
Di mansion
"Lucas udah kasih tahu kita lokasinya! Gue harus ke sana!" Ucap Leon
Akan tetapi saat dirinya hendak keluar dari mansion, betapa terkejutnya dia melihat banyaknya mafioso musuh yang mengepung mansion itu dari luar gerbang, terlihat mafioso itu yang mencoba menerobos masuk ke dalam pintu gerbang mansion. Bahkan mafioso milik Leon yang berjaga, kini sudah menjadi tawanan mereka.
"Astaga, kenapa ada banyak sekali mafioso?" Ucap Gisella yang tak kalah terkejut melihatnya.
Leon yang langsung menyusun rencana untuk mengalahkan mereka semua dengan taktik yang akan dia gunakan.
"Cepat bawa seluruh wanita berlindung ke ruang bawah tanah!" perintah Leon yang langsung menyuruh Rafi dan juga Renald membawa para wanita berlindung ke ruang bawah tanah.
Ruang bawah tanah milik mereka bukanlah tempat yang gelap nan menakutkan. Akan tetapi ruang bawah tanah milik mereka itu sengaja di buat untuk suatu saat jikalau mereka berlindung dari sebuah serangan mendadak dari musuh, karena Leon adalah seorang King mafia yang pasti tidak luput dari musuh.
Ruang bawah tanah milik mereka di susun layaknya istana bawah tanah, dengan fasilitas lengkap supaya mereka yang berlindung tidak kekurangan apapun.
Dengan segera Renald dan juga Rafi membawa para wanita ke ruang bawah tanah untuk berlindung.
Sedangkan Zaki, Adam, Bryan ,Victor , Alfian dan juga Axel berjaga di dalam mansion. Kalau-kalau nantinya ada mafioso yang masuk ke dalam mansion jadi mereka bisa langsung melawannya.
Lalu Leon , Chan, Nathan, Alex dan juga Alfin mencoba keluar dari mansion untuk menyerang mereka. Leon juga sudah menelpon mafioso miliknya yang berada di markas untuk segera datang ke kediamannya membantu melawan mafioso musuh yang masih berada di depan gerbang mansion besar itu.
Anak-anak mereka sengaja di latih bela diri semua, sehingga semua para anak laki-laki dari keluarga itu bisa melawan musuh kapan saja saat di butuhkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Lucas
Di perjalanan setelah memberi tahu lokasinya penyekapan Tania pada Daddy nya. Lucas juga langsung memberi tahu sebagian mafioso nya yang ada di markasnya untuk segera datang membantunya nanti, untuk penyerangan di gedung tua.
Mafioso milik Leon dan juga Lucas itu berbeda. Karena mereka memiliki pasukan sendiri-sendiri dan jumlahnya pun sangat banyak. Lucas saat itu hanya menyuruh 50 mafioso untuk datang ke lokasi, untuk membantunya nanti.
Sesampainya Lucas di lokasi penyekapan Tania. Tiba-tiba saja puluhan mafioso menyerangnya, namun hal itu langsung berhasil di kalahkan oleh Lucas dan mafioso miliknya yang juga bau saja datang untuk membantu.
Kini hanya tersisa 11 mafioso saja milik Leon di sana, karena semua tewas dalam melawan musuh.Lucas sengaja tidak membawa banyak mafioso karena dirinya tidak mau kalau sampai ada banyak korban nantinya.
Lucas pun perlahan masuk ke dalam gedung tua itu yang kini hanya terlihat banyak mayat bergeletakan di sana.
__ADS_1
"TANIA!! DI MANA KAMU?!!" teriak Lucas memanggil adik kandungnya itu.
"Kakak tolong aku!" ucap Tania dengan lirih karena takut.
Lucas membelalakkan matanya melihat adiknya diikat di sebuah kursi dan duduk sendirian.
"Tania!!" ucap Lucas setelah melihat adiknya lalu setelahnya Lucas hendak menolong Tania.
Tiba-tiba saja,,,,,
Dorr,,,,Dorr
Dorr,,,,Dorr,,,,Dorr,,,,Dorr,,,,
Dorr,,,Dorr,,,Dorr,,,,Dor,,,,Dorr
Beberapa peluru dilepaskan dari pistol dan diarahkan pada 11 mafioso milik Lucas. Sehingga mereka semua langsung tewas seketika karena peluru yang kini bersarang pada kepala mereka.
Kini hanya tersisa Lucas seorang diri yang masih mencari tahu siapa yang menembaki para mafioso nya hingga langsung tewas seperti itu.
