Kamar 126

Kamar 126
Kekhawatiran Gisella


__ADS_3

Singkat cerita, keesokan harinya,,,,


Seorang peretas suruhan Leon memberitahukan informasi mengenai keberadaan mobil Byun. Mobil Byun tidak dapat di lacak di mana pun yang artinya mereka telah gagal untuk mencari keberadaan Byun.


"Apa jangan-jangan Byun pergi ke luar negeri?" Ucap Lisa yang masih menduga-duga.


"Gini aja, mendingan kita fokus dulu aja ke pernikahan gue juga Leon! Siapa tahu aja Byun bakal datang ke acara nanti!" Kata Nathan yang mengganti topik pembicaraan.


"Tapi bagaimana dia bisa datang? Bahkan Byun saja tidak tahu kalau kalian akan menikah?!" Ujar Lisa.


"Iya Byun memang belum tahu, tapi lebih baik kita cari Byun lagi setelah pernikahan selesai? Bagaimana?" Saran Nathan.


"Gue setuju!" Jawab Leon yang langsung menyetujui saran dari Nathan, karena menurutnya pernikahan itu lebih penting dan mereka pikir Byun baik-baik saja di luar sana. Jadi mungkin mereka tidak terlalu memikirkan keadaan Byun yang sebenarnya mengalami kecelakaan.


"Gue juga setuju dengan itu!" Ucap Chan yang juga mendukung saran dari Nathan.


"Baiklah kalau begitu, aku akan berusaha menjauhkan pikiran-pikiran buruk tentang Byun!" Kata Gisella yang berusaha meyakinkan dirinya kalau Byun pasti baik-baik saja.


"Iya, Sel kamu juga harus mikirin bagaimana acara pernikahan nanti, anggap saja Byun sedang berlibur di luar negeri jadi kita nggak akan terlalu terpaku pada hilangnya Byun!" Saran Lisa pada semuanya juga.


Setelah menyetujui saran itu mereka pun kembali ke mansion mereka masing-masing.


Di dalam kamar Gisella, dia kini sendirian di mansion dan tak ada siapapun, bahkan Chan juga kembali ke mansion nya sendiri.


"Kok aku jadi khawatir gini sih sama, Byun? Semakin aku tidak memikirkannya itu akan semakin membuat aku merasa khawatir pada, Byun! Byun, sebenarnya ada apa dengan dirimu? Kamu di mana?" Tanya Gisella.


Perasaan khawatir pada Byun yang di rasakan oleh Gisella, membuat dirinya semakin bingung harus berbuat apa lagi. Seakan Byun tidak mau pergi dari pikiran Gisella.


Karena merasa sangat bingung dan putus asa sampai dirinya tidak bisa memejamkan kedua matanya. Akhirnya Gisella memilih untuk datang ke mansion Lisa.


Sesampainya Gisella di mansion Lisa, dirinya merasa tidak asing dengan mobil yang baru saja keluar dari mansion Lisa.

__ADS_1


Mobil itu baru saja keluar dari gerbang mansion Lisa, saat Gisella belum sempat memasukkan mobilnya ke dalam.


"Kok aku kayak nggak asing ya sama mobil itu? Tapi itu mobil siapa?" Tanya Gisella yang masih memegang kemudinya lalu masuk ke dalam gerbang mansion Lisa yang masih terbuka itu.


Tok tok tok,,,,,


Gisella mengetuk pintu mansion milik Lisa, dan selang beberapa saat Lisa membukakan pintu dan sedikit terkejut melihat adanya Gisella di depan mansion nya.


"Eh, Gisella? Kamu ngapain malam-malam ke sini?" Tanya Lisa yang setelahnya langsung menyuruh Gisella untuk masuk ke dalam mansion miliknya.


Setelah Gisella masuk ke dalam mansion Lisa, mereka langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Kamu mau minum apa?" Tanya Lisa menawarkan sebagai tuan rumah.


"Tidak usah, Lis! Aku belum begitu haus!" Kata Gisella yang memang tidak ingin meminum apapun karena perasaannya yang masih tidak enak.


Lisa pun mengurungkan niatnya untuk membuatkan Gisella minum.


"Sebenarnya aku juga mau ke mansion Nadia, tapi karena dia bentar lagi mau nikah, jadi aku mengurungkan niatku buat ke sana! Aku nggak mau kalau sampai Nadia nantinya malah mikirin masalah aku dan mengganggu pikirannya!" Kata Gisella menjelaskan pada Lisa.


