
Ceklek,,,
Pintu terbuka, pemandangan yang di lihat oleh Alfian dan juga Mark pertama kali adalah sebuah kegelapan. Tidak ada cahaya yang menerangi ruangan itu. Dan Mark pun menyalakan lampu senter pada ponselnya untuk mencari saklar lampu di ruangan itu.
Klakk,,,,
Lampu pun menyala, walaupun hanya lampu kecil yang redup, tapi cukup bisa membuat mereka melihat sekeliling. Ada dua pintu di ruangan itu, Mark menyuruh Alfian untuk tidak berpisah darinya walaupun itu hanyalah ruangan saja.
Mereka memutuskan untuk lebih dulu masuk ke dalam ruangan yang ada di sebelah kiri. Aroma kemenyan sangat menyeruak di sana. Udara yang ada di ruangan itu juga sangat pekat, membuat Alfian tak bisa berlama-lama berada di saja.
"Kak Mark, apa gue boleh keluar? Gue nggak tahan sama bau kemenyan nya!!" Ucap Alfian sembari menutup hidungnya menggunakan tangannya.
Mark menggeleng, "Tidak! Lo nggak boleh jauh dari gue! Sebaiknya lo harus tetap berada di sisi gue!! Jangan kemana-mana! Gue akan mencari sebuah petunjuk di sini, dan lo sebaiknya menelpon beberapa mafioso milik Lucas untuk datang ke sini membantu kita untuk berjaga-jaga!!" Perintah kak Mark dan di angguki oleh Alfian . Lalu setelahnya Alfian menelpon salah satu mafioso milik Lucas dan menyuruhnya untuk datang ke mansion Windy dengan membawa beberapa teman-temannya, hanya untuk berjaga-jaga saja.
Di sisi Mark yang masih tengah sibuk mencari tahu apa saja yang ada di ruangan itu pun. Ternyata dia menemukan banyaknya foto wanita yang di yakini sebagai foto dari pada korbannya yang telah dijadikan sebuah manekin di museum itu.
"Apa yang sudah kau temukan kak?" Tanya Alfian yang melihat kakaknya tengah menatap beberapa kertas yanga dan di tangannya. Karena rasa penasarannya, Alfian pun mendekat ke arah Mark untuk mencari tahu.
"Loh? Bukannya ini foto orang-orang yang di jadikan manekin itu ya kak? Kenapa bisa ada di sini?!" Tanya Alfian yang belum mengerti apapun
Mark mendengus sembari merapikan foto-foto itu yang ada di tangannya, "Mungkin inilah yang menyebabkan rungan ini menjadi begitu pengap seperti ini!! Kakak juga yakin kalau ini semua ada sangkut pautnya dengan ritual penumbalan!" Jelas kak Mark lagi. Tak ada lagi yang ada di ruangan itu, Hanya ada kemenyan dan foto-foto itu yang Mark temukan di sebuah laci yang ada di ruangan itu. Apalagi di baliknya terdapat stempel darah yang di yakini dari darah nyonya Ana.
"Maksud kakak penumpalan seperti yang pernah terjadi pada kak Dira dulu itu?!" Tanya Alfian memastikan apa yang ada di pikirannya dan di angguki oleh Mark.
Kemudian setelah dari ruangan yang ada di sebelah kiri itu, kini Mark beranjak dari tempatnya dan menuju ke ruangan kecil yang ada di sebelah kanan. Saat Mark membuka pintu, dirinya sempat di perlihatkan dengan potongan-potongan tragedi yang terjadi di masalalu.
"Kak Mark? Kenapa berhenti? Apa ada masalah?!" Tanya Alfian memastikan saat melihat kak Mark yang malah melamun ketika dia memegang gagang pintu.
Mark menggeleng seakan mengatakan kalau dia baik-baik saja.
Di dalam penglihatan Mark saat itu, dia melihat seorang wanita paruh baya yang telah mati bunuh diri di sebuah tempat, namun tentunya Mark juga tidak tahu apa artinya itu. Bahkan bayangan itu hanya terlintas sebentar saja membuat Mark menjadi tambah bingung akan sebuah teka-teki itu.
