Kamar 126

Kamar 126
Masih jahat manusia


__ADS_3

"Byun, kenapa lo tanya kayak gitu sama Mark? Memangnya ada apa?!" Gisella tampak khawatir akan apa yang terjadi, jadi dia bingung dengan apa yang di tanyakan oleh Byun pada Mark.


"Sorry, Sel! Tapi gue cuma mau pastiin aja kalau dialah anak yang selama ini gue cari!!" Kata Byun yang membuat Gisella dan Mark semakin bingung di buatnya.


"Hah? Maksudnya pa?!" Tanya Mark.


"Maksud lo gimana sih Byun?!" Tanya Gisella yang tak kalah penasaran.


"Lo ingatkan pas gue pertama kali datang ke sini, dan bilang ke lo kalau dulu gue kecelakaan!! Dan saat gue mengalami kecelakaan waktu itu, ada anak kecil yang nolongin gue! Dan yang gue ingat adalah, gelang yang di pakai oleh Mark ini!" Ucap Byun sambil menunjuk gelang yang di pakai oleh Mark. " Gue masih ingat dengan baik gelang ini, Sel! Makanya gue tanya sama Mark buat pastiin kebenarannya!" Ujar Byun setelahnya.


"Mark, apa benar kamu yang menolong papa Byun?!" Tanya Gisella memastikan dengan menatap sendu anak angkatnya itu.


"Aku tidak ingat ma, tapi yang aku ingat aku memang pernah menolong orang yang mengalami kecelakaan mobil! Dengan berteriak meminta bantuan orang-orang sekitar!!" Jelas Mark yang entah bagaimana dia bisa mengingatnya dengan baik, kejadian saat itu.


"Iya, tidak salah lagi!! Itu adalah aku Mark! Terima kasih karena sudah menolongku, kalau saat itu tidak ada kamu, mungkin aku tidak akan bisa hidup sampai detik ini!" Byun sangat bersyukur dipertemukan dengan anak yang selama ini dia cari keberadaannya. Penolong saat Byun hampir diambang kematian. Byun langsung memeluk Mark begitu juga dengan Mark yang membalas pelukannya.


"Sama-sama pa, bukankah sesama manusia kita juga harus saling tolong menolong?!" Kata Mark sambil tersenyum ke arah Byun setelah melepaskan pelukannya.


"Kamu memang anak yang baik Mark!!" Kata Gisella dengan tersenyum bangga terhadap Mark.


Pov Author : halo guys, author mau kasih tahu, kalau kalian bingung kenapa nggak nyambung. Kalian bisa cek sendiri dan cari di part berapa gitu yang isinya, Byun datang ke mansion besar Gisella dengan Sindy juga. Dan sempat menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan yang dialami oleh Byun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkat cerita, malam harinya. Mereka makan malam bersama di meja makan, sembari berbincang kecil di sana.


Byun juga menceritakan pada semuanya tentang kejadian masalalu nya, saat di tolong oleh Mark ketika mengalami kejadian naas itu.

__ADS_1


"Lo memang pria yang hebat Mark, bahkan bukan hanya sekali lo menolong keluarga besar gue! Tapi ternyata di masalalu pun lo juga sudah menjadi seorang pahlawan bagi salah satu dari keluarga besar gue!! Gue jadi kagum sama lo!!" Batin Dila yang diam-diam memandang Mark.


"Gimana kalau besok kita liburan?!" Ujar Nathan yang mengusulkan untuk berlibur.


"Nah, Renald setuju tuh, Yah! Bosen banget kalau di mansion mulu!!" Jawab anak bungsu dari Nathan.


"Haish, lo tuh ya, suka banget kalau liburan!" Kata menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya kalau nggak gitu mau gimana lagi? Kasihan Ayah dong kalau uangnya nggak kepake, nanti yang ada malah di bakar lagi!" Kata Renald yang memang sering melihat Nathan membakar uangnya sendiri karena terlalu banyak.


"Ayah masih sering bakar uang?!" Tanya Nadia sambil menatap tajam ke arah suaminya.


"Eh nggak kok, Bun!" Jawab Nathan mengelak dari kesalahannya.


