Kamar 126

Kamar 126
Tidak suka susu


__ADS_3

"Apa kau mengenal anakku?!" Tanya Lisa dengan segera hingga memotong ucapan Gisella.


"Anak? Apa dia anakmu?" Tanya Gisella yang tak menyangka kalau wanita secantik Lisa dan kelihatan sangat muda di bandingkan dengan Gisella , kini sudah memiliki anak sebesar itu.


Lisa lalu mengangguk dan sedih mengingat anaknya yang kini sudah tiada. Lalu Lisa menceritakan bagaimana kronologi anaknya bisa meninggal di tempat seperti itu.


"Anakku meninggal karena di tabrak oleh mobil , mungkin ini karena diriku yang sudah lalai dalam menjaga dia,, aku menyesal?!" Ujar Lisa yang terlihat sangat sedih karena anaknya sudah tiada.


"Aku melihat anak itu berlarian di sekitar sini?!" Ujar Gisella memberi tahu Lisa.


Lisa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Gisella. Lalu Gisella menjelaskan kepada Lisa kalau dirinya bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Lisa langsung percaya begitu saja kepada Gisella ,dan dia meminta tolong untuk di pertemukan dengan anaknya.


Karena Gisella belum bisa untuk melakukan hal seperti itu, akhirnya Gisella bilang kepada Lisa untuk menunggunya besok malam di tempat yang sama. Gisella ingin mempelajari hal seperti itu dari buku miliknya yang dia letakkan di ruang rahasia.


Setelah itu mereka kembali ke mansion dan begitu juga dengan Lisa ,yang ternyata rumahnya ada di balik tembok besar yang berada di tepi jalan itu.


Sesampainya mereka di mansion milik Gisella, mereka masuk ke dalam mansion, dan Gisella langsung merebahkan tubuhnya di sofa miliknya. Sedangkan Chan masih berdiri dan bertanya kepada Gisella,,,,,,


"Gisella, apa kau akan membantu wanita tadi?" Tanya Chan memastikan pada Gisella.


Gisella menghela nafasnya dan berkata,,,,,"Ku rasa begitu, lagi pula aku kasihan padanya, meskipun sulit untuk mempertemukan mereka, aku akan mencobanya dan berusaha sebisanya,, kau tidurlah?!" Ujar Gisella yang meminta Chan untuk segera tidur.


"Lalu bagaimana denganmu? Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Chan lagi.


"Apa lagi? Aku akan mencari tahu bagaimana caranya nanti untuk mempertemukan mereka!" Ujar Gisella memberi tahu Chan tentang apa yang akan dia lakukan nanti.


"Apa aku bisa membantumu?!" Tanya Chan yang menawarkan diri untuk membantu Gisella.


"Itu tidak perlu Chan , aku akan melakukannya sendiri,,, kau istirahat saja?!" Ujar Gisella yang menyuruh Chan untuk istirahat di kamarnya.


Chan hanya menghela nafasnya sembari menjawab "Baiklah." Lalu setelahnya Chan masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kecewa.


Setelah itu, Gisella masuk ke dalam kamarnya dan menuju ruang rahasia miliknya untuk mencari informasi tentang hal tak kasat mata yang belum Gisella ketahui. Lebih tepatnya untuk membantu wanita tadi bertemu dengan anaknya.


"Di mana buku itu aku simpan?" Bertanya pada dirinya sendiri dan mencoba mengingat di mana dia menyimpan buku rahasia miliknya.

__ADS_1


Setelah Gisella berusaha mengingatnya, akhirnya Gisella ingat kalau dia mendapatkan buku itu sewaktu dia berusia 8 tahun dan dia menyimpannya di dalam kotak yang ada di bawah meja di ruangan itu.


Gisella lalu mengambilnya dan membacanya.


"Jadi aku hanya bisa membuka indra keenamnya saja,,bahkan hanya bisa setengahnya saja?!" Ujar Gisella sedikit bingung.


Setelah mengetahui caranya, Gisella meletakkan kembali buku itu di tempatnya semula, lalu langsung menuju ke kamarnya dan tidur.


Keesokan harinya,,,,,,


Chan mencari keberadaan Gisella, dan mendapati Gisella sedang memasak di dapur.


"Kau memasak?" Ujar Chan yang sedikit tidak percaya.


"Kenapa? Apa salahnya? Lagi pula ini hanya nasi goreng biasa.


"Baiklah kalau begitu aku yang akan membuat susu?!" Ujar Chan sembari mengambil gelas.


