Kamar 126

Kamar 126
Misi penyelamatan Chan


__ADS_3

"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Lisa.


"Aku akan membuat sebuah lingkaran yang sama seperti yang kita gunakan untuk bertemu dengan anak kamu! Nantinya, Nathan yang akan menjaga raga kalian di dunia manusia ini! Namun saat di dunia lain nanti, kalian harus bisa menemukan keberadaan Chan!" Jelas Gisella.


"Tapi bagaimana cara kita bisa bertemu dengan Chan? Kita bahkan tidak tahu Chan sedang berada di mana?" Tanya Nadia yang tidak mengetahui keberadaan Chan.


"Saat kalian berada di dunia lain nanti, kalian akan langsung berada di sebuah hotel! Tugas kalian nantinya adalah,, mencari keberadaan kamar nomor 126 ! Aku sangat yakin kalau Chan berada di sana!" Ucap Gisella dengan penuh keyakinannya.


"Tapi, bagaimana kalau kita tidak bisa kembali?" Tanya Lisa.


Namun belum sempat Gisella menjawabnya ,ada sosok yang muncul di hadapan Gisella. Sosok itu adalah sosok yang sama saat pertama kali Gisella bertemu dengan Chan ,lebih tepatnya dialah yang menyuruh Gisella untuk menjaga Chan yang mengalami kecelakaan saat itu.



Gisella yang menyadari kehadirannya itu langsung meminta ijin ke toilet sebentar untuk berbicara empat mata dengan hantu itu.


Di toilet wanita,,,,,,


"Kau, kenapa kau kembali?" Tanya Gisella.


"Chan, membutuhkanku bukan? Aku bisa menolong kamu untuk menjemputnya!" Ucap hantu itu.


"Apa kau yakin ,kalau kau bisa melakukannya?" Tanya Gisella yang tidak begitu yakin dengan ucapan hantu itu.


"Aku datang dari alam baik, aku akan membantu Chan sebisaku!"


"Tunggu! Kenapa kau sangat ingin membantu Chan? Bahkan kau sangat peduli padanya!" Tanya Gisella penasaran.


"Ini bukan waktu yang tepat untuk membahas semua itu, kita harus segera menyelamatkan Chan dari jeratan iblis itu!" Ujar hantu itu memberi tahu Gisella kalau sebenarnya yang menjerat Chan adalah sosok iblis.


Mengetahui hal itu, Gisella sungguh tak percaya dengan apa yang sedang terjadi pada Chan.


Tanpa pikir panjang, Gisella segera menemui Lisa, Nadia dan juga Nathan di ruang rawat Chan.


"Bagaimana ,Gisella?" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Aku sudah menemukan hantu atau arwah baik, dia akan menunggu kalian di pintu masuk hotel! Dan yang paling penting, kalian harus saling berpegangan tangan satu sama lain dengan arwah baik itu juga,,supaya roh jahat mengiranya kalian itu bukanlah manusia!"


"Baiklah, aku mengerti?!" Ujar Lisa mengerti , kemudian di susul oleh anggukan kepala Nadia dan juga Nathan.


Gisella pun meminta Nathan agar menjaga raga Nadia, Lisa dan juga Chan. Dan juga meminta Nathan untuk meneteskan satu tetes air suci pada Chan ketika dia sadar nanti.


"Jika kalian sudah berhasil membawa jiwa Chan kembali ke dalam raganya, kalian juga harus kembali ke raga kalian masing-masing!!" Ujar Gisella yang mengingatkan kepada Nadia dan juga Lisa.


Akhirnya mereka memulai ritual yang akan mereka gunakan untuk mengambil roh Chan dari iblis.


Beberapa saat kemudian Nadia dan juga Lisa sudah berhasil masuk ke alam lain dan bertemu dengan arwah baik yang Gisella bilang.


"Astaga?!" Ucap Nadia dan juga Lisa barengan.


"Kamu ngagetin aja! Kamu pasti hantu baik yang di bilang Gisella tadi kan?" Tanya Lisa memastikan.


"Iya, aku akan menemani kalian untuk menyelamatkan Chan?!" Ujar hantu itu.