"Memangnya ada apaan sih, Sel?" Tanya Lisa yang sudah sangat penasaran dengan apa tujuan Gisella datang ke mansion miliknya itu.


"Aku tuh kepikiran sama Byun terus, Lis! Rasanya kayak ada yang aneh! Kenapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja? Terus waktu itu kenapa dia pamit pergi tanpa nungguin aku dulu? Aku tuh bingung juga, Lis?!" Ucap Gisella yang merasa frustasi dengan semua yang dia rasakan.


"Kalau menurut aku sih ga, Sel! Kayaknya Byun itu suka deh sama kamu! Soalnya dari mukanya tuh kelihatan banget pas kamu lagi berduaan sama Chan!" Kata Lisa menurut hatinya.


"Maksud kamu, Byun ada rasa sama aku?" Tanya Gisella memastikan maksud dari ucapan Lisa.


"Ya, kalau menurut aku sih gitu, Sel! Tapi aku nggak tahu juga sih!" Ucap Lisa lagi.


"Terus sekarang aku harus gimana?!" Tanya Gisella yang sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa.

__ADS_1


"Ya, kalau gini sih mau gimana lagi, Sel! Mungkin Byun pergi karena dia ingin melihat kamu bahagia bersama dengan ,Chan?!" Ucap Lisa yang sebenarnya masih ragu dengan apa yang dia ucapkan


"Tapi kenapa Byun harus pergi sih, Lis?" Tanya Gisella.


"Ya mungkin dia nggak mau sakit hati karena ngelihat kamu yang terus-terusan sama Chan! Ya kurang lebih kayak kamu dulu waktu Chan sama Wendy! Kamu juga menjauh kan dari Chan?!" Ujar Lisa yang menyindir Gisella. Namun karena kenyatannya memang seperti itu, jadi Gisella hanya diam menerimanya.


"Iya juga sih, Lis! Tapi kalau gini kan aku jadi ngerasa bersalah banget sama Byun!" Ucap Gisella sedih.


"Udah, Sel! Aku yakin kalau Byun pasti akan kembali dan menemui kamu lagi! Tapi mungkin memang benar kalau Byun mau menjauh dari kamu dulu!!" Kata Lisa dengan mengusap pundak Gisella.


"Kalau memang benar begitu adanya, aku akan menunggu Byun kembali dan meminta maaf padanya!" Kata Gisella dengan keseriusan di hatinya.


"Iya, Sel! Tapi ingatlah kalau kamu juga harus jaga hati, Chan! Jangan sampai nanti Chan malah salah paham sama kamu!" Saran Lisa pada Gisella agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman.


"Iya, Lis aku tahu kok!" Ucap Gisella sembari tersenyum, lalu kemudian Gisella mengingat sebuah mobil yang tadi keluar dari gerbang mansion Lisa. Karena rasa penasarannya Gisella menanyakan mobil siapa yang tadi datang ke mansion Lisa, karena Gisella juga lupa akan mobil siapa itu.


"Oh iya, Lis! Tadi pas aku sampai di depan, aku lihat ada mobil yang baru aja keluar dari mansion kamu? Itu mobil siapa? Aku kayak nggak asing sama mobil itu?!" Ucap Gisella yang masih berusaha berpikir akan mobil siapa yang tadi juga sempat berpapasan dengannya.


"An,,anu it,,,itu ta,,tadi!" Ucap Lisa terbata-bata ka


"Lis, kamu kenapa jadi gugup kayak gitu sih? Memangnya tadi itu siapa?!" Tanya Gisella lagi yang masih saja penasaran.


"Bukan siapa-siapa kok!" Ujar Lisa lalu tersenyum untuk menutupinya dari Gisella.


"Lis, apa ada yang kamu sembunyikan dari aku?!" Ucap Gisella yang kembali membuat Lisa gugup.


"Eng,,,enggak ada kok!" Ucap Lisa yang masih saja mengelak.


"Kamu yakin?" Tanya Gisella lagi memastikan. Lalu kemudian Lisa menjawabnya dengan anggukan perlahan.


Karena Gisella masih penasaran dengan mobil itu, dia masih terus mencoba untuk mengingat mobil itu. Sampai akhirnya dia mengingatnya.

__ADS_1


"Tapi kayaknya mobil itu emang nggak asing deh, Lis! Mobil siapa ya?" Ucap Gisella yang masih berpikir "Ah, aku ingat!!" Ucap Gisella setelah mengetahuinya. Dan Lisa langsung membelalakkan matanya.


__ADS_2