Saat hendak membukanya , di luar terdengar derap langkah orang banyak. Mereka berdua sangat yakin kalau yang datang itu adalah para mafioso yang tadi di suruh untuk datang ke kediaman Windy.
"Kak apa lo mencium aroma ini?!" Tanya Alfian yang tiba-tiba mencium aroma wewangian. Aroma itu semakin lama semakin tercium oleh hidung Alfian . Mark mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Alfian , "Iya lo benar Alfian!! Gue juga mencium aroma ini!!" Kata Mark yang juga sama merasakan apa yang Alfian rasakan.
"Lebih baik kau cepat buka dan juta segera pergi dari sini kak!" Pinta Alfian yang sudah tidak sabar ingin segera mengetahui apa yang ada di dalam ruangan yang berada di sebelah kanan itu.
Ceklek,,,,,
Pintu itu pun di buka oleh Mark, hal yang sama terjadi lagi. Lampu di dalam sana sangatlah redup membuat siapa saja yang masuk pasti akan merasa merinding.
Namun saat mereka berdua mengedarkan pandangan mereka , tiba-tiba saja mata mereka langsung berhenti pada sebuah peti mati yang ada di dalam ruangan itu. Tatapan mereka langsung bertemu dengan bebagai tanda tanya yang hinggap di kepala mereka. Bahkan mereka berdua juga tidak langsung mendekat diri mereka ke peti mati itu. Rasanya jantung mereka berdetak kencang. Mereka takut kalau semisal hantu itu mendekat ke arah mereka. Ya, mereka ternyata juga melihat satu sosok di dalam sana. Tatapan matanya sulit sekali di artikan membuat Mark dan Alfian bingung harus melakukan apa.
Namun sosok itu hanya diam tak mendekat atau bahkan mengatakan satu dua patah kata. Mark dan Alfian hanya berpikir kalau hantu itu tidak bisa mendekat karena dirinya memakai kalung air suci dan juga kalung air bunga anggrek hitam.
__ADS_1
Mark melirik Alfian sekilas lalu mengangguk, seakan Mark telah memberi kode untuk mereka melihat apa yang ada di dalam peti mati itu. Mereka berdua pun berjalan dengan perlahan, saat sampai tepat di depan peti itu. Mereka terkejut bukan main. Pasalnya tutup dari peti mati itu terbuat dari kaca, jadi kita bisa melihat apa yang ada di dalamnya tanpa membukanya.
Mark dan Alfian sangat terkejut melihat adanya mayat yang telah diawetkan terbaring kaki di dalam peti mati itu. Wajahnya mirip sekali dengan sosok wanita yang masih dengan setia berdiri jauh dari tempat Alfian dan Mark berada. Mereka berdua semakin penasaran di buatnya. Mereka ingin tahu siapakah sosok itu dan siapa mayat ini? Kenapa di letakkan di tempat seperti ini bahkan tidak menguburkannya saja?
Pov Mark
Saat itu saat di mana aku memutuskan untuk masuk ke dalma ruangan itu bersama Alfian . Aku terkejut dengan apa yang aku lihat. Lebih tepatnya bukan hanya aku saja yang melihatnya tapi Alfian juga sama sepertiku. Otak kami sungguh di penuhi berbagai macam pertanyaan.
"Apakah masih ada banyak mayat lagi di sini? Dan apa maksud dari semua ini??" Tanya Alfian kala itu, yang sempat merasa frustasi akan teka-teki yang harus kami pecahkan dan tentunya akan menuntaskan semua ini sampai selesai.
Saat itu aku tahu kalau aku menyentuh peti mati itu, aku pasti akan masuk ke masalalu dan melihat semuanya. Aku lihat Alfiian yang menatapku penuh dengan sebuah harapan supaya aku cepat melakukannya dan kami bisa segera kembali ke mansion.
