
"Mau ngapain?" Tanya Nadia
"Mau ngambil cola!" Ucap Nathan.
"Loh, memangnya yang di sini sudah habis?" Tanya Dila pada Nathan.
"Ya sudah ambil di dapur aja sana! Tapi janji jangan lama-lama ya!" Ucap Nadia pada Nathan dan menyuruhnya agar tidak lama-lama untuk mengambil cola di dapur.
"Iya sayang, aku nggak akan lama kok!" Kata Nathan lalu mengecup kening Nadia.
Nathan pun berjalan menuju ke arah dapur hanya menggunakan celana pendek saja tanpa mengenakan baju.
"Woy, Nathan !" Panggil Chan dari meja makan.
"Eh lo Chan! Sorry gue nggak lihat tadi!!" Ucap Nathan lalu menoleh ke arah Chan yang sedang berada di meja makan.
"Ya elah, lo gimana sih? Masa gue segede gini lo nggak lihat?" Ucap Chan sambil memakan sate kelinci tadi.
"Hehe sorry, namanya juga nggak lihat!" Ucap Nathan yang mengambil cola di kulkas.
"Kayaknya malam ini ada yang habis ngeronde nih, pakai kaos atau apa kek, jangan kayak gitu kenapa!" Ucap Chan menyarankan agar Nathan mengenakan atasan.
"Terserah gue lah, gue gerah!" Ucap Nathan tak perduli, sambil meneguk cola yang dia ambil tadi.
"Kalau gerah kan tinggal nyalain AC , gimana sih lo!" Ucap Chan.
"Biarin aja kenapa sih, orang gue enak gini!" Kata Nathan.
"Haish, terserah lo aja lah! Bodo amat!"
"Eh makan apaan lo?!" Tanya Nathan sambil berjalan ke arah Chan.
"Oh ini? Sate kelinci! Lo mau?" Tanya Chan menawari Nathan.
"Kayaknya enak tuh!"
"Ya enak lah! Nih cobain aja!" Kata Chan menyuruh Nathan untuk merasakan sate kelinci.
"Wih enak juga nih!"
Chan dan Nathan pun makan sate kelinci itu berdua di meja makan.
"Lo dapet dari mana nih sate nya?" Tanya Nathan sambil memakan satu tusuk sate.
"Ya beli lah, masak gue nemu di jalan! Ini tuh tadi yang minta Gisella, biasalah kalau lagi ngidam ya gini" Ujar Chan.
__ADS_1
"Ya benar juga sih, kalau orang ngidam biasanya mintanya yang aneh-aneh!" Ujar Nathan yang setuju dengan pendapat Chan.
"Demi ini sate, gue tuh sampai rela bangunin tuh abang tukang sate yang lagi tidur! Dan alhasil, dia langsung motong kelincinya saat itu juga, dia langsung motong karena stoknya udah habis!" Ujar Chan memberi tahu Nathan.
"Wah gila bener lo!" Kata Nathan yang tak menyangka kalau sampai segitunya Chan mencari sate kelinci demi Gisella.
"Mau gimana lagi? Namanya juga demi istri yang lagi ngidam!" Ucap Chan sembari makan sate kelinci itu.
"Ya, lo ada benarnya juga! Kita harus manjain istri kita , supaya mereka nggak cari pria lain!" Ujar Nathan yang was-was kalau sampai Nadia mencari pria lain.
"Tapi masak iya, mereka sampai mau cari pria lain? Secara ketampanan kita nggak ada yang ngalahin!" Ucap Chan dengan kepedeannya yang tingkat dewa.
"Iya juga ya, tapi kan mending sedia payung sebelum hujan, takutnya nanti main pergi gitu aja kan repot!" Ucap Nathan memberi tahu Chan untuk waspada.
"Iya sih, eh tapi tahu nggak! Istri gue tadi baru aja nyebur ke kolam renang!" Ucap Chan yang malah mengajak Nathan untuk bergibah.
"Lah, bagus dong!" Kata Nathan dengan santainya.
Chan membelalakkan matanya mendengar jawaban dari Nathan.
"Bagus apanya coba!" Kata Chan bingung.
"Ya kan setahu gue, dengan berenang tuh bisa melancarkan proses persalinan nanti!" Kata Nathan yang sok tahu tentang itu.