Pov Author : Di sini Author bakal jelasin kenapa harus ada arwah baik yang membantu mereka untuk menyelamatkan Chan dari jeratan iblis, jadi di dunia lain para roh jahat akan mengambil kesempatan masuk ke dalam raga seseorang yang kosong tanpa ada jiwa yang menempatinya,, merek juga akan mengambil jiwa manusia yang masih hidup jika ketahuan. Oke segini dulu, kalau ada yang kurang berkenan atau belum paham dengan alur ceritanya ,kalian bisa langsung tanyakan di kolom komentar.


"Ingatlah yang kita hadapi ini bukanlah hantu biasa, melainkan iblis yang sangat jahat" Ujar arwah baik itu mengingatkan lagi.


"Astaga kenapa ruangan di sini hanya ada penerangan kecil saja?!" Ujar Nadia yang baru pertama kali melakukan astral projection.


"Iya, dan kenapa tidak ada lampu yang terang?" Tanya Lisa menimpali Nadia.


"Nanti setelah sampai di kamar yang kalian maksudkan, di sana akan ada banyak lampu berwarna merah,,itu karena iblis menyukainya!" Ujar arwah baik memberi tahu.


"Sepertinya kau sangat tahu tentang iblis ini?" Tanya Lisa.


"Tidak juga, aku hanya tahu kalau doa begitu kuat!" Jawabnya.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan kamar nomor 126, di mana tempat itu di yakini oleh Gisella kalau Chan berada di sana.


"Kamu yakin kalau ini tidak berbahaya kalau kita masuk?" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Tunggu! Aku akan menyalakan lentera dulu supaya iblis itu tidak mengenali kita?" Ujarnya.


"Sekarang aku benar-benar percaya kalau kamu dari alam baik." Kata Lisa sambil tersenyum.


Tiba-tiba saja terdengar suara samar-samar di telinga Nadia dan juga Lisa, suara itu berasal dari dunia nyata dan di yakini kalau itu suara Gisella.


"Segeralah bawa Chan kembali!! Iblis itu tidak sedang menjaganya, ini bisa menjadi kesempatan kalian untuk membawa Chan kembali ke alam kita!" Itulah suara yang terdengar samar di telinga Nadia dan juga Lisa.


"Apa kau mendengarnya?" Tanya Lisa.


"Iya, aku mendengarnya, itu pasti suara Gisella!" Jawab Nadia yakin.


"Apa yang dia katakan?" Tanya arwah baik itu yang tidak mendengar apapun.


"Gisella bilang kalau iblis itu tidak sedang menjaga Chan, dan kita harus segera membawa Chan kembali ke alam kita!" Kata Nadia menjelaskan.


Arwah baik itu pun menyuruh Lisa untuk segera membuka pintu, namun saat hendak pintu itu di buka olehnya, arwah baik itu memiliki sebuah ide dan menyuruh Lisa untuk jangan membukanya dulu.


Arwah baik itu mengeluarkan tali di dalam sakunya, dengan tujuan untuk mengikat salah satu tangan Nadia dan juga Lisa supaya mereka tetap terhubung meskipun tidak berpegangan tangan.


Dan mereka pun masuk ke dalam kamar nomor 126 itu. Seluruh ruangan yang ada di dalam kamar itu tampak menyeramkan dengan balutan dinding berwarna merah darah akan tetapi di kamar itu hanya ada satu pintu berwarna merah yang menarik perhatian mereka bertiga.


"Aku rasa, Chan ada di balik pintu itu!" Ujar arwah baik itu.


Nadia dan juga Lisa hanya menuruti apa kata arwah baik itu, dan akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam ruangan itu.


Dan betapa terkejutnya mereka saat mendapati Chan yang berada di sana. Chan yang berada di atas ranjang bernuansa merah darah itu , hanya saja Chan seperti sedang tidak sadarkan diri dan badannya terlihat sangat lemas.


Mereka bertiga langsung saja mendekati Chan dan mencoba untuk menyadarkan Chan. Namun usaha mereka untuk menyadarkan Chan hanya sia-sia saja. Chan seperti terpengaruh oleh kekuatan yang tidak mereka ketahui.


"Bagaimana kita bisa membawa Chan pergi dari sini?" Tanya Lisa khawatir.


Arwah baik itu menunjukkan adanya meja dorong yang terdapat di sisi ranjang Chan.


"Kita pakai itu saja!" Ujar arwah baik itu.

__ADS_1


Mereka bertiga pun akhirnya memapah Chan dan menaruhnya di meja dorong itu.


__ADS_2