Kemudian saat itu juga aku putuskan berjalan mendekat ke arah peti mati itu. Aku amati wajahnya dan ku ingat-ingat lagi apa yang ada di depanku saat itu. Ternyata dia adalah sosok yang beberapa menit datang ke alam bawah sadar ku, namun tadi hanya setengah saja cuplikan dari apa yang aku lihat saat belum membuka pintu ruangan yang berada di sebelah kanan itu.
Aku putuskan untuk memegangnya, dan seketika saja bayangan masalalu terlintas,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Flashback on
30 tahun yang lalu, terdapat sebuah keluarga yang cukup bahagia. Mereka adalah keluarga dari Ana. Saat itu Ana masih berusia 15 tahun. Ana tinggal bersama dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayanginya.
Namun saat usia Ana memasuki 18 tahun, dirinya yang tampak cantik jelita itu mengatakan ingin sekali melakukan perawatan kulit. Tentu saja dengan senang hati ayahnya akan menurutinya, ya tentu saja pasti mereka akan mengabulkan apa yang putri mereka inginkan. Mengingat Ana itu adalah anak satu-satunya dari keluarga kecil itu. Mereka hidup rukun dan bahagia. Sampai tiba di mana sebuah kejadian membuat keluarga itu hancur.
Saat itu ibu dari Ana tengah pergi berbelanja kebutuhan pokok. Sedangkan Ana saat itu hendak berangkat ke kampusnya, saat Ana hendak pamit pada Ayahnya.
"Ana Ayah ada di kamar, bisa kau kesini sebentar?!" Panggil Ayah Ana saat itu dan Ana tanpa rasa curiga sedikit pun langsung menuju ke kamar Ayahnya.
Ceklekk,,,,
Ana membuka pintu perlahan tanpa permisi, lalu kemudian Ana masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya untuk mencari Ayahnya.
"Ayah? Kau di mana?!" Panggil Ana yang tak melihat Ayahnya. Namun tiba-tiba saja.
Grepp,,,,
Ayah Ana muncul dari belakang Ana dan langsung menyentuh dada Ana dengan sangat brutal. Membuat yang empunya terkejut bukan kepalang.
"Ayah, apa yang Ayah lakukan? Lepaskan aku ayah!" Ucap Ana yang berontak kala itu, namun tenaganya kalah kuat dengan ayahnya. Ana sungguh tak menyangka kalau dia akan di perlakukan seperti ini.
Ana saat itu hendak berteriak meminta tolong, namun mulutnya langsung di bekap oleh ayahnya , "Tenanglah sayang, ayah hanya akan membawamu terbang ke atas awan! Jangan berontak atau kau akan merasakan sakit!" Kata Ayah Ana dengan mengancam Ana.
"Lepaskan aku ayah!" kata Ana dengan memohon, namun itu malah membuat Ayahnya marah.
Bruk,,,
__ADS_1
Mata Ana langsung mengeluarkan air mata ketika Ayahnya itu dengan kasar membanting Ana ke ke ranjang, "Kenapa kau lakukan ini padaku ayah?" Tanya Ana yang meringsut ketakutan di atas ranjang.
Sebelum Ayah Ana menjawab dirinya langsung menindih tubuh Ana, "Siapa suruh aku begitu seksi hm? Siapa yang tidak tergoda dengan kecantikan mu ini? Jadilah anak yang berbakti!! Aku bahkan sudah mengeluarkan banyak uang untuk kecantikan mu ini, jadi aku akan menikmatinya!" Kata Ayah Ana dengan penuh gairah yang membuncah.
Ana hanya bisa pasrah ketika tangan Ayahnya telah bergerilya ke mana mana. Sampai akhirnya tubuh mereka telah polos tanpa sehelai benang pun. Ana sungguh takut saat itu, Ana takut kalau dia tidak akan suci lagi. Hingga pada akhirnya mata Ana membelalak ketika dia merasakan hentakan yang membuatnya menjerit tertahan, dia tak bisa berteriak karena mulutnya di bungkam dengan mulut dari Ayahnya itu.
Pergulatan panas itu terjadi 1 jam lamanya, mereka melakukan semua itu. Hingga,,,
Gubrakkk,,,,
Suara pintu kamar yang tadi sempat terbuka sedikit itu di tendang oleh ibu Ana.
