
Sampai akhirnya mereka pun memilih untuk mengikuti sosok itu secara perlahan.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, mereka baru tahu kalau sebenarnya ada pintu rahasia di mansion ini, yang membuat sosok itu bisa berlari tanpa ketahuan oleh siapapun yang ada di mansion itu.
Setiap kamar bahkan ada pintu rahasia dengan satu ujung yang sama, namun mereka tidak tahu ada apa di balik ujung pintu rahasia itu.
Di balik pintu rahasia itu terdapat sebuah lorong yang begitu panjang dan gelap. Mereka memutuskan untuk mengikuti sosok itu sampai akhirnya tiba di sebuah tempat, yang mereka sendiri tidak tahu tempat apa itu dan di mana letaknya.
"Dia mau bawa Gisella kemana?" Tanya Jenie yang penasaran karena Gisella di gendong dan di bawa kabur melalui pintu rahasia itu.
"Aku sendiri juga nggak tahu sayang!" Ujar Kim Kai yang juga tidak tahu mengenai pintu rahasia itu begitu juga dengan ujungnya.
Mereka mengikuti sosok itu yang berjalan melalui lorong yang begitu gelap, seakan dia melesat dan menghilang begitu saja di lorong itu. Mereka juga berusaha mencari ujung dari lorong itu hanya dengan berbekal senter saja dan dengan Chan yang memimpin perjalanan mereka.
Sampai akhirnya mereka sampai pada ujung lorong tersebut dan benar saja ada pintu lagi yang harus mereka lewati untuk masuk ke tempat itu. Ada celah kecil untuk mereka mengintip ke dalam tempat itu. Terlihat tempat itu tidak begitu besar dan terlihat sangat sederhana.
Mereka juga melihat adanya Nadia dan juga Lisa yang ternyata ada di sana dan di sekap oleh sosok itu yang diyakini sebagai seorang manusia.
"Kita jangan gegabah, kita harus bisa bersabar dulu! Baru nanti kita akan sama-sama menangkap basah pelakunya!" Saran Leon dengan nada suara lirih supaya tidak ketahuan oleh sosok itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Gisella!!" Ucap Jiso dan Lisa bersamaan ketika melihat Gisella diletakkan di dekat mereka dengan kondisi masih pingsan, akibat obat bius tadi.
"Gisella bangunlah!" Ucap Nadia yang berusaha membangunkan Gisella dari pingsannya.
"Gisella ayo bangun?!" Ucap Lisa juga.
Nathan dan juga Alex cukup terkejut mendengar suara istri mereka yang masih dalam kondisi baik-baik saja.
Nadia dan juga Lisa sendiri tidak tahu siapa sebenarnya yabg membawanya dan menyekap mereka di tempat itu.
Beberapa saat kemudian Gisella sudah mulai siuman dari pingsannya tadi.
"Rupanya kau sudah bangun!" Ucap sosok dari balik topeng itu.
"Siapa kau? Dan di mana aku? Lepaskan aku!!!!!" Ucap Gisella setelah sadar dari pingsannya, dan menyadari kalau tangannya terikat.
"Kenapa harus terburu-buru? Bahkan teman-temanmu juga ada di sini!" Ucap sosok itu.
__ADS_1
Gisella langsung melihat Jiso dan juga Lisa yang sama ditahan seperti dia di tempat itu.
"Nadia? Lisa? Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Gisella pada mereka berdua. Dan di jawab anggukan oleh mereka dengan mata sendu yang terlihat jelas.
Sosok yang memakai topeng itu pun mengambil ikat pinggang yang dia pakai, lalu kemudian dia mencambuk Gisella dengan ikat pinggang itu.
"Akh!" Rintih Gisella yang merasakan sakit pada bagian punggungnya.
Hal yang sama sebelumnya juga terjadi pada Lisa dan juga Nadia, yang terlebih dulu berada di tempat itu. Bahkan kini tubuh mereka penuh dengan luka lebam.
Kejadian itu membuat Chan, Nathan dan juga Alex marah. Mereka tidak terima melihat istri mereka di sakiti seperti itu.
Tanpa aba-aba mereka langsung keluar dari tempat mereka bersembunyi dan segera menangkap basah sosok bertopeng itu.
Tanpa membuka topengnya, mereka langsung menghajar habis-habisan sosok itu.
