Kamar 126

Kamar 126
Rooftop


__ADS_3

"Baik tuan, kami akan memberikan hukuman yang sangat berat untuk pelaku!" Ujar polisi itu.


Setelah itu Chan masih menunggu Gisella sadarkan diri dari pingsannya tadi.


"Sel, bangunlah!" Ucap Chan sembari mencium tangan istrinya.


"Chan, gue mau kasih kabar tentang Alfian!" Ucap Byun yang tiba-tiba saja datang.


"Ada apa Byun?" Tanya Chan menoleh ke arah Byun berada.


"Kondisi Alfian sudah mulai stabil, dan dia sudah di pindahkan ke ruang perawatan! Tapi sayangnya dia masih belum sadarkan diri!" Ucap Byun memberi tahu.


"Astaga, sebenarnya apa yang terjadi sama anakku!" Ujar Chan bingung.


"Chan!" Panggil Nathan yang baru saja datang bersama para istri-istri mereka yang tadi sempat menunggu di luar.


"Ada apa Nathan?" Tanya Chan dengan wajah memelasnya.


"Ada yang mau gue bicarakan sama lo, ini penting! Tapi nggak di sini!" Kata Nathan memberi tahu!" Ajak Nathan yang hendak membicarakan hal yang sangat penting.


"Lalu bagaimana dengan istri dan anak gue?" Tanya Chan bingung.


"Lo tenang aja Chan! Nathan udah di jaga sama ke-13 saudaranya! Dan Gisella, biarkan kami para wanita yang menemaninya di sini!" Ujar Jeni supaya Chan tidak terlalu khawatir dan bingung.


Setelah itu Nathan langsung mengajak Chan menuju rooftop rumah sakit, karena hanya di sana lah tempat yang di rasa sepi menurutnya. Hanya Alex, Leon dan juga Byun yang ikut dengan mereka ke atap.


Namun saat mereka hendak menuju rooftop, Dila tak sengaja melihat mereka dan merasa penasaran akan kemana perginya mereka. Karena mereka terlihat sangat tergesa-gesa. Hal itu membuat Dila merasa penasaran dan memutuskan untuk membuntuti para orang tuanya itu.


Rasa penasaran Dila semakin menjadi-jadi saat melihat para orang tua mereka yang akan membicarakan sesuatu, namun secara sembunyi-sembunyi seperti itu.


Sesampainya di rooftop rumah sakit, Dila hanya bisa diam dan menguping pembicaraan mereka.


"Nathan, sekarang katakan, apa yang mau lo kasih tahu ke gue?" Tanya Chan yang sudah merasa penasaran.

__ADS_1


"Chan, apa lo tahu bagaimana cerita Alfian bisa sampai melakukan hal seperti ini?" Tanya Nathan yang mulai berbicara.


"Gue nggak tahu! Bahkan gue belum sempat menemui polisi karena harus jagain Gisella!"Jawab Chan yang memang benar-benar tidak tahu dengan itu.


Byun menghela nafasnya lalu memulai bercerita, "Biar gue aja yang ngasih tahu Chan tentang ini!" Ucap Byun.


Byun langsung memberi tahu Chan tentang kebenaran Alfian saat sebelum kejadian berlangsung, hingga menyebabkan Alfian mengalami hal seperti ini.


Chan tampak terdiam tak bersuara saat mendengarkan apa yang di katakan oleh Byun tadi.


"Sekarang lo udah tahu kan masalahnya apa?" Tanya Alex.


"Iya gue tahu!" Jawab Chan sambil menunduk.


"Terus, apa lo nggak mikir kenapa Alfian bisa tahu itu semua?" Ucap Byun mencoba membuat Chan sadar akan apa yang di lakukan olen Alfian.


"Chan, Alfian tidak mungkin bisa tahu begitu saja tentang apa yang di alami oleh siswa yang sudah tewas itu bukan? Menurut lo, dari mana Alfian tahu mengenai cerita dari kejadian yang sudah 2 tahun lamanya itu?" Ucap Nathan bertanya dan mencoba membuat Chan sadar.


"Iya, lo benar Byun!" Ucap Chan sembari menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia setuju dengan apa yang mereka katakan.


"Dan jika nanti Gisella sampai tahu kebenaran tentang ini, dia pasti sangat marah!" Ucap Leon.