"Nggak salah tuh!!" Jawab Adam selaku anak pertama dari Nathan dan Nadia.


"Ma, Dila pengen liburan ke Jepang!" Ujar Dila tiba-tiba yang langsung membuat semua mata menoleh ke arahnya.


"Jepang? Kenapa ke sana nak? Memangnya nggak ada tujuan lain?!" Tanya Chan memastikan pada anak keduanya itu.


"Nggak mau, Pa! Dila pengennya ke sana!" Jawab Dila yang tidak dapat di ganggu gugat lagi.


"Ya sudah kalau memang Dila maunya ke sana , besok kita akan bersiap untuk berlibur ke sana!" Ujar Nathan yang langsung setuju dengan apa yang diinginkan oleh Dila. Bahkan anak-anak yang lain juga tidak keberatan dengan apa yang di simpulkan oleh Ayah Nathan.


"Ya, kita bisa tinggal di mansion besar Tao bukan?!" Ujar Gisella yang mengingat kalau memang Jepang adalah tempat Tao berada.


"Ya, kenapa gue bisa lupa kalau di sana Nathan punya mansion besar itu!" Ujar Chan yang juga baru teringat akan mansion yang ada di Jepang.

__ADS_1


"Ya kalian benar, kita bisa sekalian berkunjung ke makam di sana! dan mengatakannya pada anak-anak tentang apa yang ada di sana!!" Kata Nathan memberi tahu.


"Berkunjung ke makam siapa, Yah?!" Tanya Dila penasaran.


"Kalian semua akan tahu nanti setelah sampai di sana!!" Jelas Suho yang membuat mereka melanjutkan makan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya mereka semua bersiap untuk berangkat ke Jepang dengan mengendarai pesawat pribadi milik Alex. Mereka semua dari masing-masing orang tua memastikan kalau semua anak-anak sudah naik ke dalam pesawat.


Tak lupa sebelum berangkat mereka memberi tahu semuanya untuk tidak terlalu membawa banyak barang. Cukup membawa ponsel, blackcard dan satu barang yang bagi mereka penting. Itu karena mereka sudah dibiasakan untuk datang berkunjung ke suatu negara supaya tidak perlu repot-repot membawa banyak barang, cukup beli di sana saja.


Tak butuh waktu lama, pesawat yang mereka tumpangi pun lepas landas dan beberapa jam kemudian mereka sampai di mansion mereka yang ada di Jepang. Mereka yang langsung masuk ke dalam mansion. Langsung di beri tahu oleh Gisella tentang apa yang sudah terjadi di mansion itu, dan tentang makam siapa yang akan mereka kunjungi nanti.


"Kenapa harus banyak sekali tentang hantu?!" Kata Dila sambil menghela nafasnya, karena entah kenapa dia selalu teringat pada saudara kembarnya yang meninggal karena jadi tumbal oleh makhluk tak kasat mata.


"Nak, itu karena kita memang hidup berdampingan dengan mereka!!" Jelas Gisella memberi pengertian pada anak-anaknya.


"Tapi kenapa mereka menyakiti keluarga kita? Padahal kita sama sekali tidak pernah menyakiti mereka, Ma!" Jelas Brian yang heran akan apa yang sudah terjadi pada keluarga mereka.


"Sebenarnya mereka tidak menyakiti kita!! Kebanyakan dari mereka hanya meminta tolong pada kita!! Bahkan ada juga yang sering menjahili manusia dengan menampakkan wujud menyeramkan untuk menakuti manusia, bahkan ada yang baik dan yang jahat juga!!" Jelas Gisella panjang lebar pada semua yang ada di sana. Karena memang kenyataannya Gisella yang paling mengetahui tentang makhluk tak kasat mata.


"Tapi setahu Renald sejahat-jahatnya hantu tuh masih jahat manusia!" Jawab Renald dengan polosnya.


"Tau dari mana lo?!" Tanya Adam sambil menaikkan satu alisnya ke atas.


"Ya dari cerita sih, bahkan sekarang itu sifat manusia udah melebihi setan!" Ujar Renald lagi.

__ADS_1


__ADS_2