"Mana ada kayak gitu! Orang Gisella aja baru hamil beberapa minggu! Dia tuh nyebur gara-gara lihat ada anak kecil yang kepleset lalu nyebur ke kolam renang! Ya niatnya sih Gisella mau nolongin anak itu!" Kata Chan mulai menjelaskan.
"Nah maka dari itu Nathan!! Anak itu cuma hantu yang sering berkeliaran aja!" Ucap Chan memberi tahu.
"Lah, emangnya Gisella lupa apa?" Tanya Nathan pada Chan.
"Lupa apaan?" Jawab Chan yang malah bingung dengan pertanyaan yang Nathan berikan.
"Lupa kalau dia bisa melihat makhluk tak kasat mata?" Ucap Nathan.
"Ya mung,,,,,,,," ucap Chan terpotong.
"Sayang, kamu lama banget sih!" Kata Nadia dari lantai 2, yang membuat Chan dan juga Nathan menoleh ke arah nya.
Mereka cukup terkejut melihat Nadia yang hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Astaga sayang, jangan kayak gitu kenapa sih, malu kan ada Chan!" Ucap Nathan yang mencoba menyuruh Nadia untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Pfffff, Nathan! Tuh istri lo!" Ucap Chan terkekeh.
"Haish, kamu nya aja yang lama! Katanya tadi turun sebentar buat ambil cola, tapi kenapa nggak balik-balik?!" Kata Nadia yang kesal pada Nathan karena menunggu terlalu lama.
__ADS_1
"Ini nemenin Chan makan sate sayang!" Ucap Nathan mencoba berlindung di balik Chan.
"Eh, mana ada gue nyuruh lo buat nemenin gue makan sate! Lo aja tuh yang mau!" Ucap Chan yang merasa di rugikan oleh Nathan.
"Hah? Sate? Kayaknya enak tuh!" Ucap Nadia yang hendak berjalan menuruni tangga.
"Eh , sayang kamu mau ke mana?" Tanya Nathan yang langsung membuat Nadia menghentikan langkahnya.
"Ya ke situ lah!" Ucap Nadia.
"Haduh, nggak -nggak !! Kamu di sana aja! Biar aku yang bawain satenya ke kamu!!" Ucap Nathan menyarankan dan juga supaya Nadia tidak turun ke bawah.
Nathan langsung mengambil semua sate itu dan membawanya menuju Nadia yang baru saja masuk ke dalam kamar, karena perintah dari Nathan.
"Lah, kenapa di ambil tuh sate?" Tanya Chan bingung melihat Nathan yang membawa kabur sate kelinci miliknya.
"Lo beli lagi aja sana! Sama gerobaknya aja sekalian juga nggak apa-apa!! Dari pada istri gue turun!!!" Ucap Nathan sembari berjalan menuju kamarnya.
Nathan pun membawa sate itu masuk ke dalam kamarnya, untuk memberikannya pada Nadia.
Sedangkan Chan juga langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri, dan ikut tidur bersama dengan Gisella.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya
Gisella sedang menyiapkan sarapan di dapur bersama dengan Lisa
"Sayang, ingat! Jangan capek-capek!" Kata Chan yang tak henti-hentinya mengingatkan Gisella untuk tidak terlalu capek.
"Haish, lihatlah itu! Baru juga potong bawang! Tapi udah di suruh buat jangan capek-capek!" Ucap Gisella pada Lisa.
"Tapi yang Chan katakan benar, Sel! Kamu nggak boleh capek-capek!!" Kata Lisa yang sama saja mengingatkan tentang itu pada Gisella.
"Ish, kamu sama aja kayak Chan!" Kata Gisella sembari menghela nafasnya.
"Hehe!" Lisa terkekeh.
"Sudah sini biar aku aja yang masak!" Ucap Jeni yang baru saja tiba dengan langsung mengambil alih yang Gisella lakukan.
"Eh, tumben kamu mau bantuin?" Kata Lisa yang jarang melihat Jenis di dapur.
"Ish, aku kan juga sering masak di dapur Lis! Masak di bilang tumben sih!!" Ucap Jeni sembari memotong bawang bombay.
"Hehe iya juga ya!" Ucap Lisa yang kembali terkekeh.
__ADS_1
"Oh iya, Nadia mana?" Tanya Gisella yang tidak melihat adanya Nadia dari tadi.
"Aku di sini!" Ucap Nadia sembari menuruni anak tangga.