"Gisella pasti akan marah, karena itu mengingatkannya pada masalalu dirinya!" Ucap Nathan yang merasa cemas.


"Lalu apa yang harus gue lakuin? Sebentar lagi Gisella akan sadar dari pingsannya, dan apa yang akan gue bilang sama dia nanti tentang penyebab Alfian jadi seperti ini?" Ucap Chan bingung dan juga cemas.


"Gue tahu kalau Gisella pastinya akan menanyakan itu sama lo! Tapi menurut gue sebaiknya lo kasih tahu Gisella yang sebenarnya aja secara baik-baik dan bujuk dia!" Saran Byun.


"Dan bilang padanya jangan sampai dia membuat keributan dan memarahi Alfian di depan para saudara-saudaranya nanti!" Byun menambahkan apa yang harus Chan lakukan nanti saat Gisella sudah sadar dari pingsannya.


"Gue setuju sama Byun, bagaimana pun rahasia yang sudah kita jaga ini harus tetap si simpan baik-baik dan jangan sampai ada yang tahu!! Terlebih anak-anak!" Ucap Nathan sambil menepuk pundak Chan untuk menguatkan dia.


Chan mengangguk "Iya, gue bakal bicara baik-baik saja Gisella nanti.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Dila


Masih di posisi yang sama, Dila masih mengintip dan menguping apa yang di katakan oleh papanya juga para papa yang lain.


"Apa maksudnya? Apa yang di katakan oleh mereka tadi? Rahasia apa yang mereka sembunyikan? Dan sebenarnya masalalu apa yang mereka tutup-tutupi dari anak-anak mereka!" Ucap Dila dengan lirih dan bingung.


"Lebih baik gue segera pergi dari sini, sebelum ketahuan sama papa!" Ucap Dila yang takut kalau sampai dirinya nanti ketahuan.


Setelah itu Dila langsung bergegas turun dengan mengendap-endap. Sampai akhirnya Dila sampai di koridor rumah sakit. Terlihat Dila berjalan sembari melamun, dengan memikirkan semua yang di katakan oleh para papa mereka di rooftop.


Sampai di depan ruang rawat Alfian, Dila masih saja diam dan melamun sambil menatap ke arah lantai. Terlihat Bryan yang juga hendak masuk setelah ke kamar Gisella tadi. Dia menyapa Dila yang sedang melamun di dekat pintu masuk kamar Alfian.


"Woy, lo ngapain ngelamun?" Sapa Bryan.


Dan ternyata itu membuat Dila menoleh ke arahnya "Ish , apaan sih lo! Ganggu aja tahu nggal!" Kesal Dila yang merasa terganggu, Dila juga langsung masuk ke dalam ruang rawat Alfian dengan meninggalkan Bryan yang masih bingung di depan ruang rawat Alfian itu.


"Lah kenapa jadi dia yang marah, kan dari tadi dia yang melamun! Terus kenapa malah bilang kalau gue ganggu dia? Perasaan gue nggak ngelakuin apa-apa!" Ujar Bryan sembari melihat ke arah Dila yang perlahan masuk ke dalam ruangan, kemudian langsung di susul olehnya.


Di saat Dila sedang menunggu Alfian tersadar, terlihat dirinya masih melamun dan masih bingung dengan apa yang tadi dia lihat dan dengar dari para papanya yang berbicara di rooftop.


Axel yang melihat Dila melamun dengan bersandar pada jendela pun langsung mendekatinya.


"Dil, lo kenap sih? Gue lihat dari tadi lo melamun terus! Gue tahu lagi sedih, kita semua juga! Tapi jangan terlalu berlarut-larut seperti ini!" Ujar Axel yang mengira kalau apa yang membuat Dila melamun adalah saat menunggu Alfian yang tak kunjung sadar juga.


"Haish, berisik lo!" Kesal Dila tiba-tiba pada Axel.


"Dek, lo kenapa sih?" Tanya Alfin yang tadi sempat melihat Dila memarahi Axel.


"Nggak ada apa-apa kok kak!" Jawab Dila sedikit gugup.


"Apa gue kasih tahu kak Jaehyun aja ya?" Batin Dila.

__ADS_1


__ADS_2