chan menceritakan kronologi saat dia mencari sate kelinci untuk Gisella.
Gisella memanyunkan bibirnya lalu berkata,,,
"Tapi aku maunya kamu yang makan!" Kata Gisella dengan manja sembari tersenyum ke arah Chan.
__ADS_1
"Haish, baiklah-baiklah aku akan memakannya, tapi besok saja ya!" Ucap Chan yang menyarankan kalau makan esok hari.
"Loh, nanti nggak enak dong satenya! Aku maunya kamu makan sekarang di depan aku!" Pinta Gisella yang sudah membuat Chan tak mampu menolak permintaannya lagi.
"Iya-iya" kata Chan sembari menghela nafasnya.
"Ya sudah kamu tunggu di sini! Aku akan mengambil piring dulu di dapur! Dan minuman juga!" Kata Chan lalu kemudian dirinya langsung menuju ke dapur.
Chan pun pergi ke dapur untuk mengambil piring dan juga segelas air putih untuk dirinya nanti.
Setelah itu Chan segera kembali ke kamarnya, namun betapa terkejutnya Chan saat melihat suatu hal yang terduga.
"Astaga, Gisella?" Ucap Chan yang tak menyangka pada Gisella.
Chan di buat terkejut oleh Gisella yang sudah terlelap di ranjang milik mereka.
"Haish, kalau begitu aku akan makan di luar saja!" Kata Chan sembari mengambil sate tadi dan membawanya ke luar.
Tidak lupa, Chan memberikan sebuah kecupan hangat pada kening Gisella dan langsung menyelimutinya.
Chan pun melanjutkan makannya di meja makan dengan membawa sate kelinci tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Nathan dan Nadia
"Sayang, aku sudah lelah!" Ucap Nadia yang sudah kelelahan karena melakukan hubungan *** bersama dengan suaminya.
"Baiklah, kalau begitu kita sudahi saja oke! Aku nggak mau kalau sampai kamu kecapekan!" Kata Nathan yang tidak mau melihat istrinya kecapekan.
"Ish, yang buat capek kan juga kamu sendiri sayang!" Kata Nadia dengan mata malasnya.
"Hehe yang penting kan nggak orang lain sayang!" Kata Nathan sambil terkekeh.
"Ya sudah kalau begitu aku akan tidur!" Kata Nadia yang sudah mulai pada posisi tidurnya.
"Kalau gitu aku mau ke bawah dulu!"
"Mau ngapain?" Tanya Nadia.
__ADS_1
"Mau ngambil cola!" Ucap Nathan.