"Aku nggak minum susu Chan,?!" Ujar Gisella memberi tahu Chan.


"Setelah umurku 17 tahun ,aku tidak menyukai susu,, bahkan mencium aromanya saja aku pasti mual?!" Ujar Gisella memberi tahu Chan lagi.


"Wah wah, baru kali ini aku bertemu dengan orang yang tidak menyukai susu!" Ucap Chan yang heran terhadap Gisella.


"Lagi pula bagaimana nanti kalau kamu punya anak? Dia akan kau kasih apa kalau nggak susu? Lagi pula bukankah kau memilikinya?" Ujar Chan tanpa dosa.


Pletakkk,,,,,,


Suara jitakan mendarat pada kepala Chan, Chan meringis kesakitan karena di jitak oleh Gisella.


"Hey, kenapa kau bicarakan itu? Lagi pula aku tidak berpikir sampai situ!!" Ujar Gisella yang kesal lalu melanjutkan aktivitasnya untuk memasak nasi goreng. Sedangkan Chan duduk di kursi meja makan menunggu Gisella menyelesaikan masakannya.


"Loh Chan, kamu nggak jadi bikin susu?!" Tanya Gisella sembari membolak balikkan nasi yang sedang dia goreng.


"Nggak , lagi pula nanti kalau kamu mual-mual gimana?!" Ujar Chan yang sedikit khawatir.

__ADS_1


"Haish, nggak gitu juga kali ,Chan?!" Ujar Gisella dengan menepuk jidatnya sendiri karena merasa bingung pada tingkah Chan.


"Nggak apa-apa kali ,Sel! Lagi pula aku juga nggak begitu suka dengan susu?!" Ujar Chan memberi tahu Gisella.


"Benarkah?" Ujar Gisella yang tak percaya pada Chan.


"Mungkin?!" Jawab Chan yang tak yakin dengan jawabannya sendiri.


"Haish😒😒?!" Ucap Gisella sembari memutar bola malasnya.


Chan kemudian bertanya kepada Gisella tentang hari yang akan dia lalui, yaitu tentang pertemuan yang akan dia lakukan bersama dengan wanita semalam, yang bernama Lisa.


Chan sebenarnya bingung pada Gisella ,juga tidak yakin dengan Gisella.


"Kamu yakin mau mempertemukan mereka? Kamu sendiri aja nggak tau di mana anaknya?!" Tanya Chan bingung.


Gisella menghela nafasnya lalu berkata,,,"Apa kamu tahu kenapa tadi malam kita lari-larian? Aku mengejar anak Lisa!! Aku yakin anak itu adalah anak yang ada di foto yang semalam kita temui di dekat Lisa?!" Ujar Gisella yang yakin dengan ucapannya.


"Kalau begitu terserah kamu saja, Sel!" Ujar Chan pasrah.


"Kalau seandainya setengah indra keenam kamu sudah terbuka, aku yakin kamu pasti bisa melihat mereka yang tak kasat mata dan tak bisa dilihat dengan mata telanjang?!" Ujar Gisella di dalam batinnya.


Setelah selesai dengan sarapan mereka, Gisella mengajak Chan untuk menyelidiki kamar nomor 126. Gisella sangat penasaran, begitu juga dengan Chan,, namun Chan masih sedikit ragu untuk menyelidikinya,,,Chan takut kalau ingatannya kembali,,, dan dia akan jauh dari Gisella.


"Hari ini kita akan ke hotel ,tepatnya di kamar nomor 126 itu?!" Ujar Gisella memberi tahu Chan.


"Hari ini?" Jawab Chan yang di angguki oleh Gisella .Setelahnya Chan bilang ingin bersiap dan meninggalkan Gisella begitu saja di meja makan.


"Ada apa dengannya?" Kata Gisella di dalam batinnya.


Setelah itu Gisella membersihkan dapur dan langsung menuju kamarnya untuk bersiap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai bersiap, mereka menuju hotel yang akan mereka datangi. Mereka langsung menuju ke resepsionis untuk menanyakan siapa yang menempati kamar nomor 126 itu.

__ADS_1


Resepsionis itu mengatakan kalau sudah lebih dari seminggu, kamar itu tidak ada yang menempati. Dan pihak hotel mengambil alihnya karena tidak ada yang membayar biaya sewanya. Setelah itu Gisella memutuskan untuk mengambil alih kamar itu dan menempatinya.


__ADS_2