"Bagaimana bisa kalian sampai sini?" Ucap sosok itu di balik topengnya dan hendak melarikan diri.
Namun Leon menodongkan pisau di tangan kirinya dan pistol di tangan kanannya pada sosok itu.
"Lepaskan topeng mu!! Atau kau memilih untuk dihabisi oleh seluruh mafioso milikku!!" Pinta Leon mengancam sosok itu.
"Tidak akan pernah!!" Jawab sosok itu menolak untuk melepaskan topengnya.
Leon langsung menembak bahu sosok itu karena menerima penolakan.
"Akh!!!" Rintih sosok bertopeng itu sembari memegang bahunya.
Di sisi lain, Chan, Nathan dan Alex melepaskan istri-istri mereka yang terikat itu.
Karena Jeni sudah geram pada sosok itu, dirinya langsung mendekat dan membuka topeng yang di pakai oleh sosok itu.
Dan betapa terkejutnya mereka melihat siapa yang ada di balik topeng itu.
"Tao?" Ucap Gisella tak percaya melihat Tao yang sengaja menyandera semua temannya termasuk dirinya.
"Cih, ada apa? Kenapa begitu terkejut?? Sttttttt!!" Ucapnya sembari menahan rasa sakit pada bahunya, akibat tembakan yang diluncurkan pada bahunya.
"Jadi kamu?" Ucap Lisa.
__ADS_1
"Iya!! Dan kalian semua akan mati di tanganku!!!" Ucapnya lagi dengan bangga.
"Sadarlah dengan apa yang sudah kamu lakukan!!!" Ujar Jenie pada Tao yang terlihat tidak seperti biasanya.
"Aku lebih baik mati, daripada menceritakan ini pada kalian!! Tapi sebelum itu!,,,," Ucapnya lagi yang berhenti dan membuat penasaran akan apa yang akan dia lakukan.
Jlebbb,,,,,,
"Akhhh!" Teriak Jeni.
Semua mata terkejut melihat Tao yang menusuk Jenie dengan tiba-tiba.
Leon, suami dari Jeni terlihat sangat murka dan dirinya tidak terima kalau istrinya di tusuk olehnya.
"Jeni!!! Kau!!!!!!!!!!" Ucap Leon marah pada Tao yang ada di depannya.
Dor,,,dorr,,,,dor
Jlebb,,,,,jleebbb
Dorrr,,,,dorrr,,,,dorrrr
Jlebbb,,,,,jlebbbb
Dorrrr,,,,,dorr,,,dorr
Leon sangat murka pada Tao yang telah berani melukai istri dari seorang ketua mafia nomor satu. Puluhan tusukan dan tembakan di arahkan kepada Tao, sekujur tubuhnya bahkan sudah tidak berupa lagi. Bentuk tubuh pun juga sampai tidak bisa dikenali lagi.
Kemarahan dari Leon semakin menjadi, setelah melihat istrinya tidak sadarkan diri, akibat luka tusukan yang terjadi pada perutnya.
Seluruh badan Leon dipenuhi oleh darah yang berasal dari tubuh sosok yang sempat menjadi mangsa Kim Kai, ketua mafia nomor satu.
"Kai hentikan!! Sekarang yang harus lo lakuin adalah membawa Jeni ke rumah sakit!!" Ucap Chan memberi tahu Leon yang tanpa sadar membiarkan istrinya tergeletak lemah di lantai.
Nafas Leon semakin membara lalu kemudian dirinya menggendong Jeni dan langsung membawa Jenie ke rumah sakit terdekat.
Dan ternyata mereka berada di salah satu ruangan yang ada di rumah Tao. Saat mereka keluar melalui salah satu pintu, mereka langsung berada tepat di dalam rumah Tao.
Setelah itu mereka pun langsung keluar dari rumah Tao. Dengan beberapa luka lebam yang ada pada tubuh para istri mereka. Dan juga luka tusukan pada perut Jeni.
__ADS_1
Mereka menggendong istri mereka masing-masing dan hendak membawanya ke rumah sakit terdekat.
Namun tanpa mereka sangka, saat mereka keluar dari rumah Tao. Mereka dikejutkan oleh seseorang yang berjalan dari arah makam Diana dan Alex. Mereka membelalakkan mata mereka melihat siapa yang berjalan dari arah makam itu.