Posisi Lucas dan juga Tania saat itu masih jauh, dan seketika dari sisi gedung tua itu yaang gelap,,,
"Siapa kau?" tanya Lucas pada orang itu yang kini sudah mulai menunjukkan wajahnya.
"Aku adalah calon Daddy kamu yang baru?1" ujar seorang tersebut yang perlahan mendekat ke arah Tania.
"Apa?" kata Lucas bingung dengan ucapan orang itu.
"Aku adalah Tara, kekasih Jeni! dan sekarang kamu akan memanggilku dengan sebutan Daddy! karena sebentar lagi aku akan segera menikah dengan Mommy kamu!" ucap orag itu yang kini kita tahu bernama Tara.
"Cih, aku tidak akan sudi! sampai kapan pun Daddy ku hanyalah Leon!!" Ujar Lucas dengan tegas dan nada dinginnya.
"Apa kau datang sendirian? kau berani sekali, nak!" ucap Tara mengalihkan pembicaraan.
"Untuk apa gue takut sama orang kayak lo? sekarang juga gue peringatkan sama lo untuk segera lepasin adik gue!!!! atau gue akan tembak lo!?"?" ujar Lucas yang kini mulai tidak sopan pada orang itu, dan mengancam orang itu, karena bagi Lucas orang seperti dia tidak layak untuk di hormati.
"Tembak saja jika kau ingin melihat adikmu mati!" ancam bali Tara pada Lucas yang kini langsung mengarahkan pistol yang dia pegang tepat pada kepala Tania.
__ADS_1
"Kakak Tania takut!" ucap Tania yang sudah sangat ketakutan.
"Dasar b*jing*n!!!" umpat Lucas, " Lepaskan Tania!!!" ucap Lucas dengan tegas lagi.
"Aku akan melepaskan gadis kecil yang malang ini, asalkan Mommy kamu datang ke sini untuk menerima ku sebagai suaminya!" Kata Tara menyarankan dengan segala kelicikannya.
Tara adalah mantan kekasih Jenie yang sangat terobsesi pada Jeni. Dulu Jeni sempat menolak Tara untuk menjadi kekasihnya, namun pada akhirnya mereka menjalani hubungan. Sampai akhirnya Leon datang dan menjadi kekasih Jeni. Hingga akhirnya Tara memutuskan untuk mejadi seorang mafia, meski hanya menjadi mafia ke 10.
Dorr
Sebuah peluru kembali dilepaskan dari pistol dan tepat mengenai kaki Lucas.
"Akhh" erang Lucas.
"Lucas!" ucap Leon yang baru saja datang bersama beberapa mafioso miliknya.
Leon bisa langsung datang karena saat di mansion dirinya di bantu supaya bisa langsung menyusul Lucas, dan urusan penyerangan di mansion diserahkan pada Chan dan juga yang lainnya.
"Daddy!" ucap Tania dan juga Lucas secara bersamaan.
"Akhirnya kau datang juga!" ucap Tara sembari tersenyum sinis pada Leon yang baru saja datang.
"Sekarang kau sudah di kepung! Lepaskan anakku, dengan begitu aku akan tetap membiarkanmu hidup!" ancam Leon yang kini berjalan mendekati Lucas.
"Cih!" Tara meludah "Siapa kau berani menyuruhku! Aku akan melepaskan mereka setelah aku mendapatkan Jeni kembali!" ucap Tara dengan kepercayaan dirinya.
"Bahkan di dalam mimpimu Jeni tidak akan pernah menjadi milikmu!" ucap Leon yang langsung membuat Tara emosi.
"Oh iya? benarkah itu? kalau begitu, anakmu ini harus mati!"
Dorr,,
Sebuah peluru tepat mengenai kaki Tania, dan itu sengaja Tara lakukan untuk meluapkan rasa kekesalannya pada Leon.
"Hiks,,hikss Dad sakit,,, tolong Tania" ucap Tania yang merintih kesakitan.
"Beraninya kau! mafioso serang dia!" perintah Leon yang sudah habis kesabarannya melihat anak bungsunya di sakiti.
__ADS_1
"Eitsss tunggu dulu! kalian pikir aku akan menyerah, dan kalian pikir aku yang terkepung? Heh! kalian salah! kalianlah yang terkepung!" ucap Tara dengan tatapan bangganya pada diri sendiri.
Tiba-tiba saja lebih dari 100 mafioso masuk ke dalam gedung tua itu dan langsung mengepung Leon dan Lucas, juga mafioso milik mereka yang ada di dalam.