"Kurang ajar!!! Apa yang telah kau lakukan pada anakku!!" Kata ibu Ana dengan sangat kesal melihat anaknya telah di nodai oleh suaminya sendiri.
Ayah Ana yang terlonjak kaget itu pun langsung beranjak dan memakai pakaiannya. Sedangkan Ana masih menangis dengan kondisi tel*nj*ng dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Dengan lantangnya Ayah Ana menjawab, "Untuk apa aku tidak menikmati tubuh indahnya? Bahkan dia terlihat lebih menggoda darimu!" Ucap Ayah Ana.
Plakkk,,,,
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi ayah Ana, "Dasar laki-laki sialan!! Sudah cukup aku bersabar dengan sikapmu ini! Kau terlalu banyak bermain wanita di luar sana! Kau laki-laki bi*dap!!" Umpat ibu Ana dengan meluapkan kekesalannya selama ini.
Sebenarnya Ayah Ana adalah pecinta s*x dia telah benyak melakukan hubungan terlarang dengan banyak wanita, hingga suatu hari ibu Ana mengetahuinya. Selama ini ibu Ana hanya memendam perasaan kesalnya demi Ana. Supaya Ana tetap memiliki keluarga yang lengkap seperti anak-anak lainnya. Namun siapa sangka semuanya akan terbongkar begitu cepat.
"Kurang ajar!!" Teriak Ayah Ana yang terkena tamparan dari istrinya tadi.
Saat tangan Ayah Ana hendak menampar ibu Ana,,,
Prankkk,,,,
Ana memukul kepala ayahnya dengan menggunakan sebuah guci kaca. Ayah Ana langsung ambruk ke lantai dengan bersimbah darah. Dia sekarat.
"Ana?!" Ucap ibu Ana terkejut.
"Maafkan aku ibu!" Lirih Ana yang masih terisak.
Lalu setelah itu ayah Ana di letakkan di atas ranjang. Sudah 2 bulan lamanya ayah Ana tak pernah bangkit dari tempat tidur, bahkan ibu Ana sengaja tak pernah menghubungi dokter untuk memeriksanya. Dia akan merawat suaminya itu hingga sembuh, walaupun mungkin entah sampai kapan suaminya itu hanya akan bisa terbaring lemah di kamarnya.
Ana menjadi gadis yang pendiam semenjak kejadian itu. Ibu Ana tak pernah marah padanya, bahkan ibu Ana melakukan segala cara agar trauma yang di alami oleh anaknya itu hilang. Dia tidak ingin anaknya menjadi gila karena terus merasakan trauma.
Hingga suatu hari ayah Ana meninggal, ibu Ana sangat terpukul waktu itu. Meskipun dia tahu kelakuan bej*t suaminya. Namun entah kenapa rasa cinta di hati ibu Ana tidak pernah berkurang sedikitpun, setiap dirinya kecewa dia selalu menepis rasa kecewa itu. Hingga hanya menyisakan rasa cinta di hatinya saja untuk suaminya.
3 bulan lamanya Ayah Ana telah tiada. Itu membuat ibu Ana tak pernah keluar bahkan hanya untuk makan saja tidak. Ana selalu membawakan makanan untuk ibunya yang selalu saja termenung di dalam kamar. Hingga suatu ketika, ibu Ana tewas gantung diri dan menyusul suaminya. Ana yang melihat itu begitu terkejut dan sangat terpukul ketika tahu kalau orang yang paling dia sayangi pergi meninggalkannya dengan cara yang tragis seperti itu.
Ana tak ingin jauh dari ibunya, maka dari itu dia mengawetkan tubuh ibunya dan meletakkannya di sebuah peti mati itu. Ana tidak akan pernah melupakan ibunya itu.
__ADS_1
Semenjak itu juga Ana menjadi seorang psikopat kejam dengan menyembah iblis. Dia di minta untuk membunuh dan mempersembahkan jiwa korbannya pada iblis itu. Tak ada yang mengetahui rahasia besar Ana itu.
Flashback off